Pelajaran dari merdekanya Timor Leste

Pelajaran dari merdekanya Timor Leste

Terlepasnya Timur Timur dari pangkuan NKRI dan berdaulat merdekanya Timor Leste, seyogianya menjadi pelajaran berharga bagi TNI, Polri, Politisi dan semua pihak untuk mengintrospeksi benar salahnya sikap dan langkah yang ditempuh. TNI, Polri, Politisi begitu merasa bangga sebagai pengawal NKRI, pembela tanah air, penjaga persatuan dan kesatuan serta kedaulatan negara dan bangsa.

Semua merasa setia pada Sumpah Pemuda, berbahasa satu, berbangsa satu, bertanah air satu. Tapi kriteria Bangsa Indonesia, kriteria Tanah Air indonesia itu, kabur, samar, tak jelas. Hal ini ampak terlihat dari perdebatan sengit pada sidang BPUUPKI dalam menentukan wilayah yang akan masuk ke dalam Negara Republik Indonesia.

Sidik Kertapati (dari komunis) dalam bukunya “Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945” (terbitan Jajasan “Pembaruan”, Djakarta, 1961) menulis bahwa “Menurut Drs Moh hatta, bangsa Irian Barat bukanlah bangsa Indonesia, akrena tidak sedarah dan seketurunan dengan bangsa Indonesia, malah Ambon juga tidak ….” (hal 65). Sedangkan yang lain ada yang menghendaki agar disamping bekas Hindia Belanda juga Malaya (kini Malaysia), Borne Utara (kini bagian Malaysia), Irian Timur (kini Papua New Guine) dan Timor Portugis (kini Timor Leste) di masukkan ke dalam daerah Indonesia (hal 66) (Simak juga Prof HJ Logemann : “Keterangan Baru tentang UUD-45”, hal 27).
1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: