Dakwah tauhid lewat televisi

Dakwah tauhid lewat televisi

Semua stasiun televisi di Jakarta membuka peluang bagi penyampaian dakwah. Kesempatan bagi para ulama (cendekiawan Muslim) untuk memanfa’atkan peluang televisi tersebut secara optimal menyeru seluruh manusia mengikuti ajaran tauhid (menghambakan diri hanya kepada Allah swt), dan meninggalkanpaham syirik (menghambakan diri kepada selain Allah swt). Menyampaikan ayat-ayat Qur:an yang memanggil semua manusia dengan khitab (seruan) “Ya ayyuhan naas”. Menyampaikan titik temu antara semua ajaran agama. menyampaikan seruan Nabi Ibrahim bahwa yang telah Islam (rela diaaaatur dengan aturan Allah swt) tak akan berpaling pada yang bukan Islam (rela diatur dengan bukan aturan Allah swt). Menyampaikan bahwa bagi manusia cukup hanya Qur:an sebagai pedoman utama dalam hidup perorangan, bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Sedangkan untuk mengajarkan Islam (QS 16:125) cukup menggunakan sarana taklim tatap muka, tak perlu menggunakan media elektronia. Selama peluang televisi tersebut tak dimanfa’atkan untuk menyeru semua orang agar bertauhid dan meninggalkan syirik, maka sebagian fardhu kifayah tersia-sia, suatu perbuatan mubazir, perbuatan terlarang (QS 17:26-27). (Bks 7-4-99).

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: