Perkembangan imperialisme, koloialisme dan kristenisasi

Sekilas pertumbuhan imperialisme, kolonialisme, kristenisasi

1 Empat abad setelah kedatangan Islam, yaitu sekitar tahun 1077 seluruh daerah Palestina, Syria dan Asia Kecil beralih ke bawah kekuasaan kerajaan Bani Seljuk (Turki Islam, 1037=1300). Bani Seljuk bertabiat agak kasar, meskipun sudah memeluk Islam, sehingga ummat Nasrani merasa terhalang (tidak bebas) berkunjung berziarah ke tempat-tempat suci di Palestina, terutama ke kota Yerusalem. Kaisar Alexius dari Romawi Timur (Byzantium, Katholik Yunani, 345-1453) merasa keamanan dan keselamatan negerinya terancam, sehingga ia mendorong Paus Urbanus II menggerakkan ummat Nasrani untuk membebaskan tanah suci Palestina. Tanggal 26 November 1095 dalam suatu pertemuan di Clermont (Perancis Selatan), Paus Urbanus II mengobarkan semangat peperangan ummat Nasrani mengangkat senjata merebut kembali Yerusalem dari ummat Islam serta amenaklukkan mereka. Akhirnya meletuslah perang Salib yang berlansung selama dua abad dari 1096 sampai 1291 sebanyak tujuh kali perperangan.

Beratus ribu pasukan Salib (Eropa Nasrani) bersatu padu di bawah pimpinan rajanya masing-masing seperti Godfried dari Bouillon (1096), Friedrikch I (1152-1190) dan Friedrich II Barbarossa (12-12-1250) dari Jerman, Philippe II Auguste (1204), Lous IX, Sang Kudus (1226-1270) dari Perancis, Richard Lionheart (1189-1199) dari Inggeris merebut Yerusalem. Tahun 1099 Yerusalem jatuh ke tangan pasukan Salib. P asukan Salib melakukan kekejaman dan kekerasan, menyembelih puluhan ribu umat Islam. (Sejarah mencatat bahwa sebenarnya sejak masa permulaan agama Kristen hingga masa kini seluruh penjuru bumi ini telah berlumuran darah atas nama Almasih. Telah dilumuri oleh Rumawi, dilumuri oleh bangsa-bangsa Eropa. Perang-perang Salib terjadi karena dikobarkan oleh orang-orang Kristen, bukan oleh orang Islam. Menaglirnya pasukan-pasukan tentara sejak ratusan tahun dari Eropa menuju daerah-daerah Islam di Timur, adalah atas nama Salib : peperangan, pembunuhan, pertumpahan darah. Dan setiap kali, Paus-Paus sebagai pengganti Yesus, memberi berkah dan restu kepada pasukan-pasukan tentara itu. Sejarah juga mencatat bahwa dengan Inkwisisi dari 1481 sampai 1808, 340.000 orang telah dijatuhi hukuman, dan hampir 34.000 dibakar. Dan selama abad ke-11, 12 dan 13 di Madrid saja 300.000 orang telah dibubuh karena dituduh menyimpang dari ajaran agama. Kini posisi Vatikan beralih ke Amerika Serikat dan sekutunya).

Sultan Salahuddin (1157-1193) dari Bani Ayyubiah (Mesir, 1168-1250) mengerahkan angkatan perangnya, membantu kekompakan dan kebersatuan pasukan Islam menyerang dan menghancurkan memporakporandakan pasukan Salib). Tahun 1178 Sultan Salahuddin menduduki negeri-negeri Nasrani di Syria dan tanggal 2 Oktober 1187 merebut kembali Yerusalem. Sultan Salahuddin memberikan bantuan berupa makanan, uang dan alat-alat yang diperlukan kepada ummat Nasrani untuk pindah (mengungsi) meninggalkan daerah yang didudukinya. Ketika mundur menyeberangi sebuah sungai di Sisilia, Friedrich hanyut, terbenam terbawa arus air. Tahun 1223 Paus Innocentus III menggerahkan pasukan Salib untuk merebut Konstantinopel (Istanbul) tapi dapat ditangkis oleh pasukan Islam Turki. Tahun 1229 Friedrich II berhasil merebut kembali Yerusalem. Ummat Nasrani bebas berziarah ke tanah suci Palestina. Kaisar Louis IX menyerang Mesir tahun 1248 dan menyerang Tunisia tahun 1270 tetapi pasukannya dikalahkan dan dihancurkan oleh pasukan Islam (Mesir, Tunisia). Barulah enam abad kemudian, yaitu tahun 1881 Perancis berhasil menduduki Tunisia (protektorat) dan tahaun 1882 Inggeris berhsil menduduki Mesir, dan tahun 1917-1912 Inggeris menduduki Palestina.

Setelah tujuh kali peperangan, tanah suci Palestina kembali tetap di bawah kekuasaan kerajaan Islam. Namun demikian ummat Nasrani sudah bebas, tak terhalang berkunjung berziarah ke tempat suci di Palestina dan untuk sementara Eropah dapat merasa aman dari serbuan Bani Seljuk. Di samping itu Perang Salib juga mendatangkan keuntungan bagi Eropah di lapangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, perniagaan, dan industri akibat kontak dengan orang-orang Arab Islam. Sebelum itu di pertengahan abad ke-11 di Baghdad sudah berdiri Perguruan Tinggi, seagai pusat ilmu pengetahuan Arab. Hubungan perdagangan antara Eropah dan Dunia Timur (India dan Cina) melalui daerah-daerah di pinggir timur Laut Tengah, seperti Asia Kecil, Syria, Palestina, Mesir dan sebagainya mulai ramai. Pada penutup Perang Dunia Pertama, pemerintah mengirimkan pasukan Salib terakhir (Pasukan Salib ke-8) menyerbu, memasuki, menduduki kota suci al-Quds di bawah pimpinan Lord Allenby sebagai wakil sekutu (Inggeris, Perancis, Italia, Rumania dan Amerika). Ketika Lord Aallenby memasuki, menduduki kota suci al-Quds tahun 1918 ia mengucapkan “Sekarang Perang Salib sudah selesai”. Ketika menerima kunjungan beberapa anggauta Parlemen Perancis, Menteri Peraqncis Pida menyebutkan pertempuran yang berkecamuk di Marokko sebagai pertempuran antara Bulan Sabit dan Salib. (Ketika membicarakan RUU tentang penyensoran literatur-literatur yang mengandung unsur pornografis, dalam pidatonya di sidang Parlemen Inggeris, Mr R T Payet dari Labour Party mengatakan “I know of no book in history which could compare with the Bible as a source of brutality and sadistic conduct”. Di samping itu seorang suci Katholik, St Agustine pernah mengatakan “I should not believe in the Gospel if I had autorithy of the church for so doing”)

2 Setelah Perang Salib usai tahun 1291, Eropah sibuk berperang sesamanya antara kerajaan-kerajaan nasional. Lima abad setelah runtuhnya kerajaam Romawi Barat (Katholik Roma, 395-476), yaitu antara tahun 1000-1100 timbul kerajaan-kerajaan nasional Nasrani, seperti Castilian, Aragon, Navaca. Tahun 1338-1453 terjadi peperangan antara kerajaan Inggeris dengan kerajaan Perancis. Tahun 1139 pasukan Nasrani di bawah Alfonsi I dari Casitlia mengalahkan pasukan Islam (Bani Moratiyah, 1086-1145) dan mendirikan kerajaan Portugal. Bani Usmaniyah Turki Islam (1323-1923) kembali menyerang Eropah melalaui selat Dardanella tahun 1354 merebut Adrianopel dan Yunani tahun 1360, menyerang Hungaria tahun 1391 dan menduduki Bulgaria tahun 1393-1878. Barulah tiga abad kemudian, yaitu tahun 1699 Hungaria melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan Bani Usmaniyah Turki Islam.

3 Pada tahun 1453 pusat kerajaan Romawi Timur (Byzantium, Konstantinopel, Istambul) jatuh ke bawah kekuasaan Bani Usmaniyah, dan tahun 1480 Balkan juga jatuh ke bawah kekuasaan Bani Usmaniyah. Pada tahun 1492 ummat nasrani berhasil mendepak ummat Islam keluar dari Spanyol dan Portugal setelah berkuasa selama tujuh abad, yaitu tahun 711-1492, berturut-turut dari Bani Umawiyah Cordoba Islam (756-1031), Bani Morabiyah Afrika Islam (1086-1145), Bani Muwahidin Afrika (1145-1269). Sejak tahun 1031 Bani Umawiyah Cordova terpecah belah atas beberapa kerajaan yang disebut Mulukut-tawaif. Tanggal 2 Januari 1492 Abu Abdillah Muhammad terpaksa menyerahkan kunci istana Bani Ahmar dan tampuk pemerintahan kerajaan Granada ke tangan raja Aragon Fernandoo V dan Ratu Castilla Isabella. Isabella I (1086-1504) mengusir ummat Islam Afrika dari Spanyol dan mendirikan kerajaan Spanyol. Akibatnya hubungan perdagangan antara Eropah Selatan dan pinggir timur laut Tengah terputus. Pelaut-pelaut Eropah Barat Nasrani dengan dipelopori oleh pelaut-pelaut Portugis mencari jalan baru ke Dunia Timur (India, Nusantara, Cina) serta memaksa penduduk yang dijumpai masuk Nasrani. Tahun 1498 Vasco da Gama berhasil menemukan jalan laut ke India. Abad ke 15-16 adalah masa penjelajahan samudera pelaut-pelaut Eropah Nasrani menguasai perdagangan (monopoli), merampas negeri (koloni), mencari kekayaan, emas dan perak (Gold), menyebarkan agama Nasrani (Gospel), mencari kejayaan dan kekuasaan (Glory) yang dikenal dengan Tiga G (Gold, Gospel, Glory). Di samping sebagai pelaut-pedagang, mereka juga sebagai perajurit pasukan Nasrani membawa semangat pembalasan menghancurkan benteng-benteng dan pusat-pusat Islam yang mereka jumpai akibat dendam karena Iberia (Spanyol, Portugal) dikuasai oleh kerajaan Islam (Ummawiyah, Morabitiyah,Muwahidin) selama tujuh abad. (RECONQUESTA : la concuete du monde musulm). Sampai di Maluku, Halmahera, Bacan, Ambon dan tempat-tempat lain mereka menyebarkan agama Nasrani, menasranikan penduduknya. Pada setiap kapal laut mereka selalu turut serta paderi yang bertujuan menyebarkan agama Nasrani di daerah-daerah yang dijumpainya. Palang Salib selalu menghiasi layar-layar kapal, alat-alat senjata, baju-baju jubah mereka. Rasa-rasanya sukar memilah-milahkan Kristenisasi, Kolonialisme, Imperialisme. Perjuangan bangsa Indonesia di bawah pimpinan Sultang Agung (1613-1645), Sultan Hasanuddin (1654-1669) dan pelanjutnya rasanya sukar disebut hanya terbatas sebagai perlawanan terhadap penjajajan kolonial Eropah. Jepang sejak 1638 menjalankan politik isolasi menutup negerinya dari masuknya orang-orang dan pengaruh dari Eropah, melarang agama nasrani, mengusir para pendeta Nasrani. Nasrani sendiri pada hakaekatnya merupakan paduan unsur-unsur kehidupan budaya Yunani-Romawi Kuno, Gereja Nasrani dan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan (IPTEK).

(Selintas pertumbuhan wajah Imperialisme, Kolonialisme, Kristenisasi, antara lain disimak dari Drs Tugiyono Ks : IPS Sejarah untuk SMP, jilid 2b, 1983).

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: