Mubahalah (1)

Ulasan Pengguna – Tandai sebagai tidak pantas
1200AQssalamu'alaikum w.w.
Kepada Yth Saudara Ahmad Hariadi
(1) Re : “Mengapa Saya Keluar dari Ahmadiyah Qadiani”
1. “Mubahalah” mengacu pada “Nabtahil” dalam ayat QS 3:61 (Halaman 103).
2. Mubahalah saling berdo’a bersama-sama memohon laknat/kutukan Allah terhadap yang berbohong/berdusta.
3. Penambil inisiatif ntuk elakukan mubahalah adalah Rasulullah saw atas perintah Allah sendiri.
4. Ajakan mubahalah tak prnah dapat sambutan dari lawan Rasulullah saw. Ajakan Mubahalah diserukan kepada lawan (objek dakwah) yang masih saja keras kepala (tetap membangkang).
5. Printah mubahalah hanya khusus terhadap Rasulullah saw, dan bukan perintah umum untuk setiap orang Islam.
6. Acuan dakwah bagi segenap umat Islam, barangkali hanya terbata pada ayat QS 16:125, 109:1-6, 10:104,109, 9:98-99, 5:59,68,77,100, 6:151, 7:158).
7. Persoalannya/bagaimana memahaminya.
1. Apakah dengan Mubahalah (yang dilakukan bukan oleh Rasulullah saw atas perintah Allah) akan tampak jelas perbedaan antara yang benar dan yang bohong.
2. Disebutkan dalam ayat QS 2:61, 3:112, bahwa orang Yahudi/Bani Israil akan ditimpa kehinaan dan kemurkaaan Allah di mana saja disebabkan oleh kekufuran akan aturan Allah dan aturan Ulil Amri.
Pertanyaan/masalah : apakah ayat ini juga berlaku bagi umat Islam. Namun yang tampak kasat mata di dunia ini, bahwa yang menantangg aturan Allah dan aturan Ulil Amri memperoleh predikat Adi Daya, Adi Kuasa.
3. Dalam ayat QS 3:139, 47:35 disebutkan bahwa umat Islam itulah umat unggulan. Namun yang tampak kasat mata, tetap saja yang menantang aturan Allah dan aturan Ulil Amri yang unggul, jaya, sebagai umat pemengang. Sedangkan umat Islam tetap saja sebagai umat pecundang, bulan-bulalan negara Adi Daya, Adi Kuasa.
4. Dalam ayat 9:33 48:28, 61:9 disebutkan bahwa Islam itu akan mengungguli agama lain. Apakah ini hanya terbatas untuk jazirah Arab saja ataukah serlaku secara internasional. Ataukah berlakunya nanti menjelang kiamat.
Wassalam
catatan serbaneka asrir pasir
(2) Teka-teki
Apa hikmahnya dalam alQuran terdapat hal-hal yang berupa seolah-olah teka-teki, berupa mutasyabihat, padahal dinyatakan bahwa dalam alQuran itu yang ada hanyalah yang pasti, yang tak diragukan, yang tak debatable. Misalnya tentang jumlah ahlul kahfi, jumlah pemuda yang bersembunyi di gua, apakah tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan dengan anjingnya (QS 18:22). Tentang sosok DzulQarnin (QS 18:82), Yakjuj wa Makjuj (QS 18:94), Luqman (QS 31:12), mertua Nabi Musa (QS 28:27), malam qadar (QS 97:3), kadar/lama satu tahun (QS 32:5, 70:4), tempat nabi Isa (QS 3:55, 4:158), makna senggol/lamas (QS4:42, 5:6), penyebutan budak (ma malakat aimanuhum) dalam sejumlah ayat (antara lain dalam QS 23:6, 70:30) ?
(written by sicumpaz@gmail.com at BKS1107121900)
Assalamu’alaikum w.w.
(3) Re : Mecari Persepsi (Wacana) tentang misi Islam
Mohon penjelasan perihal berikut :
1. Terkait akhir ayat QS 5:3, apakah misi Islam sudah selesai, sudah
berakhir ketika dinyatakan bahwa agama Islam sudah lengkap, sempurna ?
2. Terkait ayat QS 9:33, 61:9, apakah misi Islam sudah selesai, sudah
berakhir, ketika agama Islam sudah merata di seluruh jazirah Arab,
sudah tak ada lagi kaum musyrik ?
3. Terkait ayat QS 9:28, dan tafsirnya (dalam “Tafsir AlAzhar”, X:162,
XXVIII:68,181), apakah kaum musyrik itu sebatas kaum kafir Quraisy
pada masa Rasulullah saw ?
4. Terkait gambar/lukisan surga dalam Quran, apakah misi Islam
terbatas untuk penghuni jazirah Arab masa lalu (“Idiom tentang surga
berdasarkan kepada konteks pengalaman budaya masyarakat Arab pasti
berbeda dengan ‘idiom surga’nya orang Jawa”, kata Emha Ainun Nadjib,
dalam “Surat Kepada Kanjeng Nabi”, Mizan, Bandung, 1997:392) ?
Terima kasih.
Wassalam.
(written by sicumpaz@gmail.com)

Ulasan Pengguna – Tandai sebagai tidak pantas

Assalamualaikum wr.wb
Sodara haryadi: menurut pengakuan dari anggota ahmadiyah,sebelumnya anda adalah seorang mubaligh ahmadiyah.dan menurut anggota ahmadiyah sebenar nya anda bukan keluar dari ahmadiyah,melainkan anda di keluarkan dari anggota ahmadiyah.karena anda telah meniduri seorang janda yang bukan muhrim anda,sedangkan kedudukan anda pada waktu itu adalah seorang mubaligh.apakah itu benar?

catatan serbaneka asrir pasir
Kamis 15 Sptember 2011

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: