Pemiskinan dan Pemelaratan (Negara Merdeka ?)

Negara Merdeka ?

 

Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutnmaradjo)

 

“De jure, kita sudah merdeka. De facto, kita hamper tak punya apa-apa lagi”, demikian “Laporan Khusus” SUARA ISLAM, Edisi 49, 1-14 Agustus 2008, hal 14-25, dirangkum oleh Aya Hasna. “Negara Indonesia ini sebenarnya telah dirampok, dirampas oleh para kapitalis”, demikian disimak dari paparan Muhammad Kurnia “Mencegah Intervensi Asing” mengacu pada Nore Hertz dalam “The Silent Take Over” dan John Perkins dalam “The Silent Take Over” dan John Perkins dalam “The Confession of Economic Hit Man (Simak MEDIAUMAT, Edisi 23, 6-19 November 2009, hal 16).

 

Budiarto Shambazy dalam “Pengakuan Perkins” nya mengemukakan bahwa bos Perkins bilang, Presiden AS Richard Nixon ingin Indonesia diperas sampai kering seperti kain pel habis dipakai melantai. Negeri ini (Indonesia) ibarat real estat terbesar di dunia yang tk boleh jatuh ke tagan Uni soviet atau China”. “Berbicara tentang minyak bumi, kita tahu bagamana Negara kita (AS) tergantung darinya. Indonesia bisa menjadi sekutu kuat kita dalam soal itu”, kata bos Perkins, Charli Illingworth, suatu kali di Bandung (Simsk KOMPAS, Sabtu, 16 Juli 2005).

 

Inilah taktik kapitalis Amerika. Ketahuilaj bahwa “Kerakusan kapitalisme adalah musuh keadilan dan kesejahteraan. Kerakusan kapitalisme menciptakan ketakadilan sosial-ekonomi”. “Kapitalis mengacu pada semangat ?memiliki harta”, “menumpuk kekayaan”, “jama’a maalan”, “at-takatsur”. Semangat ini memacu kemajuan materi.

 

Lebih lanjut SUARA ISLAM tersebut diatas mengungkapkan bahwa RUU Migas dibuat di bawah intervensi USAID United States Abency for International Development). RUU Kelistrikan dibuatkan Bank Dunia, sedangkan RUU BUMN dibikinkan Price Waterhouse Coopers. RUU SDA, RUU Maritim, RUU BHP, dan regulasi mengenai hajat hidup rakyat, tak lepas dari intervensi asing.

 

RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan) merupakan salah satu indicator proyek DIKTI, Higher Education for Competitiveness Project (HECP) yang kemudian menjadi IMHERE (Indonesia Managing Higher Education Dor Relevance and effiency).

 

Para kapitalis berupaya melakukan penguasaan BUMN, penguasaan Perbankan, peguasan Migas, penguasaan Bisnis, Intervensi Hankam. Pendeknya merampok, merampas semuanya dari rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia hanya jadi jongos, kacung para kapitalis, atau jadi pengemis modal. Kapitalis itu rentenir. Sekali rentenir tetap rentenir. Berkenaan dengan betapa dahsyatnya cengkeraman kapitalis ke jantung bangsa Indonesia, cobalah perhatikan semua yang dipakai, yang digunakan baik berupa barang maupun jasa adalah hasil/produk AS (Simak SAKSI, No.4, 13 November 2001, hal 20-25, “Melawan Cengkeraman Amerika”).

 

Barangkali untuk mengantisipasi pandangan Ekonomi Kapitalis ini, tahun 1963, Hasan Amin menulis “Dasar-Dasar Ekonomi Sosialis Indonesia” (terbitan Balai Pustaka) yang mengacu pada Deklarasi Ekonomi yang diumumkan oleh PJM Presiden Soekarno di haapan para anggota Lembaga Negara, tanggal 28 Maret 1963 di Istana Negara.

 

Bekasi 9 Maret 2012 13.45

 

 

Sudah merdeka, ataukah tetap terjajah ?

 

            Seluruh Negara bekas jajahan Barat secara politik sudah merdeka. Namun secara sitemik tetap terjajah. Semua sistemnya mengadopsi Barat. System politik, hukum, ekonomi, social, budaya, militer, teknologinya mengadopsi Barat. Perlakauan penguasanya terhadap lawan politiknya sama saja dengan yang dilakukan oleh penjajahnya pada masa lalu. Sistim protokoler yang sama sekali anti demokrasi diadopsi dari Barat. Seluruh Negara Barat/Amerika/Australia pada hakikatnya adalah anti demokrasi, ras diskriminasi. Simak Perjanjian Lama : Ulangan 23:19-20. Simak pula tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Bush dengan pendukungnya terhadap Afghanistan, Irak, juga yang dilakukan oleh pemerintah Israel dengan pendukungnya terhadap libanon/Palestina aalah tindakan anti demokrasi, biadab, barbar. Menyelesaikan

perselisihan, persengketaan, bukan secara beradab dengan perundingan, tetapi dengan kekuatan senjata.

 

Sistim hukumnya mengadopsi Barat. Pelaksanaan hukumnya dibawah intervensi asing. Sistem rente/bunga mengadopsi Barat. Nilai mata uang dikendalikan Barat. Tak ada yang berupaya membaca, membahas, mengupas, menganalisa teori kemakmuran dari Adam Smith, Karl Marx, Maynard Keynes, Forbes Harrod, juga teori pendidikan (pencerdasan bangsa) oleh Condorcet.

 

Sistim social, budayanya mengadposi Barat. Cara makan, cara berpakaian, cara bergaul, cara berkesenian mengadposi Barat tanpa kritik. Mabuk-mabukan, jingkrak-jingkrakan dipandang sebagai indikasi kemajuan. Juga pergaulan bebas tanpa batas, pamer ketek, tetek, pusar, paha, gonta ganti pasangan dipandang sebagai identitas kemerdekaan. Simak pula suasana kawin kontrak yang marak di puncak.

 

Sistim militer, teknologinya mengadopsi Barat. Upacara militer, upacara bendera, hormat bendera diadopsi dari Brat secara utuh tanpa kritik. Sistim militer Barat sama sekali adalah pendidikan anti demokrasi. Siap melakasanakan perintah atasan apapun juga tanpa bantahan. Teknologi yang hanya memperkaya pemodal konglomerat yang diadopsi. Sistim pengiklanan diadopsi dari Barat. Sistim industri yang padat modal, yang berorientasi mekanisasi dan otomatisasi, yang memperbesar angka pengangguran diadopsi dari Barat. Semuanya bukan untuk kesejahteraan, kemakmuran rakyat banyak, tapi untuk kemakmuran konglomerat.

 

(BKS0608130630)

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: