Gus Dur Menggugat UUD-45

Gus Dur MenggugatUUD-45

Saat “Peluncuran Buku Biografi Ir H Djuanda” (mantan menteriera Presiden Soekarno) di Jakarta, Kamis (18 Januari 2001) malam, Presiden Abdurahman Wahid (waktu itu) mengatakan bahwa ia telah menunjuk Prof Dr Harun Alrasyid sebagai Ketua Tim Penyelidik Perubahan (TPP) UUD-1945, sedangkan Prof Dr Muladisebagaisekretris tim.

Menurut Abdurrahman, kehidupan kenegaraan Indonesia telahmengalami kebuntuan konstitusi karena UUD-1945 masihharus diubah dan disempurnakan, bahknseharusnya revisi UUD-1945 dilakukan sejak tiga bulan setelahIndonesia merdeka, tapi setelah lebih dari50 tahun merdeka, kita belum juga merevisiUUD itu.

Pelanggaran terhadap UUD-1945 telahdilakukan dari masa ke masa, yaitu dalam penerapn sistim kabinet parlementer.

Abdurrahman Wahid mengatakan dirinya sejak lma telh memikirkan perlunya prubahan UUD-1945, tetapi hampir semua yang diajak berdiskusi mengelak dan mengatakan hal itu bukan wewenangnya.

Indonesia dinilai Abdurrahman belum bisa menyelesaikan soal konstitusi, yaitu apakah menganut pemerintahan presidensiil atau parlementer.

Selama 60 tahun, Indonesia belum mampu membuat konsititusi yang benar (REPUBLIKA, Jum’t, 19 Januari 2001, Presiden Dudukkan Haurn dan Muladi diTPP UUD-1945).

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: