Bahan Renungan

Bahan Renungan

Berikut ini beberapa masalah lain yang rasanya perlu direnungkan bersama :

Apakah kekuatan ajaran Karl Marx, sehingga ia mampu menguasai Rusia, China dan Eropah Timur ? Sehingga ia dijadikan rujukan acuan hidup berbangsa dan bernegara ? Meskipun negara komunis sudah terpecah-pecah, namun (menurut berita yang dapat disimak) tetap saja ajaran Karl Marx jadi acuan bagi negara bekas komunis tersebut. Meskipun ajaran komunis sudah dilarang di Indonesia, namun ia masih ditakuti akan muncul kembali. Dari ucapan pejabat terdengar seruan agar waspada terhadap bahaya laten komunis. Ini merupakan indikasi bahwa bibit, benih komunis masih tetap ada/eksis di Indonesia. Apakah karena komunis itu menawarkan kesejahteraan bagi kaum marhaen, gembel ? Apakah karena ajaran komunis menawarkan sorga duniawi bagi seluruh kaum proletar di seluruh dunia ?

Apakah kekuatan ajaran Theodor Herzl, sehingga ia mampu membangun gerakan Zionisme, mampu menarik simpati dan dukungan moril dan materil dari Inggeris dan Amerika, mampu melahirkan negara Yahudi di Palestina ?

Apakah kekuatan missi dan zending Kristen, sehingga ia mampu datang ke pedalaman Papua, Sulawesi, Kalimantan ? Mampu mengunjungi pelosok-pelosok terpencil. Mampu hidup bersama penduduk terasing, penduduk dalam ?

Apakah kekuatan Ir Soekarno, sehingga ia sepanjang hayatnya mampu mengelorakan masyarakat untuk menerima dan mendukung Pancasila yang merupakan inti dari ajarannya (Soekarnoisme menurut Sayuti Melik) ?

Renungkan dan simak juga perkembangan Syi’ah dan Ahmadiyah

Islam berhasil mengislamkan Musyrikin-Arab, tetapi gagal mengislamkan Ahli Kitab Arab. Kenapa ?

Islam berhasil memasuki wilayah Nasrani Eropah Barat Daya, tetapi gagal memasuki hati, jiwa umat Nasrani. Setelah menguasai Spanyol dan portugaal selama abad 7 abad (711-1472), Islam tak meninggalkan sisa-sisa ruh Islam. Tak ada tertinggal sisa-sisa benih Islam. Kenapa ?

Islam berhasil menduduki persada Nusantara, tetapi gagal mengislamkan Bali, Tengger, Badui, Toraja. Kenapa ?

Apakah Islam tak akan mungkin mengislamkan orang-orang yang telah punya kekayaan teguh dengan agamanya ?

Kenapa perkembangan Islam mandeg, mengalami stagnasi. Tak terlihat orang berbondong-bondong masuk Islam. Apa karena tak ada pertolongan Allah. “Kalau datang pertolongan Allah, kalau datang kemenangan maka akan terlihat orang-orang masuk Islam dengan berbondong-bondong”. Apa karena perjuangan umat Islam bukan pada jalan Allah, bukan untuk menegakkan Islam. “Berjuang fi sabilillah adalah untuk menegakkan kalimatullah” (HR Bukhari, Muslim dari Abu Musa bin Qais alAsy’ari). Berupaya agar Islam memimpin kehidupan umat manusia sedunia (QS 48:28, 61:9, 9:33).

Mengapa semangat Islam menjadi mandeg sesudah melampaui periode pendek pada masa kenabian ? (Sayyid Quthub : “Keadilan Sosial Dalam Islam”, 1994:323).

Kenapa sejarah tidak berpihak pada Islam, tidak menolong Islam ? (idem, 1994:327, QS 22:40, 2:251)

Apakah kekuatan ajaran Islam di masa lalu, sehingga ia mampu melahirkan Daulah Umawiyah, Daulah Abbasiyah, Imperium Umawiyah ? Apakah karena ia menawarkan sorga di akhirat ?.

Apakah kelemahan ajaran Islam di masa kini, sehingga ia tak mampu menguasai dunia ? Sehingga ia tak dijadikan rujukan acuan dalam hidup berbangsa dan bernegara ? Sehingga tak ada yang berminat, bergairah untuk menegakkannya di tengah-tengah dunia ? Sehingga ia tak tampil mengibarkan panji-panji “ya’lu wa-la yu’la ‘alaihi” ? Apakah karena ia tak menawarkan sorga duniawi ? Padahal ia menetapkan persamaan terhadap setiap orang sebagai warganegara. Tidak ada perbedaan antara sesama warganegara. Semuanya merupakan satu kesatuan, sama-sama warganegara. Tak ada ekslusif, tak ada inklusif. Masing-masing warganegara tidaak boleh bertindak sendiri-sendiri menghadapi tantangan, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama di bawah komando seorang pimpinan. Pimpinan haruslah melindungi semua warganya, hak dan kepentingannya. Tidak boleh berhubungan, bekerjasama dengan musuh negara, berupa apapun. Semua tindakan dan kebijaksanaan haruslah atas kesepakatan bersama berdasarkan tuntunan Allah dan RasulNya. Belanja dan bela negara adalah tanggungjawab bersama semua warganegara (H Zaianl Abidin Ahmad : “Piagam Nabi Muhammad saw”, 1973:34-36).

Ia (Islam) tidaklah bersikap memaksa (QS Baqarah 2:256). Ia memberikan kebebasan memilih. Mau menerima atau menolak, terserah. Yang benar itu nyata dan gamblang dari yang batil.

Semuanya harus dipahami dalam konteks sunnatullah. Kekuasaan itu hanya ada pada yang punya kekuatan.

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: