Fiqih Kontekstual

1 Fiqih Kontekstual

Diharapkan agar sebagian rubrik MDI dirubah secara radikal. Antara lain : “Bina Jihad” jadi “Fiqih Militer”, Fiqhus Sunnah” jadi “Fiqih Ibadah”, “hikmah” jadi “Fiqih Moral’, ‘Kajian addien” jadi “Fiqih Ekonomi” (Fiqih untuk Teknokrat), “Kronika” jadi “Fiqih Sosial”, “Takrif Ideologi” jadi “Fiqih Ideologi”, “Teori Politik Islam” jadi “Fiqih Politik” (Fiqih untuk Politisi).

Untuk itu biarkan almaududi misalnya bicara tentang Fiqih Ideologi, Fiqih politik, Fiqih Ekonomi, Fiqih Sosial, Fiqih Moral, juga Qutub bersaudara, Audah, Nabhani, Nadwi, Kandahlawi, Syari’ati, Tjokro, Karto, Beureueh, Fachruddin, Hasbi, Zainal Abidin Ahmad, dan lain-lain.

Abu A’la Maududi pernah mengungkapkan Prinsip Hidup, Ekonomi, Politik, Sosial, Moral, Spiritual Islam pada berbagai kesempatan dalam berbagai karya tulisnya yang hampir 140 buah.

Sayid Qutub dan Abdul Qadir Audah pernah pula mengungkapkan Prinsip Syari’at islam dalam karya-karya tulisnya.

Sistim Ekonomi, Politik, Sosial, Moral, Spiritual Islam, satu sama lainnya dan secara bersama-sama terkait, terjalin berkelindan, tunduk pada prinsip akhlakul karimah yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah saw.

Fiqih itu meliputi :

1 Fiqih Ibadat (thaharah, shalat, janaiz, shiyam, zakat, fithrah, haji, nadzar, qurban, sembelihan, buruan, aqiqah, makanan, minuman).

2 Fiqih Tata Keluarga (nikah, khulu’, li’an, thalaq, ilaa, zhihar, ruju’, perwalaian, wasiat, waris, penyusuan, pengasuhan).

3 Fiqih Tata Niaga (jual beli, sewa menyewa, hutang piutang, gadai, sjuf’ah, sharaf, salam, pemindahan hak, penanggungan, jamainan, perusahaan, pinjam meminjam, wadi’ah, luqath, ghasab, qisul, kitabah, hibah).

4 Fiqih Kas Negara (baitulmal, sumber pendapatan negara, pos-pos anggaran belanja negara).

5 Fiqih pidana (qishash, hudud, ta’dzir, riddah, zina, syarib, qadzaf, pembunuhan, perampokan).

6 Fiqih Tata Hukum (hakim, qadhi, gugatan, dakwaan, pembuktian, saksi, sumpah).

7 Fiqih Tata Negara (ahkamus sulthaniyah).

8 Fiqih Internasional (adDauliyah).

2 Negara Islam antara Wacana dan Ide

AlChaidar dengan Darul-Islamnya memproklamirkan diri sebagai kaum Islam radikal, reformis, progressif, revolusioner, intelegensia muda dan aktivis harakah. Ini berarti radikal dalam pemikiran yang “mengakar”, objective dan “dibungkus” dengan intelektualitas. Radikal dalam wacana, bukan radikal dalam wahana, dalam realita, dalam ide.

Bagi AlChaidar dengan Darul-Islamnya Negara Islam hanyalah sebagai wacana (komoditi intelegensia-intelektualitas), bukan sebagai wahana, sebagai ide yang harus diusung, diperjuangkan, diwujudkan secara konkrit dalam realita berdirinya Negara Islam.

Berbeda dengan AlChaidar dengan Darul-Islamnya, maka Kartosoewirjo muda dengan embrio Darul-Islamnya adalah idealis yang sekaligus juga iddolog yang secara konsisten berupaya menegakkan berdirinya Negara Islam Indonesia sebagai basis mengwujudkan Khilafah Islamiyah.

Kartosoewirjo dengan Darul-Islamnya satu-satunya idealis-ideolog yang sempat sukses berhasil memancangkan, memproklamirkan berdirinya Negara islam yang menjadikan Qur:an dan Hadits sebagai sumber hukumnya. Yusuf Qardhawi pernah menyoroti perjuangan Darul Islam Kartosoewirjo ini dalam karyanya “Alhallul Islam” (Pedoman Ideologi Islam), AlBan nan dengan Ikhwanul Musliminnya, almaududui dengan Jama’at Islamiyahnya, Erbakan dengan Hizbus Salamahnya, annabhani dengan Hizbut Tahrirnya, alKandahlawi dengan Jama’ah Tablighnya, dan lain-lain, sampai kini masih belum berhasil memproklamirkan berdirinya Negara islam yang bersendikan Qur:an dan Hadits.

Sesuai dengan situasi dan kondisi sosial-ekonomi-budaya bangsa Indonesia, maka dalam rangka mengwujudkan Negara Islam secara nyata, patut dapat dukungan dan perhatian dari semua pihak akan upaya yang dilakukan oleh Darul-Islamnya AlChaidar yang berjuang untuk pemersatu seluruh ummat seraya menyuarakan TAFSIR BARU mengenai perlunya Negara islam Madinah ditelaah, dikaji dan diaktualisasikan kembali dalam rangka menghadapi permasalahan dunia yang post modern konspiratif dan global.

Selamat berjuang mengembalikan kedaulatan Negara Islam Madinah.

3 NII harakah bid’ah ?

Abdul Hakim bin Amir Abdat, pakar masalah bid’ah, juga pakar masalah hadits (Majalah ASSUNNAH, Surakarta, No.07/I/1414H-1993M0 dalam “Risalah Bid’ah”nya (Yayasan atTauhid, 1422H/2001M0 mendata-mendaftar sejumlah firqah harakah bid’ah (ahlul hawa wal bid’ah, aliran sesat menyesatkan0, yaitu Rafidhah, Syi’ah, Khawarij, Qadariyah, Mu’tazilah, Jahmiyah, Murjiah, Jabariyah, Musyabbihah, Falasifah, Asy’ariyah, Maturidiyah, Tashauf, Jam,ah Tabligh, ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Islam Jama’ah, Jama’atul Muslimin, NII, Inkarus Sunnah, Lembaga Kerasulan, Jama’ah Arqam.

Abdul Hakim mengutip Ibnu Taimiyah dan asySyatibi, bahwa bid’ah itu “satu cara yang diadakan/dibuat oleh orang di dalam agama islam yang menyerupai syari’at untuk tujuan beribadah kepada Allah”.

Dalam membid’ahkan firqah harakah tersebut Abdul Hakim mengambil referensi antara lain dari Raaid Shabri, arRuhaily, asySyahrastany, Ibnul jauziy, Ali hasan, Ibnu Hazmin, Abdul Khaliq, Abu Zaid, ibnu Taimiyah, atTuwaijiriy, alGhaniy, dan lain-lain.

Ja’far Umar Thalib (kini komandan lasykar jihad Ahlus Sunnah wal jama’ah) mengelompokkan Jamaluddin alAfghani, Muhammad Abduh, Sa’ad Zaghlul, Mahmud Syaltut, Musthafa almaraghi, Muhammad alBahi, Rasyid Ridha, Qasim Amin, Hasan alBanna ke dalam kelompok Freemansory, Rafidhah, Mu’tazilah (Majalah ASSUNNAH, Surakarta, No.07/I/1414H-1993M, hal 31).

Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid alHalaby alAzri (murid Nashiruddin alAlbany) menulis buku “Menggugat Keberadaan Jama’ah-Jama’ah Islam” (idem, hal 51).

Termasuk ke dalam kelompok ahli bid’ah, antara lain Khawarij, Mu’tazilah, Qadariyah (Ibnul Qaiyim aljauziyah : “Kitabus Shalah”, bab Syirk wan Nifaq).

Jama’ah atTafkir wal Hijriyah (di Mesir) diberitakan tak segan-segan mengafirkan orang yang telah bersyahadat (SABILI, No.24, Th VII, 17 Mei 2000, hal 9).

Tokoh-tokoh Hizbut Tahrir diberitakan memandang bahwa kewajiban amar makruf nahi munkar merupakan salah satu tugas negara, jika Negara Islam telah berdiri (SABILI, No.20, Th VII, 22 Maret 2000, hal 26).

Dalam materi dakwahnya, Jama’ah Tabligh diberitakan tidak memasukkan ide penghapusan kemunkaran (WAMY : “Gerakan Keagamaan dan Gerakan Pemikiran”, 1995:77).

Pembicaraan Abdul hakim tentang firqah harakah Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, NII sebagai firqah harakah bid’ah dapat disimak dalam “Risalah Bid’ah”nya, 2001:132-134.

Pada halaman depan Abdul Hakim mencantumkan “Dilarang mencetak/mengopi anpa seizin penulis”. Tak jelas, apakah ini termasuk ke dalam kategori sunnah ataukah bid’ah.

4 Revolusi dan Islam

Perubahan masyarakat (social change) umumnya secara garis besar dengan tiga macam pendekatan, yaitu konservatif, reformatif dan radikal. Reformasi merupakan jalan tengah antara pendekatan konservatif dan radikal. Reformasi pada mulanya dikenal di kalangan gereja, untuk memperbaiki keadaan gereja Kristen terhadap penyimpangan-penyimpangan. Secara harfiah, literal, reformasi berarti kembali ke bentuk yang semula yang asli, yang murni tanpa tambahan apa pun. Pendeknya ada yang evolusi dan ada yang revolusi.

Revolusi atau inqilab adalah perubahan mendadak, mendasar, radikal, penjungkirbalikkan dari kondisi negatif ke kondisi positif, dari sistem yang kurang baik ke sistem yang lebih baik. Menjebol, mendobrak tatanan yang lapuk, yang usang, serta membangun, menciptakan tatanan yang kokoh, yang bagus. Menantang, melawan tatanan lama yang berlaku (Das Sein), serta mendorong, mendukung tatanan baru yang diidamkan (Das Solen). Revolusi anti kemapanan, menolak status quo. Ada revolusi kebudayaan, revolusi iptek-industri, revolusi sosial-politik, dan lain-lain. Revolusi timbul bila ada krisis, bentrokan antara sistem yang lama yang sudah tak sanggup legi bertahan, dengan sistem yang baru yang sudah siap dan sanggup menggantikan.

Dalam Islam – menurut pandangan Abul A’la alMaududi – prinsip dasar risalah yang diemban oleh apra Rasul allah adalah : Melaksanakan revolusi wacana mencetuskan pergolakan ideologi, akidah) dan pandangan kemanusiaan, serta menanami (mengisi) hati mereka dengan nilai (aspirasi) pandangan Islam dan metode kehidupan (pemikiran)nya dan jalannya moralitas yang menganjurkan (menuntut) mereka kembali dalam cara berpikir dan berpandangan hidup serta kurikulum iptek dan pertimbangan mereka terhadap suatu masalah dan berprilaku yang sejaalan (sesuai) dengan ajran (tradisi) Islam. Kemudian Mengadakan suatu barisan Mahkamah Tarkib yang terdiri dari orang-orang yang menggunakan wawasan (nilai) pendidikan dan pengajaran, dan mendayagunakan (menguatkan) seluruh potensi 9tenaga)nya untuk memperoleh (melepaskan) kekuasaan dan hukum dari tangan-tangan jahiliyah. Selanjutnya menegakkan undang-undang hukum Islam, sehingga aspek kehidupan (kebudayaan) dapat mengatur (terorganisir) secara kolektif, berdasarkan prinsip-prinsip Islam murni. Dan dengan pengawasan itu kemudian mencetuskan (memperluas) sayap (skoop) pergolakanIslam di seluruh penjuru dunia ini, dan mendidik setiap orang yang masuk jama’ah islam dengan metode pergaulan keteladanan, baik dalam kemampuan intelektual (pendidikan akal), atauapun keluhuran moral sesuai dengan pandangan Islam yang murni (“Sejarah Pembaruan dan Pembangunan Kembali alam pikiran Agama”, 1984:39). Rinciannya dituangkan Abul A’la almaududi dalam risalahnya “Metode Revolusi Islam” (1983).

Revolusi dalam Islam adalah revolusi akidah, revolusi kepercayaan, revolusi keyakinan. Merobohkan, meruntuhkan akidah syirik, kepercayaan rusak, tak logis rasional. Akidah syirik, kepercayaan rusak tak logis-rasional mempertuhankan, menyembah, menghambakan diri kepada yang selain allah. Ada yang berbentuk, berwujud berhala, patung, batu, kuburan, manusia, air, sapi, matahari. Ada ayang namanya Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya’q, Nasar (QS 71:23), Hubal, Lata, Uzza, Matt (QS Najm 19:20), Zeus, Theo, Deo, Diva, Dewa, Helius, Orisis, isis, Horus, Hera, Brahmana, Wisynu, Syiwa, Ganesya, Budha, Yeus, Amaterasu. Kini juga dipertuhankan, disembah, diperhambakan diri kepada yang namanya iptek, kekayaan, kekuatan, kekuasaan, kedudukan, prtotokoler, bendera, nasionalisme, demokratisme, sosialisme, liberalisme, marxisme, leninisme, stalinisme, maoisme, sukarnoisme, suhartoisme, jawanissme, AS, IMF, dan lain-lain. Semuanya dipertuhankan, diperhambakan diri kepadanya. Akidah, kepercayaan, keyakinan terhadap tuhan-tuhan palsu itu harus dibasmi, dimusnahkan, dilenyapkan, dan diganti dengan akidah tauhid, keyakinan, bahwa ‘tak ada Tuhan selain Aallah”.

Ketika saya – kata mahatma Gandhi – melihat seeokor sapi betina, saya tidak menganggap bahwa saya melihat seekor hewan, karena saya menyembah sapi betina dan akan terus berusaha menyembahnya di hadapan alam semuanya. Keibuan sapi betina melebihi peran ibu yang sebenarnya, jika ditinjau dari berbagai segi. Berjuta-juta orang Hindu menyembah dan menganggungkan sapi betina, dan saya mengaku sebagai bagian dari mereka (Muhammad Isa Dawud : “Dajjal : Kelhairan, Pertumbuhan dan Kehidupannya”, 1996:35).

Revolusi akidah itu mentauhidkan ketuhanan dan mengesakan allah, dan melucuti kekuasaan yang dipergunakan oleh pemuka agama, ketua suku, pangeran dan penguasa, dan mengembalikan semuanya kepada allah. Baik kekuasaan atas hati nurani, kekuasaan atas perasaan, kekuasaan atas kenyataan hidup, kekuasaan atas harta, kekuasaan atas hukum, kekuasaan atas jiwa dan raga (Sayid Qutub : “”Petunjuk jalan, hal 22, Wujud metode Qur:an).

Islam itu berarti menyerah kepada allah semata, tidak kepada yang lainnya. Propaganda licik menyesatkan dari Robert S Speer yang dimamah Alexander Willem Frederik Idenburg (Gubernur Jenderal di Hindia Belanda 1909-1916) menyebutkan bahwa “The true Islam (d.i onderwerping aan God) is suurender to Christ. Islam (penyerahan kepada Tuhan) yang sebenar-benarnya adalah menyerah kepada Kristus (O Haseem : Menaklukan Dunia Islam”, 1995:9, 32). Ini benar-benar penyelewengan ilmiah (pseudo sains).

Prof Dr Hasbi ashShiddieqy mendaftar 22 jenis akidah syirik yang merusak tauhid dalam bukunya “Al-islam”, 1977:685. Rincian dari aakidah syirik yanbg merusak tauhid itu dapat disimak antara alain dalam buku Muhammad bin Abdul Wahhab : “Bersihkan Tauhid Anda Dari Noda Syirik” (1984), Drs KH Badruddin hsubky : “Bid’ah-Bid’ah di Indonesia” (1995).

Di antara aakidah syirik ini adalah : memohon perlindungan, pertolongan, syafa’at kepada yang selasin Allah, Mengkutltuskan, mengkuduskan, mensakralkan (ghuluw) seseorang, berhukum kepada selain hukum allah.

Revolusi akidah berarti membersihkan aakidah tauhid dari akidah syirik, seperti mengkuduskan, mengkuultuskan, mensakralkan (ghuluw yang selain allah, baik orangnya, maupun ajarananya, pahamnyya yang selain ajaran, paham yang disampaikan Aallah. Di atas akidah inilah ditegakkan bangunan ibadah, mu’amalah, munakahah, jinayah, imarah Islam.

Rincian akidah tauhid (cabang iman) telah disampaikan para nabi dan Rasul Allah. Intinya untuk membentuk manusia agar sadar akan dirinya sebagai hamba Allah sehingga ia hanya mengabdi kepadaNya saja. ‘Tak ada Tuhan selain Allah”. Mematuhi hukum-hukumNya secara totalitas (Dr Ir HAM Saefuddin, dalam Drs Kh Badruddin Hsubky : “Bid’ah-Bid’ah di Indonesia, 1995:9-10, Kata Pengantar).

Namun ada sementara pakar, semacam pakar masalah bid’ah, Drs KH Badruddin Hsubky memandang bahwa urusan mengatur negara, peratanian, kedokteran, strategi perang, dan lain-lain seperti itu bersifat berubah. Karena itu tidak dapat didasarkan kepada akidah tauhid, karena akidah tauhaid itu bersifat tetap. Hal-hal yang bersifat berubah itu haruslah didasarkan pada potensi akal semata, bukan pada naqal (Qur:an dan Sunnah), Bid:an-Bid’ah di Indonesia, 1993:34).

Sikap perjuangan umat Islam bermacam ragam. Ada yang bewrada pada posisi/barisan modernis. Ada pada radikalis kompromis. Ada pada radikalis kompromis revolusioner. Ada pada radikalis non kompromis (PANJI MASYARAKAT, No.521, hal 35-37, No.498, hal 35-37, 21 aret 1986

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: