Kebenaran mutlak dan kebenaran nisbi

Kebenaran mutlak dan kebenaran nisbi

 

Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradjo)

 

Disebutkan bahwa kebenaran absolut, kebenaran mutlak hanya pada Allah. Pada manusia hanya kebenaran  relatif, kebenaran nisbi. Taka da manusia yang bebas dari kesalahan. Guru, Ustadz, Da’i, Muballigh, Kiyai, Ajengan, Ulama, bahkan Nabi dan Rasul sekalipun taka da yang ma’shum, yang bebas dari kesalahan. Semua bisa dikecam, dikritik, dikoreksi, digugat. Demikian sering disuarakan, baik melalui media cetak, maupun media elektronik.

 

Ketika menyimak tulisan Masdar Farid Mas’udi, Rois Pengurus Besar Nahdlaaatul Ulama “Sesat yang Menyesatkan” (KOMPAS, Sabtu, 3 Maret 2012, hal 6, Opini), seolah merasakan gema pernyataan tersebut di atas, karena semua, masing-masing mengkalim, mengakui kebenaran absolut, kebenaran mutlak. Di sisi lain, tulisan tersebut secara terselubung, tersirat juga memandang yang tak sepaham dengan penulis termasuk ke dalam kateogri “Sesat yang Menyesatkan”.

 

Saling tuding sebagai pembawa ajaran Sesat dan Menyesatkan” (dlallin mudlillun) berlaansung kapan pun dan di mana pun. Pengikut Ibnu Taimiyah, Ibnu Wahhab (Wahabi), Jamaluddin Afghani, Muhammad Abduh, Rashid Ridha, Hasan alBanna, Yusuf  Qardawi, Musthafa alMaraghi, Muhammad alBahi, Ahmad Hassan, Abdul Karim Amarullah, dan lain-lain yang sepaham dengan mereka dikategorikan sebagai “sesat menyesatkan”.

 

Pengikut Ibnu Taimiah dituding  termasuk yang bukan Sunni, karena pedapatnya tentang ziarah ke kubur dan tentang thalaq menyalahi pendapat Ulama pada jamannya. Karena pendapatnya tentang aqidah dikategorikan masuk gologan “Musyabbihat” Ajaran Ibnu Taimiyah yang dianggap sejalan dengan ajaran Sunni adalah bahwa ijma’ ulama itu adalah m’shum, benar, bebas dari salah, wajib dipegangi sebagai dasar hukum di samping Quran dan Sunnah. Bahwa seseorang akan dapat manfa’at (pahala) dari perbuatan orang lain.

 

Wahabi (pengikut Ibnu Wahhab) dituding hanya berdasarkan pada Quran dan hadis saja, dan tidak menyertakan ijma’ dan qiyas. Tidak membolehkan berziarah (untuk mengkeramatkan) kubur. Tidak membolehkan orang bertawassul. (Simak antara lain : “Pedoman Pokok Dalam Kehidupan Keagamaan Berdasarkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah”, oleh KH Tb M Amin Abdullah albantani, 1984. Majalah ASSUNNAH, Surakarta, No.07/1414-1993, ‘Iftiraqul ummah’. “Tadzkiratul Qulub”, oleh Muhammad Jamil Jaho, 1956:54-56. PANJI MASYARAKAT, No.498, 21 Maret 1986, hal 36-37. “Tafsir alAzhar”, oleh Prof Dr Hamka, tentang ayat QS 6:159; juzk XI, hal 188.“Tafsir Ibnu Katsir”, tentang ayat QS 3:105.“Thabaqatus Syafi’iyah”, oleh KH Siradjuddin Abbas, 1975:13-14)

 

Karena kebenaran itu relatif, maka kebenaran Fiqih pun digugat, dipersoalkan. Kebenaran Fiqih bersifat situsional dan kondisional, tergantung pada sikon. Hasibullah Satrawi mengusung nalar yang dikeembangkan Syii’ah, yang bercorak idealis yang oleh Muhammad Abid Al-Jabiri, filsuf Arab modern dari Maroko disebutkan dengan istilah “ma yanbaghiy ay-yakuna (yang seharusnya ada/terjadi) (KOMPAS, Sabtu, 3 Maret 2012, hal 7, Opini : “Fikih Revolusi”).

 

Das Sollen (yang seharusnya ada/terjadi) berseberangan dengan Das Sein (yang ada/terjadi). Ajaran agama seluruhnya berada dalam tataran Das Sollen (yang seharusnya diaaaamalkan). Sedangkan sikon adalah Da Sein (yang dialami). Dengan mengikuti pola piker ini, maka kebenaran mutlak berada dalam ranah Das Sollen dan kebenaran nisbi berada dalam ranah Das Sein.

 

Bekasi 3 Maret 2012 19.30

 

 

           

           

 

(written by sicumpaz@gmail.com in sicumpas.wordpress.com as Asrir at BKS1103261230)

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: