Islamisasi pada masa khaos_fitan

 

Islamisasi pada masa khaos_fitan

Bagaimana cara islamisasi pada masa khaos_fitan? Dari sumber dakwah_islamisasi yang sama, dengan metode dakwah_islamisasi yang sama, apa mungkin hasilnya bisa berbeda-beda?

Dalam aplikasinya, ajaran shilaturrahim, ajaran mengasihi kerabat yang diterapkan oleh Khalifah Utsman bin Affan dalam pemerintahannya, apakah juga disepakati oleh para shahabat yang lain. Dan apa sebetulnya yang mengunang timbulnya unjuk rasa besar-besaran (fitnah alkubra) terhadap Utsman bin Affan?

Dalam aplikasinya, ajaran ukhuwah Islamiyah, ajaran saling mengasihi sesama Muslim, dalam menentukan siapa kawan dan siapa lawan, apa sebetulnya yang menyebabkan saling bertikai_berselisih antara Mu’awiyah bin Abi Sufyan dengan Ali bin Abi Thalib, dan antara Ali bin Abi Thalib dengan Aisyah, Thalhah, Zubair bin ‘Awam dan anaknya Abdullah bin Zubair sehingga terjadi Perang Brunta, Perang Shiffin? Apakah hanya karena perbedaan ijtihad? Dan apakah ijtihad yang menimbulkan saling membunuh itu bisa ditolerir? Dan apakah saling membunuh itu tidak termasuk kedalam perpecahan?

Bagaimana bentuk dakwah_islamisasi terhadap media informasi massa (media cetak, media elektronik), dan juga terhadap aktivitas fahsya (mesum, cabul, jorok) masa kini ?

Media elektronik misalnya, sering mempromosikan pemurtadan lewat berbagai acara tayangannya, seperti pertukaran_perpindahan agama dari Islam ke luar Islam. Bahkan juga mempromosikan budaya fahsya (mesum, cabul, jorok, gay), disertai dengan jajak pendapat untuk menghalalkan yang sudah nyata haram (fahsya, munkar, seperti pernikahan sesama gay demi HAM. Bagaimana bentuk dakwah_islamisasi dalam mengantisipasi ini? Bagaimana cara dakwah_islamisasi terhadap media informasi massa?

Dalam menghadapi promosi budaya gay misalnya, apa perlu penjabaran dan sosialisasi dakwah Nabi Luth, antara lain seperti tercantum dalam QS 7:80-81, 11:78-80, 27:54-55, 29:28-29, Dan bagamana bentuk penjabaran dan sosialisanya? Ataukah hanya dengan mengembalikannya saja kepada Allah untuk menurunkan hukumannya?

Bagaimana bentuk dakwah_islamisasi yang dapat menanamkan, menumbuhkan kepercayaan, keyakinan akan kebenaran Islam? Misalnya, bagaimana cara mendakwahkan “alam tarakai” (QS 105:1-5) agar dapat timbul keyakinan, bahwa prtolongn Allah, antara lain berupa “thairan ababil” pasti akan datang menumpas, menghancurkan musuh-musuh Islam seperti persekongkolan Israel dan sekutunya Amerika Serikat dan lain-lain?

setstats1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: