Pola pikir kapitalis dan pola pikir Islami

Pola pikir kapitalis dan pola pikir Islami

Cara pandang, pola pikir yang sudah merasuk sanubari, sukma masyarakat adalah cara pandang pola pikir yang berorientasi pada kepentingan, kebutuhan perut dan ang di bawah perut, yang berorientasi pada bisnis-ekonomis, yang berorientasi privat profit duniawi. Islam menyebutkan watak asli manusia, bahwa “Dijadikan indah pada padangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatangbinatang ternak dn sawah ladang” (QS Ali Imran 3:14).

Pola pikir kapitalis meyakinkan, bahwa nilai tukar mata uang (rupiah) akan menguat, bilamana orang-orang yang duduk dalam pemerintahan diterima oleh kalangan pasar, oleh Bank (Bank Dunia dan Dana Moneter Internasonal IMF). Ini berarti bawa orang pemerintahan itu haruslah yang diterima para konglomerat, oleh para pemodal, oleh para rentenir internasional, yang berpihak pada konglomerat, pada pemodal. Selruh kebijakan yang dijalankan haruslah yang menguntungkan para konglomerat, para pemodal, para rentenir. Dan tak akan diterima logika, bahwa mereka itu akan mengeluarkan kebjakan yang akan menguntungkan rakyat banyak.

Berbeda dengan pola pikir kapitalis, maka pola pikir Islami berorientasi pada kepentingan, kebutuhan bersama, berorientasi pada social profit ukhrawi. Islam menyebutkan agar “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada sesama) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadam, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi” (QS Qashash 28:77).

Pola pikir Islami mengatakan, bahwa kerusakan, kehancuran, kekacauan ekonomi itu disebabkan oleh karena uang keras itu tanpa jaminan emas di Bank. Juga disebabkan oleh karena uang itu telah dijadikan sebagai komoditi yang diperdagangkan di pasar uang. Islam menyebutkan bahwa Allah menghalalkan (membolehkan) Lembaga Niaga, dana mengharamkan (melarang) Lembaga Riba. Pelaku riba (rentenir, baik lokal, nasional, regional,maupun internasional) itu sikapnya bagaaikan oang yang kerasukan (kemaska) setan, lantaran tidak waras (tidak logis rasinal) dalam pola pikirnya (QS Baqarah 2:275).

Abul A’la al-Mauddi menyebutkan, bahwa salah satu dari akibat ang past dar pengmplan harta dan membungakannya ialah susutnya kekayaan masyarakat banyak. Kekayaan itu tertimbun di bawah dominasi kekuasaan segelintir konglomerat. Hal in menyebabkan lemahna daya beli (purchasing) masyarakat banyak, macetnya perindustrian dan perdagangan d dalam negeri secara terus menerus da mengakaibatkan terseretnya kehidupan ekoomi masyarakat ke jurang kehancuran. Akhirnya tidak meninggalkan sesuatu kesempata bagi oknm kaum Kaptalis sendiri ntuk memutarkan kekayaan mereka yang tertimbun itu dalam sesuatu usaha yang produktif “Dasar-Dasar Ekonomi Islam”, 1980:123).

Alhamdulillah kini di kalangan masyarakat ekonomi Eropah daratan telah diberlakukan mata uang tunggal Euro. Mudah-mudahan nanti PBB mengambil prakarsa agar seluruh negara di dunia memberlakukan mata uang tunggal. Dengan demikan diharapkan agar fungsi uang kembali hanya sebagai alat tukar saja.

Kepada semua media dakwah tertumpah harapan untuk dapat menyamaiaka dakwah agar melakukan thagyir, reformas, perubahan dari pola pikir zhulumat, dari pola pikir kapitalis ke pola pikir nuur.

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: