Pandangan Perjuangan PRD

Pandangan dan Perjuangan PRD

PRD menggunakan teori Historis Materialis untuk menganalisa
situasi. PRD menganalisa situasi dengan menggunakan teori Historis
Materialis. Situasi tercipta kkarena faktor Historis Ekonomis. Mengacu
pada Masyarakat Eropah, pertumbuhan masyaraka t berjalan dari
oer-komunisme (komunisme purba), perbudakan, feodalisme, kapitalisme,
imperialisme, sosialisme, kembali ke komunisme. (Soegiarso Soerojo :
�Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai�, 1988:393). �PRD memahami sejarah
perkembangan kemajuan/per adaban masyarakat berdasarkan perkembangan
cara-caranya memenuhi kebutuhan hidupnya�.

PRD memandang pemerintah koalisi konstitusional di bawah
pimpinan Presiden Soekarno lebih mementingkan rakyat. Pemerintah ORLA itu
dikendalikan oleh NASAKOM dengan porosnya PKI bersama PNI dan NU.

Munculnya kesadaran rakyat menurut PRD dipengaruhi oleh
Revolusi Cina dan Revolusi Rusia.

PRD menyanjung Serikat Buruh ISDV. Pergerakan nasional modern
Indonesia menurut PRD diawali dengan kemunculan Serikat Buruh. Salah
satunya adalah ISDV yang didirikan pada tahun 1914, yang secara sistimatis
mengajarkan pengetahuan progressif k epada para aktivis buruh dan menjadi
senjata material dalam perjuangan pembebasan. Pada tanggal 23 Mei 1920
berdirilah untuk pertama kalinya di Asia, sebuah partai kaum radikal,
yakni Perserikatan Komunis Hindia (PKI). Partai ini lahir ketika
imperialisme
di tanah jajahannya telah melahirkan kaum buruh.

PRD menyanjung pemberontakan komunis 1926/1927 sebagai puncak
perjuangan pembebasan menentang imperialisme.

PRD menggantungkan kekuatannya kepada konsolidasi kaum buruh,
tani dan kaum tertindas lainnya.

PRD memandang bahwa perjuangan bersenjata merupakan kebutuhan
massa.

PRD menyanjung GERINDO (Gerakan Rakyat Indonesia) dengan Amir
Syarifuddin-nya yang memelopori pengkonsolidasian kekuatan rakyat. Amir
Syarifuddin dipandang PRD sebagai orang yang paling konsisten
anti-fasisme.

PRD memandang bahwa revolusi pembebasan nasional tahun 1945
gagal menghasilkan demokrasi sejati bagi rakyat. Karena rakyat radikal tak
berhasil mengambil kepemimpinan dalam perjuangan pembebasan nasional.
Rakyat dalam pandangan PRD adalah kaum
radikal. Sasaran PRD (kaum radikal) adalah kaum demokrat-liberal/borjuis.
Revolusi Agustus 45 dalam pandangan PRD adalah berwatak revolusi borjuis
demokratik, dan gagal mendirikan pemerintahan kerakyatan, pemerintahan
yang dipegang oleh kaum radikal. Sed angkan 5 Juli 1959 merupakan puncak
dari akumulasi kekuatan militer.

Pemberontakan PKI di Madiun (1948) disebut PRD dengan
Peristiwa Provokasi Madiun (1948).

Dalam pandangan PRD, pada sa�at menjelang GESTAPU ada tiga
kelompok : Faksi Dewan Jenderal, Faksi Soeharto dan Faksi Nasution. Di
kalangan kelompok Soeharto ditemukan yang pertama-tama memiliki bank dan
Perusahaan, ekspor-impor, serta yang men jalin kontak-kontak luar negeri
seperti malaysia.

Dalam pandangan PRD, peristiwa GESTAPU (yang disebutnya
peristiwa 1 Oktober 1965) adalah peristiwa pemukulan PKI terhadap Dewan
Jenderal (kecuali Soemitro) dan Faksi Nasution. PRD mengagumi GESTAPU-PKI,
karena telah berhasil memukul rivalnya F aksi Soeharto dengan KOSTRAD-nya,
berhasil mengambil alih kepemimpinan dalam operasi kontra GESTAPU. PRD
menuding Soeharto sebagai pelaku pembantaian 1,5 juta manusia berdasarkan
informasi yang dikutip makalah Permadi.

ICMI diberi label oleh PRD dengan wakil Islam koloborator.

Senjata yang digunakan PRD adalah penggerakan mogok dan
demonstrasi.

PRD mendukung pemisahan antara agama dengan negara, tapi
menghendaki agar sarana ibadah disediakan oleh negara. PRD menghendaki
agar negara menghormati dan mengakui hak-hak asasi kaum homoseksual dan
transeksual (?).

Strategi dan Taktik Perjuangan PRD menggunakan senjata agitas,
propaganda (agitrop).

PRD mengintrodusir adanya aliansi antara ORBA Soeharto dengan
Islam moderat.

PDI dan NU dinilai PRD seagai organisasi yang membawa watak
demokrasi populisme-borjuis kecil di tingkat legal formal.

Kaum Buruh adalah andalan PRD, karena Kaum Buruh menurut PRD
telah terbukti konsisten dalam melakukan perlawanan terhadap rejim Orde
Baru. (Kaum Buruh lahir dari rahim kaum
kapitalis-demokrat-liberal/borjuis).

PRD menghendaki agar regim Orde Baru diadili oleh Pengadilan
Internasional untuk mempertanggungjawabkan pembantaian 1,5 juta manusia
ketika merebut kekuasaan pada tahun 1965 (66?).

PRD menggunakan secara kolektif sarana komunikasi internet,
Fax, telepon, Caraka, dan jasa titipan kilat swasta untuk surat. (Fotokopi
Manifesto Politik PRD, 22 Juli 1996).

Enam puluh orang personel PRD dilatih di Filipina, ungkap
Dirjen Sospol (REPUBLIKA, Rabu, 31 Juli 1996, hal 11).

Haris, aktivis PRD mengatakan �ajaran Leninisme dan Marxisme
perlu dikembangkan di Indonesia saat ini� (SABILI, No.26, VII, 14 Juni
2000, hal 43).

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: