Mimbar bebas (Alun-alun sebagai tempat menyampaikan pendapat di muka umum secara bebas)

Mimbar bebas (Alun-alun sebagai tempat menyampaikan pendapat di muka umum secara bebas)

Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradjo)

Aspirasi/suara yang tak dapat tersalur secara bebas di luar formal, adakalanya dapat tersalur secara bebas di jalur non-formal. Unjuk rasa misalnya, muncul karena perasaan tertekan, perasaan kecewa (frustasi), tak adanya keadilan, adanya penjarahan hak. Dalam kaitannya dengan demokrasi, dengan jaminan kebebasan penyampaian pendapat (pandangan, opini, ide), unjuk rasa muncul karena adanya pemasungan, penjarahan hak sipil dan hak politik rakyat, macetnya/tersumbatnya jalur/saluran penyampaian pendapat secara resmi, formal-konstitusional, adanya berbagai rekayasa dan manipulasi.

Unjuk rasa itu pada hakikatnya menuntut tegaknya keadilan (justice). Bila tuntutan tak terpenuhi, maka unjuk rasa bisa meningkat jadi unjuk kekuatan (show of force/power) yang disertai dengan intimidasi, ancaman, pemaksaan kehendak. Bisa ancaman tanpa senjata, dan bisa pula ancaman dengan senjata. Bila ancaman tak digubris, tak diindahkan, maka unjuk kekuatan meningkat jadi tindak kekerasan, kerusuhan, kebrutalan (anarkisme).

Rasa-rasanya perlu diupayakan tersedianya taman, alun-alun, tempat untuk menyampaikan pendapat di muka umum secara bebas. Mudah-mudahan Taman Monas bisa jadi “Hyde Park”-nya Jakarta, yang “anyone is free to stand up and tell his ideas to the passers-by” (Simak PANJI MASYARAKAT, No,252, 1 Agustus 1978, hal 5; Editorial MEDIA INDONESIA, Rabu, 24 Mei 2006, “Demokrasi Kawat Berduri”).

(You will find in London all the things you may expect to find in a bic city. But it has some things you do not often find in another town. Let us go to Hyde prk, one of the many parks in ondon. At one corner of Hyde Park, anyone is free to stand up and tell his ideas to the passers-by. On Sundays, when the park is full, you can always find a few people doing this. Sometimes, there is a crowd for one man; another, perhaps, has to talk for a long tme before anybody will come and listen. Some people listen seriously some just for fun, “A Progressive Course”, page 198)

Pernah diberitakan bahwa Legiun Veteran RI mempersiapkan pembangnan taman khusus yang berfungsi sebagai “mimbar kebebasan”, tempat warganegara mengutarakan kritik, kecaman secara bebas tanpa terkena sanksi hukum, semacam Hyde-Park London. Di Jakarta dipusatkan di Gedung Sumpah Pemuda, Gedung Kebangkitan Nasional, Gedung Juang 45. Di daerah di setiap propinsi (KIBLAT, No.2/XXV, 1976,

hal 15).

Bekasi, 6 November 1998 06.00

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: