Bebas merdeka dalam demokrasi

Bebas merdeka dalam demokrasi

Semua pihak bebas merdeka memperjuangkan ideologinya masing-masing. Asalkan hal itu dilaksanakan secara konstitusional melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Tak ada halangan bagi siapa pun. Hal itu kalau semua pihak sepakat bertolak dari pijakan demokrasi. Demokrasi yang benar-benar demokrasi. Bukan demokrasi-demokrasian. Dalam demokrasi-demkrasian (demokrasi semu, semi demokrasi), maka kebebasan itu bisa saja dipasung, dipancung, dibatasi, dipreteli.

Yang Kristen, baik Katholik mau pun Protestan, bebas merdeka memperjuangkan ajaran Bibel sebagai ideologi negara, secara konstitusional melalui MPR. Yang Nasionalis-Sekuler bebas merdeka berjuang mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, secara konsttitusional melalui MPR. Yang Sosialis-Komunis bebas merdeka meperjuangkan dicabutnya TAP MPRS NO.XXV/1966 tentang larangan ideologis Marxiusme, Lenisme dan Komunisme di Indonesia, secara konstitusional melalui MPR. Yang slam bebas merdeka memperjangkan dikembalikannya Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD-45, secara konstitusional melalui MPR.

Yang menolak dan menentang perjuangan dikembalikannya Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD-45, secara konstitusional melalui MPR, sesungguhnya adalah anti demokrasi, musuh demokrasi itu sendiri, yang berteriak-teriak demokrasi. Padahal Piagam Jakarta itu merupakan suatu kompromi politik, suatu kesepakatan, konsensus nasional yang ditandatangani oleh seluruh wakil golongan. Mengingkari Piagam Jakarta berarti mengkhianati konsensus nasional. Yang Islam tapi menolak dkembalikannya Piagam Jakarta, pantas dipertanyakan ke-Islam-an-nya. Ang memperjuangkan kembalinya Piagam Jakarta, tapi menolak tegaknya Negara Islam, sebenarnya tak mengerti, tak memahami yang diperjuangkannya. Sesuai dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 tentang pemberlakuan kembalinya UUD-45, maka Piagam Jakarta itu adalah jiwa dari UUD-45. Tanpa Piagam Jakarta, maka UUD-45 tak berjiwa sama sekali. Segala upaya untuk menyingkirkan Piagam Jakarta, membuat UUD-45 tak berjiwa. Alinea kelima dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menyebutkan bahwa Piagam Jakarta tertaggal 22 Juni 1945 menjiwai UUD-1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut (UUD-1945).

Negara Islam adalah negara yang warganya rela diatur dengan aturan Allah. Yang Yahudi rela diatur dengan Taurat. Yang Nasrani rela diatur dengan Injil. Yang Islam rela diatur dengan Qur:an (QS Maidah 5:66).

Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang pertama Badan Penyelidkan Usaha Persiapan Kemerdekaan menyeru agar semuanya berTuhan, menyembah Tuhannya dengan leluasa. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Nabi Isa al-Masih. Yang Islam menyembah Tuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad saw. Yang lain menjalankan ibadatnya menurut ibadahnya menurut petnju kitab yang ada padanaya.

Yang Islam hendaklah bekerja sehebat-hebatnya agar supaya sebagian terbesar kursi-kursi badan perwakilan rakyat diduduki oleh utusan-utusan Islam. Pemimpin-pemmpin Islam hendaklah menggerakkan segenap rakyat supaya mengerakan sebanaak mngkin utusan-tusan Islam ke dalam badan perwakilan rakyat. Dengan demikian, maka hukum-hukum yang keluar dari badan perwaklan rakyat itu adalah hukum Islam.

Badan perwakilan rakyat itu adalah tempat wakil-wakil rakayat berjuang sehebat-hebatnya. Yang Kristen bekerja sehebat-hebatnya agar tiap-tiap huruf di dalam peraturan-peraturan itu menurut Injil, agar sebagian besar dari pada utusan-utusan yang masuk badan perwaklan rakyat itu orang Kristen. Itlah yang adl, demokratis. Tak ada negara ang hidup, yang tidak ada aperjuangana ideologi di dalamnya.

Semua pihak yang mengaku Pancaslas, Sukarnois, pengikut Sukarno, seyogianya memahami betul hakikat demokrasi seperti yang dikemukakan oleh Sukaro itu. “I don’t agree with what you say, but I wll defend to the dead your right to saya it” ucap filosof Perancs, Voltaire (KH Fidaus AN : “Dosa-Dosa Yang Tak Boleh Berulang Lagi”, 1992:88).

1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: