Deradikalisasi berbasis Islam Modrat

catatan serbaneka asrir pasir

 

Deradikalisasi berbasis Islam Modrat

 

SABILI, Jakarta, No.7 Th.XIX, 5 Januari 2012/11 Safar 1453 menampilkan antara lain “Waspadai Bom-Bom Pemikiran”, hal 84, 87. Prof Dr dr KH Zainal Arifin Adnan Sp PD menulis “Kritik Evaluasi & Dekonstruksi GERAKAN DERADIKALISASI Aqidah Muslim di Indonesia”. Harits Abu Ulya menulis “Antologi, Ustadz ABB di mata Kami”.

 

Hasibulah Satrawi dari Moderate Muslim Siciety mengusung “Deradikalisasi Berbasis Ideologi”. Ada lima buku yang diterbitkan Jama’ah Islamiyah Mesir terkait dengan deradikalisasi berbasis ideology. Maklumat Deradikalisasi, Pengharaman Radikalisme Keagamaan dan Pengafiran Sesama Umat Islam, Mengungkap Kesalahan dalam Memahami Jihad, Nasihat Deradikalisasi dalam Penegakan Amar Makruf dan Nahi Munkar, Jawaban atas Pernyataan tentang Agama-agama Samawi (KOMPAS, Sabtu, 29 Oktobetr 2011), hal 7, Opini).

 

Barat (AS dan sekutunya, Yahudi-Zionis Internasional, Kristen Anglo Sakson) mengusung jargon “Islam Moderat”. Dengan jargon “Islam Moderat” dipadamkan kekuatan kaum Muslim, dihentikan perlawanan kaum Muslim, disimpangkan pemahaman keislaman, dirusak pemahaman yang benar terhadap nash-nash AlQuran dan Sunnah (Simak MEDIA UMAT, Edisi 23, 6-19 November 2009, hal 19, Fokus; Tony Syarqi : “Presiden AS Pertama yang 100% Yahudi”, 2009:24).

 

Islam Moderat adalah pemikiran asing berbaju Islam, berupaya mengubah dan memodertnisasi Islam agar sesuai dengan tuntutan zaman (kemaun asing), dengan membajak dalil baik dari AlQuran maupun Hadtis untuk mendukung pendapat mereka (idem, hal 18, Fokus).

 

Jauh sebelum ini, Sayyid Ameer Ali (1849-1928) dari India dengan bukunya “The Spirit of Islam” (Api Islam) berupaya menarik simpati Barat terhadap Islam, dengan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang paling liberal dan rasional, bahwa Islam itu adalah agama damai. Perilaku nabi Muhammad adalah manis, lemah lembut, satria, pemaaf, serta belas kasih. Jihad itu bersifat darurat, terpaksa, defensive (Simak Maryam Jameelah : “Islam & Moderenisme”, 1982:87-88).

 

Seorang Muslim berpola pikir Islami, tak berpola pikir Iblis, tak berpola pikir Yahudi, tak berpola pikir Nasrani, tak berpola pikir Majusi, tak berpola pikir Liberalis, tak berpola pikir Pluralis. Laksanakan tanpa komentar.

 

Pemikiran barangkali bisa disejajarkan dengan Pola pikir, Aqidah. Dalam hubungan ini terdapat hadits-hadits yang menyatakan bahwa Yahudi, Nasrani, Islam terpecah belah lebih 70 pecahan, firqah, aqidah, pola pikir, persepsi, sudut pandang, paham, sekte, aliran.

 

Bila dikaitkan dengan masa kini, maka dalam Islam terdapat sekte, aliran radikalis, fundamentalis, pluralis, liberalis, sekularis, akomodatif, modernis. Dengan demikian pola pikir Islami itu bukanlah tunggal, tetapi variatif, aneka warna.

 

Untuk dapat memahami ini, baangkali perlu pula membahas : Apakah Filsafat itu sama dengan Logika, Mantiq. Apakah Quran, Tauhid/Iman, Takdir/Iradah dapat dipahami seara Filsafat, Logika. bagaimana cara memahami MauNya Allah dari ayat QS 51:56, 36:82, 36:42, 81:29. Bagaimna cara memahami ayat-ayat yang diawali dengan ungkapan “Kalau Allah mau”. Apa beda pola pikir Islam dengan pola pikir Kafir (Iblis, Setan, Yahudi, Nasrani, Majusi, Sekularis, Liberalis).

 

Persepsi, Sudut pandang. Pola pikir Syuhada/mujahid versus pola pikir Deradikalisasi/Sekularis, Liberalis, Pluralis. Logika yang benar (Logka yang Islami). Logika yang salah (logika non-Islami). Islam berpola pikir Islami. Kafir berpola pikir kafir. Kebenaran Flsafat dan Kebenaran Quran. Kebenaran mutlaq dan Kebenaran Relatif.

 

(written by sicumpaz@gmail.com at BKS300900)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: