Empat masalah yang diperdebatkan umat Islam

Empat masalah yang diperdebatkan umat Islam Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradjo) Kekeliruan (syubhat) yang terjadi di kalangan umat manusia adalah karena disebabkan perdayaan-godaan-rayuan-bujukan-waswas khannas (dari jin dan manusia). Kekeliruan yang berkembang di kalangan umat Islam berasal dari orang-orang munafik pada masa Rasulullah saw karena mereka memang tidak senang kepada Rasulullah dan kepada Islam. Umat Islam bisa keliru pemahamannya bilamana lupa akan ajaran Qur-an dan Hadits. Rasulullah mengingatkan bahwa kalian (umat Islam) tak akan tersesat bilamana kalian berpegang teguh pada Qur-an dan Hadits, tidak menyia-nyiakan, tidak meremehkan Qur-an dan Hadits. Rasulullah juga mengingatkan agar memikirkan/merenungkan tentang makhluk dan sekali-kali tidak memikirkan/merenungkan tentang Khaliq. Ada empat masalah pokok yang diperdebatkan/diperselisihkan umat Islam : Pertama masalah sifat dan keesaan Allah, termasuk sifat azali-Nya. Sebagian sekte mengakuainya dan sebagian yang lain menolaknya. Demikian pula tentang sifat yang wajib (niscaya), jaiz (mungkin) dan mustahil (tidak mungkin) bagi zat-Nya. Masalah ini menjadi perdebatan di antara golongan Asy’ariyyah, Karamiyyah, Mujasamah dan Mu’tazilah. Kdua masalah qadha, qadar dan keadilan Allah, jabar dan kasab, keinginan berbuat baik dan jahat, masalah yang berada di luar kemampuan manusia dan maslah yang diketahui dengan jelas (badihiyah). Sebagian sekte menganggap masalah ini ada dan sebagian lagi menganggapya tidak ada. Masalah ini diperdebatkan di antara golongan Qadariyyah, najjariyyah, Jabariyyah, Asy’ariyyaah dan Karamiyyah. Ketiga masalah wa’ad (janji), wa’id (ancaman), danAsma Allah. Demikian pula tentang hukum-hukum Allah meliputi masalah iman, tauhid, janji ancaman, anji memberi harapan, kekafiran dan kesesaatan. Sebagian sekte menganggapnya ada an sebagian yang lain menolaknya. Maslah ini diperdebatkan di antara golongan Murji’ah, Wa’idiyah, Mu’taziah, Asy’ariyyah dan Karamiyyah. Keempat masalah wahyu, akal, kenabian (nubuwah), [kehendak Allah mengenai] yang baik dan yang lebih baik, mamah, kebaikan dan keburukan kasih saying Allah, kesucian para nabi, syarat-syarat imamah. Sebagian sekte menanggap imam dipilih, sementqara mengenai cara penggantian imim ada yang mengatakan melalui proses pemilihan. Masalah ini diperselisihkan di antara golongan Sti’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Karamiyyah dan Asy’ariyyah. Emat mazdhab di kalangan umat Muslim adalah Syi’ah, Qadariyyah, Shifatiyyah dan Khawarij. Asy-Syahrstani : “Al-Milal wa Al-Nihal”, alihahasa Prof Asywadie Syukur Lc, Bna Ilmu, Surabaya, 2005, Buku 1, hal 5, 7 [almuqaddimah atstsalitsah], 11 [almuqaddimah arrabi’ah]). (Sekte-sekte setelah Syahrastani : Yazidiyah, Al-Babiyan, Druze, Ahlul Al-Haq, Alawiyah, Assasin, Black Muslim, Gerakan Qadiyaniyah, Gerakan Anti Agama. Di Indonesia muncul Ikar Sunnah, Isa Bugis, Darul Arqqam, Ma’had Al-Zaitun,Lembaga Kerasulan, Islam Jama’ah, Salamullah [Hartono Ahmad Jaiz : “Aliran & Paham Sesat di Indonesia”]). Bekasi 31 Maret 2012 07.00 Akidah firqah Islam Jahmiyah/Jabariyah beriktikad bahwa tidak sah mensifati Allah dengan yang serupa dengan makluk. Bahwa Al-Qur-an itu Hawadits, Makhluk, bukan Qadim, Khaliq. Bahwa Allah tidak dapat dilihat, juga oleh penghuni surge di hari akhirat. Bahwa surge dan neraka itu belum ada, baru diciptakan setelah Hari Kiamat. Bahwa manusia itu tak mempunyai kodrat untuk berbuat. Qadariyyah beriktikad bahwa manusia itu mempunyai kodrat untuk berbuat. Murjiah beriktikad bahwa pengakuan itu tidak bertambah, tidak berkurang. Mu’tazilah beriktikad bahwa Al-Qur-an adalah makluk, taka da yang Qadim selain Allah. Bahwa Alaha tak mempunyai sifat serupa manusia. Bahwa Allah tak dapat dilihat, juga di Hari Akhir. Bahwa surge dan neraka belum diciptakan, baru anti setelah Hisab. Bahwa surge dan neraka itu tak abadi. Bahwa yang menentukan nasib mansia adalah manausia sendiri. Khawarij mengkafirkan Utsman, Ali, pelaku dosa besar, yang tak mau berjihad. Menolak hukum rajam, beriktikad ahwa anak-anak orang musyrik masuk neraka, bahwa boleh membunuh kanak-kanak yang menantang mereka Ahli atsar (ulama hadits) Ahli Bid’ah sebagai Waqi’ah; Zindiq sebagai Husyuwiyah. Ahli Sunnah (wal Jama’ah) menyebut Qadariyah sebagai Mujabbarah; Murji-ah sebagai Mukhalafah, Nuqshawiyah; Rafidhah sebagai Tsaniyah (“Ahlus Sunnah wa I’tiqad Diin”). Bkasi 1 April 2012 07.30

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: