Dakwah dan Perubahan

Dakwah dan Perubahan

Target, Sasaran, Tujuan Dakwah adalah perubahan. Merubah yang negatif menjadi positif. Merubah lawan menjadi kawan. Memperbanyak kawan, mempersedikit lawan. “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (QS 41:34, tafsirannya antara lain dapat disimak dalam “Bimbingan Menuju Ke Akhlak Yang Luhur”, oleh Syaikh Mushthafa Ghalayaini, 1980:242).Dakwah merubah yang munkar menjadi makruf. merubah kepercayaan, keyakinan, pendapat umum (publik opini) dari kufur menjadi Muslim, dari syirik menjadi tauhid, dari anti syari’at Islam menjadi pro syari’at Islam (Prof Dr Hamka : “Tafsri AlAzhar”, 1983, IV:41, tentang tafsiran QS 3:104).Perubahan bisa berbentuk taghyir (perubahan yang bermula dari keyakinan), inqilab (peralihan substansi untuk mengubah keputusan), tsaurah (pergolakan) (ALMUSLIMUN, No.267), Juni1992, hal 79,83).Dalam Sosiologi, perubahan masyarakat (social change) umumnya engan tiga ragam (macam) pendekatan, yaitu konservatif, reformatif, dan radikal. Dalam Islam, perubahan itu dilakukan dengan tangan, kekutan, kekuasaan. Kalau tidak memiliki kekuasaan, dilakukan dengan lisan, berupa teguran, kecaman. Kalau tidak memiliki kemampuan lisan, dilakukan dengan sikap aksi diam, aksi menantang dengan tutup mulut (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1985, IV:45).Jihad, qital, perang dalam Islam adalah bagian dari dakwah. Karena itu jihad, qital, perang dalam Islam bukanlah untuk menghancurkan, membinasakan, menumpas manusia, tetapi untuk menghentikan fitnah (anarkis, kekacauan) (QS 2:193, 8:39), untuk mengembalikan manusia kepada ajaran Allah (QS49:9-10, tafsirannya anara lain dalam SABILI, No.3, 1 Agustus 2001, hal 13, Fiqh Sosial, oleh Dr Ahzami Sani’un Jazuli MA).Perubahan yang paling mendasar yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kepercayaan, iman kepada Allah, menumbuhkan kesaaran beragama (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1985, IV:41). Kemudian dilanjutkan dengan tuntunan menggunakan otak, pancainera, anggota tubuh secara positif (Dr Yusuf Qardhawi : “Ibadah dalam Islam”, 1981, I:36-37, Ibnul Qaiyim alJauziah “Madarijus Salikin”, juzuk I, fasal Qawa’idul ‘Ubudiyah, Fajri Muhammad : “Ambil Islam seluruhnya atau tinggalkan sama sekali”, dalam ALMUSLIMUN, No.289, April 1994, hal 79-83).

Das Sollen – Harapan :

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: