Marilah Shalat

Marilah Shalat

Lakukanlah shalat wajib yang lima kali sehari semalam secara tertib, teratur, dengan penuh kesadaran dan kesungguhan, semata-mata melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang Allah.

Ingatlah bahwa “adalah akhir pembicaraan Rasulullah saw : peliharalah shalat dan bertaqwalah kepada Allah terhadap budak sahayamu” (HR Ahmad dari Ali ra).

Ingatlah bahwa “shalat adalah tiang agama, maka barangsiapa yang mendirikannya, sesungguhnya ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa yang merobohkannya, sesungguhnya ia telah merobohkan agama” (HR Baihaqy).

Ingatlah bahwa “batas antara seseorang dengan kekafiran ialah meninggalkan shalat” (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Ingatlah bahwa “barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka sungguh-sungguh ia telah kafir” (HR Thabrani).

Ingatlah bahwa “sesungguhnya shalat itu mencegah dari berbuat keji dan munkar” (QS 29:45).

Ketahuilah bahwa “kaum Muslimin sependapat bahwa meninggalkan shalat wajib dengan sengaja adalah sebesar-besar dosa, lebih besar dari dosa membunuh orang, dari merampas harta orang, dari berbuat zina, dari mencuri, dari meminum minuman keras”.

Lakukanlah hirah dari yang negatip ke yang posisitp, dari menyia-nyiakan shalat ke menetapi shalat.

Pada setiap dua raka’at pertama, setelah membaca Fatihah, bacalah surah alFalaq dan anNaas, surah yang ke-113 dan yang ke-114, yang artinya dalam bahasa Indonesia “Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan makhluk, dari pada kejahatan (bahaya) makhluk, dan dari pada kejahatan malam bila telah kelam, dan dari kejahatan tukang sihir yang meniup simpul tali, dan dari kejahatan yang iri bila ia iri”, “Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan yang mendidik manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, dan dari pada kejahatan (bahaya) bisikan setan yang maju mundur, yang membisikkan dalam hati manusia, yaitu bangsa jin dan manusia” (QS 113:1-5, 114:1-6).

Tiap selesai shalat bacalah kembali surah alFalaq dan anNaas. Bahkan bacalah sesering mungkin pada setiap kesempatan, seperti ketika dalam perjalanan, ketika dalam bekerja, dalam keadaan susah, dan lain-lain.

Bacalah dan simaklah makna tafsiran surah alFalaq dan anNaas pada buku Tafsir Hamka “Al-Azhar” dan buku Tafsir Sayid Quthub “Di Bawah naungan alQur:an” dalam juzuk ke-XXX.

Resapilah dan hayatilah makna tafsiram surah alFalaq dan anNaas tersebut dengan kenuh ketekunan, semoga dapat terhindar dan selamat dari segala macam bahaya dan kejahatan yang dilakukan oleh segala macam makhluk allah.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: