Jama’ah Islamiyah adalah Umat Islam

Jama’ah Islamiyah adalah Umat Islam

Jama’ah Islamiyah adalah Umat Islam, Kaum Muslimin, Jama’ah Ahlus Sunnah wal Jma’ah.

Secara leksikal, jama’a berarti menghimpunkan, mengumpulkan, menyatukan, menghubungkan, menggabungkan, mencampurkan. Sedangkan jama’ah berarti puak, kumpulan, partai, golongan, kelompok,

Secara terminologis, Jama’ah Muslimin (Jama’atul Muslimin) atau Jam’atul Umm (jama’ah Induk) adalah jama’ah yang di dalamnya tergabung seluruh kaum muslimin yang mempunyai iman yang melaksanakan hukum-hukum Allah. Sedangkan Jama’ah minal Muslimin (kumpulan sebagian dari Muslimin) adalah jama’ah yang bekerja untuk mengembalikan daulah khilafah, yang saling tolong menolong dalam urusannya dan menghilangkan perselisihan yang ada diantara individu supaya ada kesepakatan di bawah kalimat yang lurus dan naungan kalimat tauhid (Salim bin ‘Ied al Hilali : “Jam’ah minal Muslimin bukan Jam’ah Muslimin” (majalah ASSUNNAH, No.07/I/1414-1993, hal 12).

Jm’ah Islamiyah atau Jama’ah Muslimin atau Jamah Ahlus Sunnah wal Jma’ah (firqah najiyah) adalah jama’ah yang berpegang teguh pada Kitabullah, pada Sunnah RasulNya, pada Sunnah Khulafah Rasyidin mahdiyin (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1984, VIII:143-144, Md Ali alHamidy : “Godaan Syetan”, 1984:126-127, majalah ASSUNNAH, No.07/I/1414-1993, hal 13,21, H Djarnawi Hadikusumo : “Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Bid’ah Khurafat”, cetakan ke-IV, hal 16, Muhammad Jamil Zainu : “Minhaj alFirqh alNajiyah”, hal 8-10).

Yang bukan brpegang pada Kitabullah, pada Sunnah RasulNya, pada Sunnah Khulafah Rasyidin Mahdiyin bukanlah termasuk Jama’ah Islamiyah, tetapi termasuk ke dalam Ahli Bid’ah, Ahli Ahwa, Ahli Syubhat, Ahli Dhalalah (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1984, VIII:142).

Jika ditilik dari sudut pandang organisatoris dengan ciri/kriteria tersebut diatas, maka Jama’ah Islamiyah itu berpegang, berasaskan, berdasarkan, bertujuan menurut ajaran Allah, ajaran Rasul Allah, ajran Khulafah Rasyidin Mahdiyin. Pimpinan tertingginya adalah Rasulullah sendiri, yang kemudian dilanjutkan oleh pengikut-pengikut Rasulullah yang setia berpegang pda Kitabullah, Sunnah RasulNya dan Sunnah Khulafah Rasyidin Mahdiyin.

Salah satu tujuan dari Jama’ah Islamiyah adalah tersebar luasnya kebaikan di seluruh muk bumi. “Dn hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajkan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS 3:104)
1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: