Jadikan Qur:an Sebagai Panduan

Jadikan Qur:an Sebagai Panduan

Seluruh sistem kehidupan, baik pada hidup perorangan, maupun hidup bermasyarakat, hendaklah berdasarkanpada keimanan pada Allah dan keimanan pada Har Kemudian.

Di antara tanda, kriteria beriman kepada Allah dan beriman kepada Hari Kemudian adalah : Melaksanakan apa yang diperintah Allah dan yang diperintah Rasulullah. Meninggalkan apa yang dilarang allah daan yang dilarang Rasulullah. Menjadikan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Rasulullah sebagai suri teladan (QS 60:4-6, 33:21). Menta’ati Ulil Amri (QS 4:59). Mengharamkan aa yang diharamkan Allah dan yang diharamkan Rasulullah (QS 9:29). Menegakkan hukum Allah (QS 65:2, 2:232, 9:29, 24:2). Mejadikan Qur:an dan Sunnah sebagai sumber hukum (QS 4:59). Menetapkan hukum denga adil (QS 4:58). Menunaikan amanat (QS 4:58). Tidak bekerjasama dengan yang memusuhi Qur:an dan Sunnah (QS 58:22, 3:118). Tidak menyangkal perintah jihad (QS 9:44). Memadang infaq sebagai sarana taqarrub mendekatkan diri kepada Allah (QS 9:99). Berbuat baik kepada tetangga, tamu. Memberikan harta kepada ibu bapa, karib kerabat, anak yatim, orang mskin, teman sejawat, anak jalanan, hamba sahaya (QS 2:177, 4:36, 2:3). Menunaikan zakat (QS 9:18, 2:177). Memakmrka masjid (S 9:18). Mendirikan shalat (QS 9:18, 2:177, 2:37, 3:113). Tidak ria (QS 4:38, 2:264). Tidak sombong (QS 4:36). Tidak kikir (QS 4:37). Berkata baik. Tidak berdusta (QS 2:228, 2:10). Menepati janji (QS 2:177). Sabar menderita (QS 2:177). Segera berbuat kebajikan QS 3:114). Menyuruh kepada yang makruf (3:114). Mencegah dari yang munkar (QS 3:114). Stiqamah (QS 2:8-16, 46:13). Tidak membuat kerusakan (QS 2:11-12). Kerusakan akidah. Kerusakan ibadah. Kerusakan akhlak. Kerusakan moral. Kerusakan budaya. Kerusakan sosial. Kerusakan ekonomi. Kerusakan hukum. Kerusakan politik.

Orang beriman itu : Kuat dalam agama (istiqamah, konsisten, konsekwen, teguh, setia memegang agama, tidak ragu-ragu beragama). Halus dalam kelembutan (tegas, tegar, kokoh, gagah dalam kelembutan). Iman dalam keyakinan (beriman dengan yakin, bukan asal-asalan, bukan turut-turutan). Haus dalam ilmu pengetahuan (lapar, haus, dahaga, loba, tamak, rakus, serakah, hobi, gemar, gandrung akan ilmu pengetahuan). Kasih, sayang, cinta sa’at marah, sa’at dongkol, sa’at jengkel, sa’at benci. Mendalam dalam pengertian. Sederhana dalam kekayaan (tak boros, tak royal, tak foya-foya sa’at kaya, sa’at berada). Indah dalam kepapaan (semakin bersolek, berdandan sa’at nai daun). Sunyi dari tamak semakin menjauhi menghindari kerakusan, keserakahan). Halal dalam berusaha (beraktivitas, berkarya pada yang halal). Istiqamah dalam kebaikan (berbuat kebajikan, kebaikan secara konstinu, berkesinambungan). Giat dalam petunjuk Allah (rajin, tekun akan petunjuk). Syahwat terkendali (membatasi, mengendalikan keinginan, tidak memperturutkan hawa nafsu). Kasihan terhadap yang menderita (kasih sayang terhadap yang bersungguh-sungguh). Tidak terhalang karena kemarahan lawan (tidak berbuat aniaya terhadap orang yang dibenci). Tdak melakukan dosa karena cinta. Tidak menyia-nyiakan keterbelakangan (amanah, terpercaya, tidak menyia-nyiakan ttipan). Tidak iri, tidak dengki. Tidak menumpakan darah (tidak menggunting dalam lpatan, tidak khianat). Tidak melaknat, tidak mengutuk. Senantiasa menampilkan yang haq, meskipun tidak ada yang menyaksikan (kenal akan kebenaran). Tidak saling meledek (tidak menjuluki dengan yang jelek). Khusyu’ dalam shalat (shalat dengan sepenuh hati, tidak setengah hati). Segera dala membaar zakat (segera membayar zaat, tidak ditunda-tunda). Teguh dalam menghadapi kegoncangan (tetap tegar, kekar menghadapi goncangan). Bersyukur daam kelapangan (berterimakasih secara tulus). Merasa cukp dengan yang didapat (qana’ah, mencukupkan yang ada). Tidak menuntut yang bukan bagiannya (haknya). Tidak berhimpun dalam kemarahan (tidak berkumpul sa’at marah). Tidak bersikap bakhil dan rakus terhadap kebaikan yang diinginkan (tidak memenangkan kekikiran atas makruf yang dikehendaki). Berdialog memperkuat pemahaman (menggauli manusia menurut ang diketahui). Berbicara dengan manusia menurut yang ia mengerti. Sabar sa’at disakiti (sabar menerima penganiayaan).

Orang beriman itu : Berkata benar. Sabar berjuang. Memberi yang minta-minta (peminta-minta). Mencukupi pekerjaan. Memelihara amanah. Menghubungkan silaturrahim. Mengormati tetangga. Menghormati teman. Mengormati tamu. Berperasaan malu. Tda mengkhianati amanat. Tidak berkata dusta. Tidak menyalahi janji. Tidak berdebat secara curang.

Segala daya dan upaya harus dikerahkan seoptimalnya untuk membuat sikon agar tercipta sistem kehidupan masyarakat yang berlandaskan pada keimanan pada Allah dan keimaan pada Hari Kemudian. Mejadikan Qur:an dan Sunnah sebagai rujukan, acuan dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya.

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: