Bagaimana menyikapi kecaman, celaan AlQur:an?

Bagaimana menyikapi kecaman, celaan AlQur:an?

Penterjemah/penafsir AlQur:an Deparemen Agama RI mengemukakan bahwa orang yang tidak memutuskan perkara menurut hukum Allah ada tiga macam. Pertama orang kafir, yaituyang benci dan ingkar kepada hukum Allah (QS 5:44). Kedua, orang zhalim, yaitu yang menurutkan hawa nafsu dan merugikan orang lain (QS 5:45). Ketiga, orang fasiq (QS 5:47).

Terhadap semua yang tidak memutuskan perkara menurut hukum Allah, aakah berpredikat kafir, zhalim, atau fasiq ditanyakan AlQur:an �Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaaki, dan hukum siapakah yang legislatif dan eksekutif bih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin� (QS 5:50).

Dari ayat QS 5:50 dan ayat-ayat sebelumnya, apakah pelajaran yang dapat diperoleh? Di antaranya, bahwa hukum jahiliyah itu adalah yang bukan hukum Allah. Memutuskan perkara bukan dengan hukum Allah berarti mengambil hukum jahiliyah. Berhukum dengan yang bukan hukum Allah adalah berhukum kepada thagut (QS 4:60). Hukum allah itulah hukum yang terbaik. Hukum Allah itulah yang teradil (QS 95:8). Teguran, kecaman AlQur:an itu sangat keras, sangat tajam, sangat dahsyat bagi orang-orang yang yakin. Bagi yang yakin bahwa hukum Allah itu adalah hukum yang teradil. Tak ada hukum yang adil selain hukum Allah. Yang yakin sangat takut, tak berani untuk memutuskan perkara dengan bukan hukum Allah. Namun bagi yang tak yakin merasa bebas merdeka untuk memutuskan perkara dengan yang bukan hukum Allah. Untuk memutuskan perkara dengan hukum Allah diperlukan keyakinan bulat bahwa hukum Allah itulah hukum yang teradil.

Yang berpredikat kafir, zhalim, fasiq aalah objek, sasaran dakwah. Mereka ini semua harus diseru, dihimbau, dipanggil seperti seruan kepada Yahudi (Ahli Taurat) agar menetapkan hukum menurut hukum Allah (QS 3:23). Di samping dengan hikmah-bijaksana, juga dengan laiyina-lemah lembut, mereka yang berkuasa diingatkan agar berhukum dengan hukum Allah. Fir�au berkuasa secara absolut, secara sewenang-wenang, melampaui batas. Ia harus diingatkan dengan akta-kata yang lemah-lembut agar ia takut akan murka Allah (simak QS 20:43-44). Barangkali berangkat dari pemahaman QS 20:43-44 ini, Imam Hasan alBanna pada bulan Rajab 1366H mengirimkan surat kepada Raja Faruq I (Penguasa Mesir dan Sudan), kepada Musthafa Nahhas Pasya (perdana Menteri Mesir dan Sudan), kepada para raja dan amir para negara-negaraa Islam, kepada para politisi, tokoh-tokoh dan nearawan dari negaraa-negara Islam (juga kepada tokoh-tokoh agama) (Muhammad Hilmy AlManjawi : �Pidato & Surat-Surat Hasan Albanna, 1984:211-270). Sjafruddin Prawiranegara SH, pada 7 Juli 1983 menyampaikan surat kepada Soeharto (Presiden Republik Indonesia) untuk membatalkan Asas Tunggal (�Perihal :Pancasila sebagai Asas Tunggal�). Hamka menullis surat kepada Soeharto untuk membatalkan Aliran Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

AlQur:an sangat mengecam, mencela orang-oang zhalim, orang-orang yang menolak erhukum dengan hukum Allah (QS 24:47-50). Orang-orang mukmin, orang-orang yang prcaya, yakin bahwa hukum Allah itu adakah hukum teradil, sangat takut, sangat gentar erhadap kecaman, celaan AlQur:an. Mereka selalu siap untuk berhukum dengan hukum Allah anpa bantahan. Merekalah yang dipuji AlQur:an sebagai muflihin, orang beruntung, fa:izun, orang sukses (QS 24:51-52).

Setelah Islam tegak berdiri kokohj, datanglah perintah untuk memerangi, membunuhi orang musyrik semuanya karena mereka memerangi, membunuhi oang Islam (QS 9:36). Yahudi dan Nasrani, meskipun juga menuhankan selain Allah, namun AlQur:an tidak memberikan predikat musyrik kepda mereka, tetapi menyebut mereka dengan sebutan Ahli Kitab. Yang disebut musyrik aalah yang tak punya Kitab suci. Yang diperintah adalah memerangi fi sabilillah orang-orang yang memerangi orang Islam (QS 2:190-191). Tujuannya adalah untuk menghentikan kekacuan(fitnah), untuk mengembalikan ketertiban (QS 2:192-193, 8:39). (BKS0409121040) 1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: