Demonstrasi (Unjuk rasa, unjuk kuasa, unjuk gigi, unjuk kebolehan)

Unjuk rasa, unjuk kuasa, unjuk gigi, unjuk kebolehan

Catan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradjo)

Unjuk rasa atau demonstrasi adalah salah satu alat, sarana perjuangan untuk mendesak menyampaikan tuntutan. Dalam ajaran Islam tak terdapat apa yang namanya unjuk rasa atau demonstrasi atau yang semacam itu. Hanya yang ada dakwah, tabligh, taushiah. Tapi dalam sejarah Islam memang terdapat yang semacam dengan unjuk rasa atau demonstrasi itu, bahkan sampai ke tingkat bughat, pembangkangan, perlawanan, pemberontakan. Kelompok kecil yang diprovokasi oleh Abdullah bin Saba mengobarkan api pemberontakan melawan Khalaifah Usman bin Affan. Mereka menempuh jalan pembangkangan dan perlawanan, dan bukan jalan gerakan yang meluas (Abul A’la Al-maududi : “Khilafah dan Kerajaan”, 1984 :149; Prof Dr A Syalabi : “Sejarah dan Kebudayaan Islam”, 1982:196; simak jugaSUARA MUSLIM, Bekasi, Edisi 30, Thn 2011M, hal 8-13, “Hukum Bughat”, oleh Ahmad Salimin Dani MA). Isteri-isteri Rasulullah pernah bersama-sama menuntut nafkah dan perhiasan. Sehubungan dengan itu Allah menurunkan ayat QS 33:18 sebagai petunjuk kepada Rasulullah agar isterinya menentukan sikap, memilih Rawsulullah atau memilih harta benda (“Tarjamah Asbabun Nuzul, hal 388, re QS 33:28; “Tarjamah  Al-Lukluk wal Marjan”, jilid II, hal 524, hadis 945). Pendapat seyogianya disampaikan secara laiyina, santun, sopan,bijak,  cerdas, baik-baik, dengan adu argumentasi, bukan dengan adu jotos. Adu jotos, bakuhantam bisa terjadi adakalanya dipicu oleh karena hasad, dengki, iri dalam masalah kekayaan atau dalam masalah kekuasaan. Kekayan atau kekuasaan tak tersebar merata, atau dengan kata lain tak adanya keadilan.

Umat Islam dalam memperjuangkan Islam seyogianya tak mudah ikut-ikutan menggunakan sarana perjuangan tanpa lebih dulu mengkajinya, apakah sarana itu sesuai dan dibenarkan oleh Islam. Umat Islam dalam memperjuangkan Islam seyogianya menggunakan sarana perjuangan yang sesuai dengan yang dibenarkan oleh ajaran Islam. Zionis Israel Yahudi dan Salibis Amerika Sakson bekerjasama mutual simbiosis. Satu sama lain saling membantu. Keduanya adalah sama-sama musuh Islam (simaklah antara lain ayat QS 2:120). Untuk menghadapi kerjasama Zionis dan Salibis tersebut, Umat Islam haruslah menggalang persatuan yang kompak (solid) sesama umat Islam, melakukan konsolidasi, saling bekerjasama, saling membantu. Menyiapkan segala sesuatunya, seperti infantry, artilri, kavaleri, logistic yang dapat menggetarkan mereka (Simak antara lain ayat QS 8:60). Dengan demikian umat Islam akan diprhitungkan lawan, tidak akan dilecehkan, diremehkan lawan, tak akan terjadi kekacauan dan kerusuhan (Simak antara lain ayat QS 8:73).

Ditiup-tiupkan bahwa politik itu kotor, penuh intrik kelicikan, karena itu Islam jangan dibawa-bawa ke dalam politik, bisa-bisa Islam tercemar kotoran dan kelicikan. Padahal islam itu berperan, berfungsi membersihkan kotoran dan kelicikan baik dalam politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain.

Bekasi 18 April 2005 05.45

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: