Kesesatan NII apa ?

1 Kesesatan NII apa ?

1 MDI No.2, Th II, 12 Agustus 2001, hal 3 menurut respon pembaca terhadap ejekan, hinaan dan penentangan yang dilakukan Umar Abduh (mantan Tapol Kasus Woyla) terhadap NII.

2 Pada kulit belakang MDI No.2 tersebut terpampang iklan tentang buku Umar Abduh (Humas LPPI) “Pesantren Al-Zaytun Sesat ? Investigasi Mega Proyek dalam Gerakan NII” yang diterbitkan oleh Darul Falah Jakarta Timur.

3 Buku Umar Abduh dengan judul “Membongkar Gerakan Sesat NII Di Balik Pesantren Mewah Al-Zaytun” diterbitkan oleh LPPI Pasar Rumput Manggarai.

4 Dalam buku tersebut Umar Abduh/LPPI sama sekali tak menceritakan tentang kesesatan NII. Hanya menyebutkan bahwa N sebenarnya sekarang ini secara resmi sudah tidak ada lagi (hal III, Pengantar Penerbit). Dan menurut rekaman media massa yang berasal dari Klipping Surat Kabar dan Majalah tentang II tahun 1983-2000 (hal 61-102), tanpa analisa dan kesimpulan.

5 Buku Umar Abduh/LPPI tersebut berupaya membongkar kesesatan Al-Zaytun, Abu Toto dan KW-IX. Bukti-bukti kesesatan NII KW-IX Abu Toto (tentang akidah dan syar’iyah) yang dikemukakan dalam hal 103-114, sama sekali tak dirujuk pada “Daftar Pusaka” (semisal Ibnu Katsir, Sayid Quthub, Shabunny, Kandahlawy, Ibnul Jauzi, dan lain-lain).

6 Kesaksian tentang kesesatan Al-Zaytun, Abu Toto dan KW-IX lebih banyak mengutip AlChaidar “Sepak Terjang KW-IX Abu Toto” dan hanya sebagian kecil dari hasil wawancara. Dan sama sekali tak ada wawancara secara lansung dengan Abu Toto. Bahkan bukti data diri Abu Toto sekali pun tak dijelaskan secara lengkap (hal 35, 15). Prof Ir AM Saefuddin menyarankan LPPI agar menerbitkan tentang hukum Islam yang baku, mana yang tidak boleh berubah, dan mana yang boleh berubah (situasional, kondisional), mana yang boleh diijtihadiah (hal IX).

7 Umar Abduh/LPPI tak berupaya untuk membongkar kesesatan NII, setidaknya mengkritisi AlChaidar “Pemikiran Politik Proklamator NII, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo”, dan Hold H Dengel “Darul Islam dan Kartosuwirjo”.

8 Diharapkan semoga Umar Abduh/LPPI proaktif temu muka menghimbau Abu Toto dan pendukungnya agar bertobat, kembali ke jalan Islam yang benar (sabililhaq) (hal 11, 53) dengan menggunakan cara-cara persuasive (bilhikmah, mau’idzah, mujadalah, QS 16:125), karena tak satu pun yang suka disalahkan. “Tunjukkanlah kesalahan orang secara tidak langsung” kata Dale Carnegie.

2 Saran dan Harapan ( Serbaneka)

1 Menanggapi Surat pembaca tangting(a)mail1.bolehmail.com, tentang “Respon Terhadap Umar Abduh” (MDI, No.2, Tahun II, 12 Agustus 2001, hal 5), sesuai dengan sikap redaksi MDI, bahwa “Tulisan dalam Majalah Darul Islam tidak selalu segaris atau mencerminkan pendapat redaksi”, maka saya malah mengharapkan, menyerukan redaksi MDI untuk mengundang Umar Abduh, Irfan Suryahardy Awwas, Eep Saifullah Fattah, Anas Urbaningrum, M Zainal Muttaqin, dan lain-lain untuk menjadi konstributor (penulis tetap) di MDI.

2 Mengacu pada sosok Sayyid Abul Hasan Ali an-Nadwi yang gemar membaca dan menekuni buku-buku berbahasa Arab, yang akrab berhubungan dengan penduduk pedesaan dan pedusunan, yang melakukan dakwah Islam keluar masuk desa dan kota (MDI, N0.2, Th.II, 12 Agustus 2001, hal 88-89), maka saya mengharapkan, menyarankan Keluarga Besar MDI untuk sibuk (aktif) menekuni karya Ibnu Taimiyah, Ibnu Wahhab, Rasyid Ridha, al-Banna, Sayyid Quthub dalam bahasa aslinya (bahasa Arab), dan mencantumkan teks asli (matan Arab) untuk terjemahan nash-nash (yang dikutip dari al-Qur:an dan Hadits).

3 Semoga MDI secara berkesinambungan aktif, terencana, terarah, terukur, teratur, sistimatis memperjuangkan gagasan hasil Konferensi Tjisajong untuk : Mendidik rakyat agar cocok (kompatibel) menjadi warganegara Islam (QS 6:129, 13:11, 8:53, Sosialisasi kesadaran individual naik menjadi kesadaran kolektif, Dari Teologis-Religi ke Sosial-Politik). Termasuk mengajak semua Jama’ah (Jama’ah Tarbiyah, Jama’ah Tabligh, Jama’ah mujahidin, dan lain-lain) untuk bergabung, berpartisipasi, berjuang agar NII secara de facto dan de jure tegak di seluruh Indonesia. Memberikan penerangana bahwa Islam tidak bisa dimenangkan dengan Plebisist (Refewrendum, Pemilu, Parpol, Parlemen, Konstituante). Membentuk daerah basis masyarakat Islam yang siap menerima aturan Hukum Allah, misalnya dengan Aceh sebagai basis (MDI, No.2, Th.II, 12 Agustus 2001, hal 63).

4 Mengacu pada pandangan KH Firdaus AN yang menyatakan bahwa “MPR telah melakukan dosa besar kedua setelah dulu mereka mengangkat Gus Dur jadi Presiden RI keempat, yang akhirnya memprotes Tuhan” (MDI, No.2, Tahun II, 12 Agustus 2001, hal 5), saya mengharapkan, menyarankan MDI untuk membimbing ummat ini agar supaya “tidak melakukan dosa besar lagi”, untuk memproyeksikan, menterjemahkan ungkapan ajaran Islam yang teologis-religius ke dalam ungkapan sosio-politik (IPOLEKSOSBUDHAMKAMTIB).

5 Memperhatikan bahwa KAJIAN UTAMA dan TELAAH KHUSUS merupakan kajian/telaah terhadap hasil wawancara, maka saya mengharapakan, menyarankan agar Redaksi memilih sajian di antara dua : pertama kajian/telaah, atau kedua hasil wawancara. Rasanya kalau kedua-duanya disajikan akan menyita banyak ruangan/halaman MDI. Ketika wawancara seyogianya nara sumber digiring untuk mengungkapkan pandangannya secara telanjang (nyata), dan bukan digiring untuk berpihak pada pandangan pewancara MDI. Biar saja pembaca MDI lebih tahu tentang corak pemahaman nara sumber.

6 Kolom MDI kiranya juga dapat menyajikan kajian tentang metode masuknya Islam ke dalam struktur kekuasaan, ke dalam strutktur pemerintahan, sehingga lahir kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dan Semenanjung seperti Samudera Pasai dan Demak, sehingga aspek-aspek hukum fiqih Islam masuk dalam perundang-undangan seperti di Kedah, Pahang, Riau, Pontianak, Brunei, Aceh, patani, mataram (Aswab mahasin : “Fiqih Dalam Perspektif Ilmu Hukum”, PES, No.2/Vol.II/1985, hal 19).

1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: