Arah dakwah

1 Arah dakwah

Sasaran utama dakwah adalah mengajak, menyeru manusia agar hanya menyembah Allah, dan tidak mempersekutukan-Nya dalam hal apa pun dengan suatu apa pun, serta bersyahadat membenarkan Muhammad itu benar-benar Rasul Allah. Sekaligus membela, mempertahankan, memperjuangkan tegaknya syahadat yang dikrarkan itu dalam diri pribadi dan di tengah masyarakat. Setelah itu berbuat baik terhadap kedua orang tua, dan sekali-kali tidak menyinggung, melukai perasaan, hati kedua orang tua. Meyakini sepenuhnya bahwa Allah itu yang memberi rezki (makanan, minuman, kehidupan, kesehatan, ilmu pengetahuan, kecakapan, ketrampilan, kekayaan, kekuasaan) bagi semuanya. Menjauhi, menghindari segala sesuatu yang jijik, jorok, cabul, porno, mesum, baik terang-terangan, maupun sembunyi-sembunyi. Membela, mempertahankan, memperjuangkan hak hidup siapa pun dan tidak memperkosa hak hidup itu. Membangun tegaknya masyarakat adil makmur. Menegakkan keadilan secara utuh, baik terhadap diri sendiri (introspeksi), maupun terhadap masyarakat, baik dalam bidang hukum, maupun dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya. Menyebarkan dan menyuburkan kebajikan, kebaikan, kemakmuran baik terhadap yang Muslim, maupun non-Muslim, tanpa diskriminasi. Menyantuni yang terlantar, mulai dari kerabat yang dekat sampai jauh. Tidak melakukan tindak keonaran, makar, kekacaauan, kejahatan, kemunkaran, keresahan, kerusuhan, kegelisahan (QS 6:151, 16:30). Seruan dakwah ini sangat dibenci, ditakuti, tidak disukai oleh para penguasa, terutama sekali para adikuasa, adidaya, seperti Kaisar dan Kisra.

“Wahai manusia. Ucapkanlah “la ilaaha illallaah”, niscaya kalian beruntung. Dengan kalimat ini kalian akan menguasai bangsa Arab dan orang-orang Ajam. Jika kalian beriman, maka kalian akan menjadi raja di surga”. Demikian seruan Rasulullah yang seringkali disampaikan kepada manusia. (Sirah Nabawiyah, Planning Dan Organisasi Dakwah Rasulullah, Petunjuk Jalan, Metoda Revolusi Islam). (Bks 18-4-98)

2 Politik organisasi dakwah

Organisasi dakwah – menurut Hasan al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin – adalah menyeru, memanggil manusia pada kebenaran dan kedamaian, untuk mengikuti tuntunan Allah dalam Qur:an dan Sunnah Rasul-Nya, beserta mengikuti teladan para sahabat Rasulullah saw. Organisasi dakwah mengajak untuk berpegang dan menegakkan hukum-hukum, ajaran-ajaran, dan petunjuk-petunjuk Allah swt. Organisasi dakwah berakidah Islamiyah. Rela diatur oleh aturan Allah swt (QS 5:44-50,66). Organisasi dakwah tak mengenal dinding batas dissskriminasi waktu (zamani) dan tempat (makani) serta kondisi (waqi’I) (QS 21:107).

Apabila ajakan, misi, aktivitas, kegiatan organisasi dakwah ini dikatakan, dikategorikan, dinilai membawa prinsip politik, melakukan aktivitas, kegiatan politik praktis, memang dakwah itu membawa prinsip poltik menegakkan kebenaran, yang tak memisahkan antara agama dan politik. Organisasi dakwah mencakup mengurusi masalah politik, masalah sosial dan pembaruan, masalah olah-jasmani dan olah-rohani. Mencakup dakwah, tarikah, siasah, iqtishad, tsaqafah, madaniyah, riyadhah, tanpa menyisakan, menyisihkan yang termasuk dalam Islam kaffah. Dakwah itu dilakukan simultan, serentak menyebar ke segala sektor kehidupan, bukan terbatas hanya pada satu dua sektor tertentu saja (QS 2:208).

Risiko yang menghadap, yang menanti pendukung dakwah bisa dipenjarakan, ditangkap, dibuang, dikejar-kejar (sebagai buronan), kehilangan harta (karena disita), kehilangan pekerjaan (karena dipecat). Pendukung dakwah akan mendapat tantangan. Akan dipertanyakan apakah dakwah dapat dijadikan sebagai landasan pembangunan masyarakat, serta mengobati penyakit masyarakat (patologi sosial), apalagi dalam suasana negara sedang dilanda berbagai resesi dan krisis ? Apakah mungkin dakwah gerakan amar makruf nahi munkar dapat menata sistim ekonomi tanpa menggunakan asas rente (dengan tingkat suku bunga nol, seperti diajarkan pakar Ekonomi Keynes dalam “The General Theory of Employment, Intrest and Money”) ? Apakah yang dapat dilakukan dakwah menghadapi budaya global emansipasi (wanita dan pria) ? Dan lain-lain (QS 23:71).

Berbeda dengan al-Banna, meskipun diakui bahwa adalah tidak bijak menghindari kegiatan politik praktis dalam memperjuangkan tegaknya bangunan Masyarakat Utama, Masyarakat Islam, namun Dr HM Amien Rais MA yang visi dan persepsi poltiknya hampir sejalan dengan Mr Mohammad Roem, mengemukakan bahwa untuk membangun infrastruktur Masyarakat Utama itu tidak bisa dengan mengambil jalan pintas, tetapi dalam perspektif jangka panjang (USWATUN HASANAH 495:1998). (Bks 18-4-98)

3 Masyarakat Adil dan Makmur

Kemakmuran, keadilan, ketenteraman, keamanan masih tetap saja tinggal sebagai impian, dambaan, harapan bagi orang banyak. Sudah lebih lima puluh tahun merdeka, baik masa ORLA, maupun masa ORBA, hanya segelintir orang tertentu yang sempat berhasil mereguk, mengenyam kemakmuran, keadilan, ketenteraman, keamanaN TERSEBUT. Hanya MEREKA itulah yang sempat menikmati kekayaan milyaran, bahkan triliyunan untuk ratusan turunan. Selebihnya tetap saja kere, jembel, kuli (ada yang berdasi, dan ada yang tidak0) dari proyek-proyek konglomerat. Walaupun demikian, perjuangan tak pernah berhenti untuk meraih kemakmuran lahir batin, keadilan dalam politik-ekonomi-hukum-sosial-budaya, bersih dari kolusi, komisi, konspirasi, ketenteraman dan keamanan keluarga dan masyarakat.

Untuk menuju masjarakat adil dan makmur itu, Islam memberikan tuntunan agar senantiasa menyimak, memperhatikan, mengikuti, menjalankan tuntunan agama yang disampaikan oleh para ulama berupa keharusan berbuat kebajikan dan larangan berbuat tindak kejahatan. Tidak meremehkan, mengabaikan para ulama, apalagi membatasi gerak dakwahnya atau mencekalnya, atau menjadikan wejangannya sebagai bahan lawakan.

Berikutnya, lebih memusatkan perhatian pada pembangunan mental spiritual (moral), dan bukan terlalu terfokus pada pembangunan fisik material (ekonomi). Islam lahir, tampil membawa pesan/amanat untuk lebih mengutamakan perbaiakan budi pekerti (akhlak), bukan untuk lebih mengutamakan perbaikan penampilan fisik jasmani. Memang Islam juga mendorong untuk berusaha mencari rezki sekuat tenaga, tetapi harta-kekayaan yang lebih dari kebutuhan hendaknya diberikan kepada orang-orang yang melarat (QS2:219). Islam tidak menyukai menumpuk-numpuk kekayaan, apalagi untuk foya-foya, bahkan untuk ratusan turunan. Sesungguhnya kelebihan harta itu menurut riwayat Ali bin Abi Thalib – hanyalah milik orang lain yang disimpan. Jangan membuat tempat timbunan kekayaan, yang – menurut riwayat Tirmizi – akan menyebabkan cinta pada dunia.

Sebagai orang bersaudara, Islam juga tidak menyukai sealing bersaing dalam mencari rezki. Islam menuntun agar saling tolong menolong, saling bantu membantu dalam kebaikan. Termasuk tolong menolong mencarikan jlan keluar mengatasi kesulitan permodalan, tenaga kerja, pemasaran, manajemen.

Tuntunan Islam yang disampaikan Rasulullah saw antara lain bahwa “Apabila kaum Muslimin membenci ulama mereka, menonjolkan pembangunan pasar mereka, dan saling berkelahi untuk mengumpulkan uang, maka Allah swt menimpakan kepada mereka empat perkara : musim pacekelik, kezhaliman penguasa, pengkhianatan penegak hukum, dan serangan dari musuh” (HR Hakim dari Ali bin Abi Thalib, dalam “Koreksi Pola Hidup Umat Islam”, 1986:46).

Dari QS 7:96, 5:65-66, 24:55, 65:2-3 dipahami, bahwa masyarakat adil makmur, penuh berkah, kemajuan IPTEK-sosial-ekonomi, jadi tuan di negeri sendiri, adalah masyrakat IMTAQ, masyarakat Islami, masyarakat yang rela diatur oleh aturan Allah. Yang Yahudi rela diatur dengan Taurat. Yang Nasrani rela diatur dengan Injil. Yang Islam rela diatur dengan Qur:an (QS 5:44-50,66). Semoga saja sudah ada yang sukses berhasil membentuk masyarakat IMTAQ di lingkungan RT, RW, Desa, sekolah, madrasah, masjid, kampus, kantor, pabrik, pasar, komplek pemukiman, dan lain-lain (Bks 1-4-98)

4 Tuntunan Islam praktis

Baik dari dakwah tatap muka, maupun melalui media cetak, dan melalui media elektronika, yang amat sangat diperlukan umat adalah tuntunan Islami praktis, yang konkrit, yang mudah diterapakan, dan bukan tuntunan Islami teoritis ilmiah yang abstrak, antara lain tentang cara menanggulangi, mengatasi, menangani tawuran antar sekolah, penyampaian protes, penolakan protes, bentrokan fisik antara rakyat pengunjuk rasa dengan aparat bersenjata, tindak kekerasan, tindak kejahatan, pemaksaan kehendak oleh yang berkuasa, arogansi intelektual, arogansi wakil rakyat, arogansi pejabat, penyalah-gunaan kekuasaan, transaksi fiktif, kwitansi fiktif, penggelapan uang, aksi premanisasi, aksi pengamen, aksi pengemis, parade zina, hedonisme, krisis keteladanan, mental robot, mental pabrik, mental badak, mental budak, jambret, rampok, rampas, todong, perkosaan, pembunuhan, pembantaianan, miras, mabuk-mabukan, judi, calok, pungli, uang semir, siluman, pelicin, komisi, amplop, tst, joki, jimat, kolusi, korupsi, komersialisasi jabatan, dan lain-lain.

Islam berpesan agar sungguh-sungguh menarik tangan orang yang zhalim, aniaya, berbuat munkar, kejam, jahat, sewenang-wenang, dan menghela, paksa, robah, cegah tangan itu kepada mematuhi kebenaran. Kalau tidak, maka Allah akan meratakan siksaan-Nya. (Bks 20-9-99).

5 IPOLEKSOSBUDHAMKAMTIB dan Islam

Penerbit dan Redaksi Media Dakwah sangat diharapkan untuk dapat menyusun/menerbitkan Risalah/Makalah/Bukau antara lain mengenai “Politik dan Islam”, “Ekonomi dan Islam”, “Televisi dan Islam”, “Busana dan Islam”, “Militer dan Islam”, dll yang dapat dipahami oleh tokoh-tokoh semacam Munawir Syadzali, Nurkholish Madjid, Ainun Nadjib, Dahlan Ranuwihardjo, Dawam Rahardjo, Syhafi’I Ma’arif, Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Aqil Siradj, Masdar Mas’udi, Hasan Metareum, Tirtosudiro, Adi Sasono, Mar’I Muhammad, Fuad Bawazir, Aburizal Bakri, Emil Salim, Syafi’I Antonio, Hasan Habib, Wiranto, Hasan Tiro Quraisy Shihab, Alwi Syihab, dan lain-lain.

Memang dalam siasah/politik, kalam/teologi, tasauf/teosofi, hukm/fiqih, sejarah telah meninggalkan berbagai firqah/sekte/aliran paham yang antara lain :

hanya menerima matan nash dan menolak makna nash, hanya mengambil hakikat (nilai) Islam dan meninggalkan syari’at (Hukum) Islam. Inkar Syari’at/Siyasah. Pro-Ribawi. Inkar Jihad. Inkar Jilbab. Dll. Dengan jargon “Islam yes, Politik Islam No).

hanya berpegang pada Qur:an saja, dan meninggalkan Sunnah. “Qur:an Yes, Sunnah No”. Inkar Sunnah. (Bks Idilfitri 1420)

6 Muhasabah keadilan

Pernahkah kita berlaku adil terhadap yang tak kita senangi ? Islam hanya membutuhkan dua puluh tiga tahun untuk menegakkan keadilan (QS 5:8, 5:3). Timtim di bawah naungan Indonesia selama dua puluh tiga tahun. Selama itu apakah Indonesia bersama TNI-nya yang mayoritas Islam bersikap dan berwatak Islami terhadap rakayat Timtim non-Islam ?

Dari “Hadhratul Arab”nya Gustave Le Bon dicatat bahwa Perang Salib sebagai lambang makar jahat Barat terhadap Islam. Dari “Mafahim Siyasah”nya Abu Yusuf dicatat bahwa negara Barat akan terus melanggengkan pengaruhnya melalui penjajahan (HUSNAYAIN 82:1999).

Dipertanyakan, dari sumber data otentik mana dicatat bahwa Keluarga Barat (kelompok negara-negara Nasrani Eropa mana) muncul pada abad XIV untuk menghancurkan Islam dan kum Muslimin. Negara-negara Nasrani mana saja yang bersekongkol, bersekutu dengan Austria tahun 1683 memukul mundur Turki dekat Wina ? Negara-negara mana saja yang bersekutu dengan Hongaria tahun 1699 menyerang Turki ? Pada masa itu, apakah bangsa Seljuk-Turki masih bersikap dan berwatak Islami terhadap daerah taklukan ? Apakah ayat QS 2:120 dipahami untuk menanamkan kebencian kepada Ahli Kitab, ataukah dipahami untuk senantiasa waspada ?

Hassan Shadily dalam Ensiklopedi Indonesia-nya mengemukakan bahwa “Ketika suku Turki Seljuk Islam berkuasa, orang-orang Kristen yang berziarah ke tempat-tempat suci di Yerusalem, merasa diperlakukan tidak baik” (Jilid 5, hlm 2661-2662). Dan bagaimana dengan perlakuan umat Islam Indonesia masa kini terhadap Ahli Kitab ? Apakah seperti Bani Seljuk Turki Islam ? (Bks 20-9-99).

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: