Merubah orientasi dan sikap mental

Merubah orientasi dan sikap mental

Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradjo)

Bangsa ini perlu merubah orientasi dan sikap mental. Masing-masing, setiap diri haruslah merubah orientasi dan sikap mental. Ibdak bi nafsik. Mulailah dari diri sendiri. Para pendidik (guru, dosen), pemimpin, media massa (cetak dan elekronika) hendaknya pro aktif memasyarakatkan, mensosiaalisasikan perubahan orientasi dan sikap mental.

Orientasi duniawi dirubah menjadi orientasi ukhrwi. Ayat “Dan carilah pada yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (keahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia” (QS 28:77) menyeru agar berorientasi ukhrawi, bukan berorientasi duniawi.

Orientasi ekonomi (bisnis) dirubah menjadi orentasi sosial. Harta kekayaan itu berfungsi sosial, bukan berfungsi ekonomi semata. Orientasi kekuasaan dirubah menjadi orientasi pengabdian. Hanya yang berorientasi pengabdian yang peduli akan kesejahteraan rakyat.

Orientasi pengabdian disertai dengan merubah sikap mental. Sikap mental rakus, tamak, loba, serakah, materialis, varice dirubah menjadi sikap mental zuhud, qana’ah, wara’. Harta kekayaan dicari, dikumpulkan untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk dimiliki diri sendiri saja.

Dengan merubah orientasi daan sikap mental barulah bisa dipahami mana dan maksud dar pasal 33 UUD-45. Semangatnya adalah kesejahteraan, kemakmuran brsama, bukan orang seorang.

Bekasi 14 Maret 2012 08.15

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: