Tindak kejahatan

Tindak kejahatan

Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradjo)

Secara yuridis/humum, maka tindak kejahatan, kemunkaran, kemaksiatan, jarimah, premanisme adalah perbuatan yang pelakunya dikenakan sanksi hukum, seperti pembunuhan, borsi, korupsi, dll. Ada sanksi hukum agama, hukum adat dan hukum Negara. Tindak kejahatan secara yuridis bersifat reelatif, tergantung dari waktu, tempat, sikon, tidak tetap, tidak universal..

Secara sosiologis/kemasyarakatan, maka tindaka kejahatan adalah perbuatan yang merugikan secara ekonomis dan merugigan secara psikologis, atau melukai perasaan susila/etika/moral. Tindak kejahatan secara sosiologis lebih luas, namun juga bersifat relative, tergantung dari waktu, tempat, sikon, tidak tetap, tidak universal. Tindak kejahatan secara sosiologis sebenarnya adalah perbuatan yeng melanggar hukum adat, seperti main judi, sabung ayam, telanjang dada, pamer paha, porno aksi, prostitusi, pelacuran, homo, lesbi, kumpul kebo, dll.

Menurut Prf Mr JM van Bemmelen, tindak kejahatan itu disebabkan karena bakat (niat, watak, karakter, sikap mental) dan lingkungan (kesempatan, milieu, sikon, waktu, tempat, lahan). Di jaman edan. Maka orang baik-baik bisa saja berubah menjadi edan. Terdapat hubungan, korelasi antara sikon dan tidak kejahatan. Tindak pidana korupsi yang dilakukan preman krah putih (preman berdasi) cenderung berhubungan dengan sikon (kesempatan, lahan basah).

Dalam sudut pandang Islam, maka tenaga pendorong berbuat tindak kejahatan itu adalah nafsu ( Lammaratun bissuu). Sedangkan sebagai rem, tenaga pencegahannya adalah iman (kepercayaan akan hukuman Allah). Bila remnya blong (imannya lepas) maka nafsuny bisa berbuat tindak kejahatan sewenang-wenang.

Mengacu pada hasil penyelidikan/analisa George Mayr tahun 1835-1861 di Bremen, Jerman, berdasarkan statistic, maka terdapat hubungan, korelasi antara kenaikan tingkat kejahatan dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok (sembako).

Tingkat kejahatan berhubungan erat dengan tingkat kesenjangan sosial-ekonomi. Makin tinggi tingkat kesenjangan sosial-ekonomi, maka makin tinggi pula tingkat kejahatan. Dengan kata lain, tingkat kejahatan tergantung dari tingkat kesejahteraan masyarakat.

Penurunan tingkat kesenjangan sosial-ekonomi dapat dilakukan dengan mengkampanyekan/mensosialisasikan/memasyaraakatkan/membudayakan “Hidup sederhana”, Dalam terminology Isla dengan membudayakan Hidup Zuhud, Qana’ah, Wara’”. Dalam terminology kerennya dengan membudayakan “Hidup Sosialis”, menjauhi “Hidup Materialis”.

Tingkat tindak kejahatan juga dapat diturunkan dengan menurunkan angka pengangguran. Karena semakin banyap penangguran, maka semakin meningkat tindak kejahatan. Seluruh kebijkan seyogianya mengaitkannya dampaknya dengan tindak kejahatan. Kebijakan menaikkan harga, apakah akan berdampak terhadap tindak kejahatan atau tidak. Kebijakan memberikan fasilitas terhadap investor, apakah akan berdampak terhadap kejahatan atau tidak ? Kapan bangsa ini bisa hidup mandiri tanpa investasi dan korupsi ? (Simak  R Sidik Soeriadiredja :”Kriminologi”, Politeia, Bogor, 1055; Mr Alfred Hoetaoeroek cs : “Garis Besar Tatahukum Indonesia”, Erlangga, Djakarta, 1961, hal 69, “Perbuatan yang dapat dihukum”).

Bekasi 1 Maret 2012 04.45

Islam agama dakwah

Islam itu agama dakwah, menyampaikan seruan kebaikan. Seruan itu disampaikan ke semua lapisan, ke segenap srata sosial, baik rakyat awam, maupun elite politik (malaa). Secara garis besar, Islam menyeru agar berbuat yang makruf, yang baik-baik, tidak berbuat yang munkar, yang jelek-jelek. Inti seruan Islam itu adalah agar hanya mengabdi kepada Allah saja. Tak da Tuhan selain Dia. Agar takut akan siksaan Allah di akhirat nanti. Agar tak melakukan perbuatan jorok, cabul, mesum, porno. Agar tak melakukan penipuan, kecurangan, manipulasi, kekacauan, kerusakan, kerusuhan, keresahan. Agar tak mengganggu jalanan (lalu lintas), tiak menghalangi dakwah (seruan kebenaran). Agar tidak melakukan kejahatan, tindak pidana, tindak criminal, keributan, aksi perampokan, penodongan, pemerasan. Agar berlaku adil, menebar kebaikan, kebajikan, ketertiban, memperhatikan/memenuhi kebutuhan kerabat.

Khusus kepada penguasa (elite politik) juga disampaikan seruan agar tidak berlaku sewenang-wenang, tidak berlaku zhalim, tidak berlaku aniaya, memelihara keamanan. Sekaligus Islam mengecam, menggugat absulutisme, anarkisme, kesewenang-wenangan, kezhaliman, tirani, ketidakadilan, diskriminasi. “Lo! Allah enjoineth justice an kindness, and giving to kinsfolk, and for biddeth lewdness and abomination and wickedness” (QS 16:90). “Deal justly, that is nearer to your duty” (QS 5:8). “Lo! Allah commandeth you that ye restore deposits to their owners, and if ye judge between mankind that ye judge justly” (QS 4:58).

Seruan dakwah itu haruslahberkesinambungan secara kontinu dari generasi ke generasi dalam semua bidang kehidupan. Karena itu perlu upaya kaderisasi di semua bidang melahirkan da’i-da’i professional.

Seruan Islam kepada tiran/thaghut Fir’aun yang telah menindas, memperbudak Bani Israel lebih dari empat ratus tahun berupa himbauan, ajakan agar Fir’aun melepaskan, membebaskan Bani Israel dari perbudakan dan membiarkan mereka kembali ke tanah leluhurnya di Palestina (QS 26:17-22).

Islam juga menyeru agar melakukan perlawanan fisik menuruti aturan Allah terhadap yang berbuat semena-mena, serbuat sewenang-wenang, membuhuh, merampas, menggusur tanpa alasan hukum yang sah (QS 2:190, 60:8).

Bila dakwah macet melalui jalur umum, jalur biasa, maka ditempuh jalur jihad. Jihad merupakan salah atu sarana, jalur darurat yang haruss ditempuh dakwah karena terpaksa, karena jalur biasa, jalur umum macet.

Meskipun trio Fir’aun, Qarun, Haman telah melakukan tindakan absolutisme, tirani, semena-mena, sewnang-wenang, maker, onar, diskriminatif, provokatif, intimidasi, namun dakwah Nabi Musa dan Nabi Harun hanya sebatas menempuh jalur biasa, jalur umum, belum menempuh jalur darurat berupa jalur jihad, konfrontasi fisik, masih konfrontasi psikologis, karena belum punya kekuatan (personil dan logistik).

(Asrir BKS1010141530 written by sicumpaz@gmail.com sicumpas.wordpress.com)

Seruan Islam

Islam menyeru, mengajak masuk ke dalam komunitas,masyarakat beradab, masyarakat madani, masyarakat berakhlak paripurna. “Saya – kata Rasulullah – diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Islam menyeru, mengajak masuk ke dalam komunitas, masyarakat yang penuh kedamaian, kesejahteraan, kesentosaan, keamanan, kenyamanan. “Dan tiadalah Kami – kata Allah – mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS 21:107). “Semoga keselamatan bagi kalian, serta rahmat dan berkat Allah” (HR Abu Daud, Tirmidzi dari Imran bin Hushain dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawai, pasal “Cara Memberi Salam”).

Islam menyeru, mengajak masuk kedalam komunitas, masyarakat yang penuh keadilan, kebajikan, kebagusan, keindahan, kebersihan, kerapian, saling peduli. Islam menyeru, mengajak masuk ke dalam komunitas yang bajik, bagus, indah segalanya. Akidahnya bagus, indah, bersih, bebas dari syirik, bebas dari keyakinan yang karut marut. Pola pikirnya bagus, indah, bersih, bebas dari pikirin jorok, pikiran kumuh. Ibadahnya bagus, indah, bersih, bebas dari bid’ah, bebas dari ritual yang diada-adakan. Muamalahnya bagus, indah, bersih. Politik, Ekonomi, Sosial, Budayanya bersih dari jahili, dari sekuler.

Islam menyeru, mengajak pada kebajikan, berbuat baik, tak berbuat jahat, meraih kebahagian di surga. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar” (QS 3:104). “Allah menyeru manusia ke sorga Darussalam” (QS 10:25). “Allah mengajak ke sorga dan ampunan dengan IdzinNya” (QS 2:221).

Islam sangat melarang siapa pun melakukan tindak kejahatan. Tindak kejahatan disebut juga perbuatan dosa. Pelakunya diancam hukuman siksa oleh Allah. Ada tiga tindak kejahatan pokok, yaitu fahsya (lewdness, porno/serong/mesum, perbuatan keji), munkar (abonomotive, maksiat), baghy (wickedness, permusuhan, penganiayaan). Seluruh perbuatan dosa masuk kedalam salah satu dari ketiga tindak kejahatan pokok tersebut. “Sesunguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan” (QS 16:90).

Untuk dapat menjaga diri dari berbuat jahat, berbuat dosa, Islam menuntun agar serius, tekun melaksanakan ibadah, setia melakukan rukun Islam, seperti shalat, shaum, zakat, haji. Seluruh ibadah itu mendidik, melatih agar mampu mengendalikan diri, baik dalam berbicara maupun dalam berbuat, baik perorangan, maupun secara bersama-sama. Ibadah itu membentuk sikap mental yang baik.

Ibadah apapun merupakan latihan, pendidikan untuk merubah sikap mental, perilaku yang cenderung ke kiri, jorok, fahsya, munkar, syaar, suu: fasad, fujur menjadi sikap mental, perilaku yang cenderung ke kanan, bersih, baik, makruf, khair, hasan, shaleh, biir, taqwa.

Larangan pada saat pendidikan, latihan sangat ketat, sangat keras dibandingkan dengn di luar pendidikan dan latihan. Demikian pula larangan pada saat melaksanakan ibadah lebih ketat, lebih keras dari pada bukan pada saat melakukan ibadah. Fungsi ibadah itu untuk membersihkan, mensucikan diri dari perilaku buruk, perilaku jahat dan menggantiya dengan perilaku baik, perilaku utama.

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dri perbuatan-perbuatan keji dan munkar” (QS 29:45). “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS 2:183). “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka” (QS 9:103). “Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji” (QS 2:197).

Pada saat mengerjakan ibadah haji, terlarang rafats (lewdness, bercumbu, menimbulkan birahi, bercakap kotor, bersenggama), fusuq (buse, durhaka, membuat kejahatan), jidal (angryconversation, bertengkar, berbantah-bantahan). Orang-orang yng mengikuti jalan yang lurus itu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan (simak QS 49:7). Islam menuntun agar tidak berbuat kufur (disbelief, kekafiran), fusuq (lewdness, melawan hukum), ‘ishya (rebellion, berantm, durhaka). Terlarang berbuat itsm (crime, dosa), ‘udwan (wrongdoing, mendurhakai ajaran Rasul) (simak QS 58:9).

Islam wanti-wanti menyeru agar memelihara, menjaga lidah (yang diantara kumis dan jenggot) dan kemaluan (yang diantara paha kanan dan paha kiri) (Simak antara lain HR Bukhari, Muslim dari Sahal bin Sa’ad, dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, pasal “Beberapa Larangan Ghibah dan Perintah Memelihara Lidah”). Termasuk meninggalkan perdebatan, pertengkaran, meskipun benar (“taraka al-mira:i wa in kaana muhiqqan”) (Simak HR Abu Daud dari Abu Umamah al-Bahili, dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, pasal “Husn al-Khuluq”, Baik budi).

Islam memberikan jaminan kebebasan untuk mempertahankan hak-hak dasar manusia. Namun hak memimpin, hak menghakimi bukanlah hak dasar manusia. Hak memimpin dan hak menghakimi tersebut adalah hak kesepakatan, persetujuan bersama yang bersifat temporal. Selama kesepakatan bersama itu berlaku, umat Islam berkewajiban memenuhinya. “Hai orang yang beriman, penuhilah perjanjian” (QS 5:1).

Kebebasan dalam Islm adalah kebebasan yang beradab. Bebas menyebarkan kebenaran dan kebajikan. Dan sama sekali tak memberikan kebebasan untuk menyebarkan kejahatan dan kekejian. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangnlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS 5:2).

Islam mengajarkan agar selalu konsekwen, istiqamah melaksanakan hak-hak Allah, baik secara perorangan, bermasyarkat, maupun bernegara. Namun Islam dalam mewujudkan semuanya itu tanpa memaksa. Islam sangat menghormati kebebasan, tidak memaksa kehendak.

(BKS0808201430)

 

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: