Belajar mengenal Pola Umum Pembangunan Nasiona

Belajar mengenal Pola Umum Pembangunan Nasional

Catatan serbanekaasrir pasir (Asrir Sutanmaradjo)

Pembangunan Nasional adalah Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya, Pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata secara materiil dan spiritual. Mengacu pada Pembukaan UUD-45, yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesi dan seluruh Tumpah Darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupabn Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi, kemerdekaan dan keadilan sosial (bukan jadi antek-antek negara adikuasa). Pola Pembangunan Nasional harus ditinjau kembali sekali lima tahun untuk disesuaikan dengan perkembangan kehidupan Rakyat dan Bangsa Indonesia.

Segala sesuatu usaha dan kegiatan pembangunan harus dimanfa’atkan sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan Rakyat dan bagi pengembangan pribadi Warga Negara (Simak pasal 33-UUD-45).

Segala sesuatu usaha harus dilakukan secara bersama-sama, secara agotong-royong dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan (bukan dijiwai oleh semangat egoisme, individualisme, materialism, kapitalisme).

Dalam menyelesaikan masalah-masalah Nasional (konflik, sengketa, selisih, beda pendapat) sejauh mngkin diusahakan menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat (bukan menempuh unjuk rasa, unjuk gigi, unjuk kuasa, adu otot, adu jotos).

(Pembanguanan Nasional berasaskan : Asas Manfa’at, Kekeluargaan, Demokrasi, Adil dan Merata, Keseimbangan, Kepatutan/kepantasan).

Modal Dasar Pembangunan Nasional terdiri antara lain : geografi, kekayaan alam (di darat dan di laut, di atas dan di dalam bumi), penduduk (tenaga kerja, tenaga beli), mental-spiritual, kultural.

Bidang usaha/sasaran Pembangunan Nasional antara lain mencakup : Bidang Ekonomi (Sektor prtanian, industri, pertambangan, energi, infrastruktur, perdagangan,  koperasi), Agama,Pendidikan, Kebudayaan, Sains, Teknologi, Riset, Kesehatan,  Politik, Pertahanan, Keamanan, Kependudukan, Tenaga kerja, Transmigrasi, Perumahan, Lingkungan hidup.

Pola Pembangunan Nasional, haruslah terintegarsi, terpadu. Disusun untuk mencapai tujuan yang jelas, yang SMART (yang Specific, tertentu, yang Measurable, terukur, yang Achievable, terjangkau, yang Realistic, objektif, yang Timed, terbatas).  (Simak Patrick Forsyth : “Negosiasi Menang-Menang dengan Komunikasi Persuasif”, Gramedia, Jakarta, 1996, hal 69(.

Dulu diperkenalkan konsep SWOT analisis (Strength-Weakness-Opportunity-Threat). Menganalisis kelemahan (wakness) dan menghitung risiko/ancaman (threat) itu diperlukan. Lebih penting lagi dari itu adalah mengidentifikasi dan memfokuskan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity).

Kini diperkenalkan konsep SOAR (Strengths-Opportunity-Aspiration-Result). Konsep ini beroriemtasi “appreciative inquiry”, yaitu menghargai dan menggali hal-hal yang positif dan kekuatan (strength) yang terlihat maupun tersembunyi. “Allow your thoughts to take you to heights of greatness”. Dengan pola pikir ini, berobsesi terhadap aspirasi (aspiration) dan kesempatan (opportunity) sehingga hasil (result) terpenuhi optimism (Simak Eileen Rachman & Sylvina Savitri : “Mentalitas Elang”, KOMPAS, Sabtu, 6 Agustus 2011, hal 33, “Klasika : Karier”).

Bekasi 23 Maret 2012 08.30

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: