Antara Konfrontatif Dan Kompromis Pluralisme

Antara Konfrontatif Dan Kompromis Pluralisme

Nurcholish Madjid menggunakan ayat QS 2:251 untuk membenarkan, untuk mengesahkan, bahwa pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan ummat manusia, antara lain melalui mekanisme pengawsan dan pengembangan yang dihasilkannya. Bahwa Allah menciptakan manusia guna memelihara keutuhan bumi, dan merupakan salah satu wujud kemurahan Tuhan yang melimpah kepada ummat manusia. “Seandainya Allah tidak mengimbangi segolongan manusia dengan segolongan yang alin, maka pastilah bumi akan hancur, namun Allah mempunyai kemurahan yang melimpah kepada seluruh alam” (QS 2:251) (Tabloid TEKAD, No.18, Tahun I, 1-7 Maret 1999, hal 2, Fatsoen).

Sebaliknya, Sayid Quthub memahaami bahwa dunia ini sejak dulu hingga nanti hanyalah perjuangan antara ahak dan bathil, peperangan dan pertempuran antara keganasan dan kelembutan, antara Thalut dan Jalut. Jika Allah tidak menolak keganasan seagian manusia terhadap yang sebagian yang lain, tentu bumi ini telah rusak binasa, karena masing-masing pihak akan mengadu kekuatan dan saling mempertahankan diri.

Tetapi allah mempunyai cara lain dan perhitungan tersendiri. Allah mempunyai karunia yang dicurahkan atas alam semesta ini sehingga keruakan dapat diatasa walaupun perjuangan terus berlangsung hingga akhir zaman, setahap demi setahap Allah menggiring manusia dan alam ini ke dalam kebaikan dan perbaikan, yang pada akhirnya kebenaran (hak) pasti menang.

Maka dengan hikmah-Nya, alam ini diatur menurut hukum alam yang rapi dan pasti. Dengan karunia-Nya, hidup ini dilingkari dengan sistem hidup yang serasi dan simeri. Dengan tali-Nya manausia dipimpin ke arah kebenaran secara fitrah manusia dan imani Ilahi.

Untuk mempertahanakan kebenaran, Allah mempersiapkan umat pilihan n(QS 2:143), umat terbaik yang ditampilkan, menyeru kepada kebenaran dan membasmi kebathilan, mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran (QS 3:110).

Di bahwa kepemimpinan umat itulah bumi, manusia dan hidup akan terhindar dari keruskan dan kehancuran, maka muncullah kebenaran dengan izin allah di atas alam semesta ini, karena pertolongan Allah akan menyertai orang-orang yang berhak untuk diberi pertolongan, selama mereka tetap berada di dalam pos-Nya, berjalan di atas garis-Nya (“Tafsir Di Bawah Naungan Al-Qur:an”, II, 1985:310-311, simak juga : “Tafsir Al-Azhar”, II, 1983:290).

Barangkalai dalam ayat QS 2:251 itu tersirat jawaban terhadap pertanyaan Malaiakat dalam ayat QS 2:30 “Mengapa Engkaaua hendak menjadikan 9khalaifah0 di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?”. Allah telah menyiapkan program (taqdir) untuk mengantisipasi (menolak) kerusakana dan penumpahana darah di bumi yang tak diketahui oleh Malaikat.

“Dan jika kamu berpaling (dari ajaran Allah) niscaya Dia Allah) akan mengganti kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu ini” (QS 47:38).

Namruz-Namruz dan Fir’aun-Fir’aun masa lalu dan masa kini berkuasa dalam tenggang waktu tertentu. “Tiap-tiap umat 9generasi) mempunyai batas waktu (kejayaan atau keruntuhan). Apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesa’atpun dan tidak dapat pula memajukannya” (QS 7:34, 10:49).

1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: