Berhukum dengan Hukum Allah

Berhukum dengan Hukum Allah

Allah sangat mencela, sangat mengecam berhukum bukan dengan hukumNya. Allah sangat murka terhadap yang membuat hukum tandingan bagi hukum Allah. Padahal hukum Allah itu adalah hukum yang terbaik (QS 5:50), yang teradil (QS 95:8). Yang Ahli Taurat hendaknya menjalankan hukum taurat. Yang Ahli Injil hendaknya menjalankan hukum Injil. Yang Ahli Qur:an menjalankan hukum Qur:an (QS 5:66). Seluruhnya menjalankan hukum Allah yang diturunkan kepada mereka masing-masing.

Dalam Taurat terdapat hukum Allah. Dengan hukum Allah itulah perkara orang Yahudi diputuskan oleh para Nabi dan oleh para pemuka mereka (QS 5:44). Dalam Injil juga terdapat hukum Allah. Dengan hukum Allah itu pula hendaknya orang Nasrani memutuskan perkaranaya (QS 5:47). Juga dalam Qur:an terdapat hukum Allah. Dengan hukum allah itu pulalah orang islam harus memutuskan perkaranya. Tidak mengambil hukum selaim hukum Allah. Hukum Allah (syir�ah) serta tatacara penerapannya (minhaj) haruslah dijalankan semuanya, baik Ahli Taurat, Ahli njil, Ahli Qur:an. �Hendaklah memutuskan perkara menurut yang diturunkan Allah. Jangan mengikuti hawa nafsu siapa saja. Waspadalah terhadap yang mengikuti hawa nafsu�.

Berhukum dengan hukum Allah adalah bukti atas keimanan kepada Allah dan RasulNya. Menolak berhukum dengan hukum Allah adalah bukti atas kebohongan beriman kepada Allah dan RasulNya (S 24:48). Berhukum bukan dengan hukum Allah adalah berhukum kepada thagut (QS 4:60). Penyebab penolakan ini bisa karena adanya penyakit hati (seperti dengki, sombong), atau karena buruk sangka, khawatir bahwa Allah dan RasulNya akan berlaku sewenang-wenang (S 24:50).

Orang Mukmin, yang percaya, yakin aakan keadilan hukum Allah, senantiasa siap berhukum dengan hukum Allah. Mereka itu adalah orang yang ta�at, patuh kepada Allah dan RasulNya, yang takut dan bertakwa kepada Allah (QS 24:51-52).

Apakah yang harus dilakukan terhadap yang membangkang kepada Allah dan RasulNya, yang menolak berhukum dengan hukum Allah? Mereka harus diseru, dihimbau, dipanggil untuk mau secara ikhlas berhukum dengan hukum Allah, seperti seruan kepada Yahudi (Ahli arat) agar menetapkan hukum menurut hukum Allah (QS 3:23). (BKS 0409121050) 1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: