Masalah kajian

Masalah kajian

Malaikat pernah mempermasalahkan “Mengapa Engkau (Ya Allah) hendak menjadikana (khalifah) di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah ?”. Allah menjelaskan “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (dari terjemah QS Baqarah 2:30).

Bagaimana, kalau pada masa kini ada yang mempertanyakan “Ya Allah. Untuk apa Engkau hadirkan di bumi ini orang-orang yang suka berbuat tindak kejahatan. Berbuat maksiat, munkar, fahsya. Berbuat onar, makar, kerusakan, kerusuhan, keresahan. Berbuat zalim, aniaya, sadis, brutal, kejam. Membunuh, membantai. Berantam, beradu otot, bentrok fisik. Membakar rumah, membakar petasan. Kumpul kebo, aborsi, prostitusi. Memperkosa. Maling, mencuri, menjambret, merampas, merampok, merompak. Berkolusi, korupsi, menipu. Berjudi. Teler, minum miras. Membuat, mengedarkan, menggunakan narkotika, ganja, petasan. Sogok-menyogok, suap-menyuap, semir-menyemir. Joki, Dan lain-lain.

Apakah Allah akan menjelaskan bahwa ” Keluhanmu telah Aku denar1 Andaikan kalian yang menciptakan Adam dan anak cucunya, niscaya kalian tak sampaia hati berbuat yang demikian”. “Akulah penciptany, maka biarkanlah Aku bersama hamba-hambaKu, kelak apabila mereka kembali bertaubat kepadaKu, maka Akulah Dzat Yang Maha Penyayang kepada mereka, dan kepada mereka tidak bertaubat, maka Akulah yang akan membimbing (memperbaiki) mereka” (penggalan kutipan terjemahan hadist dalam tulisan Khalid Muhammad Khalid “”emanusiaan Muhammad”” 1984:62, Prof H Bismar Siregar SH “Ajarkanlah al-Qur:an”, Lembaran Syi’ar SUARA ISLAM, no:137, Th.IV 16 Juni 1995).

Bagaimana pula kalau ada yang menggambarkan betapa tak berdayanya manusia yang lemah ini dalam menghadapi kehendak Tuhan. Manusia dilukiskan seaka-akan hanyalah merupakan barang permainan belaka. Seumpama golek (boneka) dalam permainan wayang untuk menghibur (menyenangkan sang dalang. Tak berdaya, tak mempunyai kehendak, kekuasaan (dari tulisan Drs Samaun “Napas Ketuhanan Dalam Puisi Amir Hamzah”, GELANGGANG, No.2, Tahun ke-I, 1967:11,15, tulisan Haryo Pangastuti “Mengenang Kembali Amir Hamzah”, PANJI MASYARAKAT, No.225, 15 Juni 1977:42, PANJI MASYARAKAT, No.175, 15 Mei 1975:24)

= Bekasi 7 Desember 2000 =

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: