Daulah Islamiah antara Impian dan Kenyataan

Daulah Islamiah antara Impian dan Kenyataan

Ketika menyaksikan sosok wajah Abdullah Azzam (Jihad Tinta dan Jihad Darah), Usamah bin Ladin (Gaya Baru Melawan Kolonialisme Masa Kini), Syamil basayev (Penebar Angin Perlawanan), Hasan al-Bana (Pemegang Saham Kebangkitan Islam), Ahmad Yassin (Perlawanan dari Atas Kursi Roda), Ali Khomeini (Rvolusi Iran dan sosok Ayatullah), Hasan at-Turabi (Dipenjara oleh Revolusi Sendiri), Mohammad Natsir (Guru yang Berpikir dan Bertindak Besar), Sayid Quthub (Kutub Revolusi Islam), Abu A’la al-Maududi (Jamaat Islam dan Revolusi Damai), Ahmad Deedat (Sang Pendebat), Yusuf al-Qardhawi (Revolusi Pemikiran Lewat Ikatan Ilmu), Harun Yahya (Yang Mememilih Jalan Pedang), yang ditampilkan SABILI, No.01, Th.X, 25 Juli 2002, edisi khusus (Saatnya Revolusi Islam), terbayang optimisme di depan mata gelora revolusi Islam dalam satu tim dengan satu pimpinan menerapakan hukum/ajaran Islam dalam seluruh dimensi kehidupan se bagai konsekwensi pengakuan “laa ilaaha illallah” (haal 67).

Kenyataan kondisi riil menunjukkan bahwa “Usia gerakan-gerakan slam telah mencapai leb ih dari tujuh puluh tahun, namun mereka masih benar-benar jauh dari tujuan dan sasaran dalam menegakkan negara Islam. Partai-partai sekuler, pera petualang, perwira militer, dan orang-orang oportunis – dengan menggunakan berbagai sarana – telah berhasil meraih kekuasaan, sementara para aktivis Islam belum jua sampai ke sana” (Musthafa Muhammad Thahhaan : “Rekonstruksi Pemikiran Menuju Gerakan Islam Modern”, 2002:139).

Aallah mengatur “program-Nya” yang di dalam Islam dinamai “taqdir” setapak demi setapak. Dengana takdir-iradah Allah, maka –rang-orang Israil yang telah sekian lama teraniaya dan tertindas di bawah kekuasaan Fir’aun dikurniai kedudukan terhormat sebagai pemimpin-pemimpin yang memimpin masyarakat yang bebas merdeka dari perbudakan dan kehinaan, sebagai pemimpin yang menerima warisan bekas wilayah kekuasaan Fir’aun. Dan berkehendaklah Kami (Allah) hendak memberi kurnia ke atas orang-orang yang diperlemah di muka bumi itu dan hendak Kami jadikan mereka itu pemimpin-pemimpin dan hendak kami jadikan mereka itu penerima waris” (QS 28:5) (Prof Dr Hamka : “Tafsir al-Azhar” XX, 1983:68-70.

1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: