Globalisasi dan Sinkretisasi

Globalisasi dan Sinkretisasi

Gambaran karikatural globalisasi barangkali dapat dilihat pada sosok dengan Topi made in France. Mata tajam mengintip kesempatan. Senyum diplomat. Pikiran luar orisinil-romantis-filosofis-sosial. Pikiran dalam politis-taktis-diplomatis-ekonomis. Tambalan semu. Bintang melati. Pakaian semarawut, bohemian. Bicara sembarang, semi-cabul, semi-mistik-unik-orisinil, semi-gila tapi tetap torable. Parlente sopan gaya salesman bisnis tapi filosofis populer. Oakai jas wol England, sekali-sekali boleh batik asal potongan yang uptodate. Rokok dunhill. Arloji digital. Sepatu made in Italy. Sandal made in Hongkong. Kos ccap cabe. Celana belel-look jean. Addres-book berisi alamat kepala surat kabar, kepala majalah, pejabat pemerintah, kritikus, kolektor, budayawan, model.Restoran mahal. Warung bon. Lukisan aneh, agresip, kejutan, emosionil, orisionil. atau manis, enak dilihat, necis, semi-abstrak. Warana high class. Judul harus filosofis. Harga harus mahal (“Pustaka Kita, Dari Pameran ke Kultur Membaca”,IKAPI, Jakarta, 1982:68, dari “Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia”).

Atau seperti ditampilkan oleh remaja manis Magali, yang berpose di Kota Paris dengan gaya pakaian bertumpuk, dari sepatu larsa, kaus kaki belang-belang sampai lutut, jaket, dasi, dan lain-lain (KOMPAS, Minggu, 7 Desember 2003, hal 13, Kehidupan “Globalisasi :Sepatunya Jangan Terlalu Tinggi dan lancip”).

Menurut B Herry-Priyono, badan-badan internasional, seperti WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) dan IMF (Dana Moneter InternasionaL yang merupakan lembaga yang menopang agenda globalisasi mengajarkan bahwa perdagangan bebas merupakan jaminan satu-satunya bagi kesejahteraan dunia (KOMPAS, Sabtu, 20 Desember 2003, hal 37, “Merawat Mimpi Globalisasi”).

Globalisasi menurut sastrawan Nirwan Dewanto adalah penaklukan baru sekaligus kemerdekaan baru (idem, hal 39, “Internasionalisme Baru, Kelisanan Baru”).

Masih menurut Nirwan Dewanto, globalisasi adalah orang-orang Indonesia yang mengolah data seismik dengan perangkat lunak bikinan Perancis pada komputer main frame bikinan Amerika, untuk sebuah perusahaan minyak Inggeris yang beroperasi di Laut Cina Selatan.

Sedangkan menurut Jean-Francois Lyotord, globalisasi adalah elektrisme : seseorang mendengarkan reggae, menonton film western, memakai parfum bikinan Paris di Tokyo, dan mengenakan pakaian model lama di Hongkong, makan siang di Mac Donald, makan malam dengan menu lokal (Nirwan Dewanto : “Kebudayaan Indonesia pandangan 1991”, PRISMA, Jakarta, Oktober 1991, hal 12-13, lewat Syukur Budiardjo : “Gloalisasi dan bahasa Indonesia”, SWADESI, Jakarta, Minggu, 22 November 1992, hal VI, kolom 3, lembar Seni Budaya & Satra).

Gagasan Pancasila (boleh juga disebut Trisila, Ekasila, Nasakom), yang diajarkan Bung karno pada jaman orde lama, sebenarnya adalah sintesa secara global dari sejumlah ide, yaitu : Nasionalisme, Demokrasi, sosialisme, Internasionalisme dan ide Ke-Tuhanan (Ir Soekarno : “Lahirnja Pantja Sila”, Djuli 1947, hal 36-37, M Syafe’i Anwar : “Idealisme Islam, Realitas Politik dan Dimensi Kebangsaan”, REPUBLIKA, Jakarta, Jum’at, 29 Januari 1993, hal 6, kol 4).

Demikian pula gagasan Asas Tunggal (Pancasila sebagai satu-satunya asas, termasuk pula PMP, P4, ide lokal) yang diajarkan oleh rezim pemerintahan Jenderal Soeharto pada jaman era orde baru, juga merupakan sintesa (penggabungan, globalisasi) dari sejumlah ide, yaitu Nasionalisme (Kebangsaan, Persatuan), Demokratisme (Kerakyatan, Permusyawaratan), Sosialisme (Keadilan Sosial), Internasionalsme (Peri Kemanusiaan), dan ide Penghayatan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Khams Qanun, Pancasila yang dimiliki Gerakan Freemasonry dan Zionis internasional, yang persis sama dengan Pancasila, juga terdiri dari Monotheisme, Nasionalisme, humanisme, Demokratisme, Sosialisme, yang berasal dari Syer Talmud Qaballa XI:45-46 (simak antara lain Majalah RISALAH, Bandung, No.10, Th.XXII, Januari 1985, hal 53-54, “Plotisma, apa itu?”, oleh Em’s, AlChaidar : “KW-9”, hal3-5). 1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: