Himbauan Majelis Mujahidin Indonesia

> Himbauan Majelis Mujahidin Indonesia
>
> 1 Sesungguhnya sumber segala masalah yang membuat
> bangsa Indonesia mengalami krisis multidimensional
> seperti sekarang ini adalah akibat diberlakukannya
> hukum yang bersumber dari sekularisme sebagai tatanan
> kehidupan berbangsa dan bernegara. Semestinya bangsa
> Indonesia menempatkan diri sebagai haamba Allah dengan
> mentaati dan menegakkan hukum-hukum-Nya, hingga dapat
> kembali kepada harkat kemanusiaan yang sebenarnya.
>
> 2 Selama 56 tahun Indonesia merdeka, kedaulatan
> pemerintahan negara berada di bawah kedaulatan yang
> menuimpang dari petunjuk Allah, bahkan menentang
> pelaksanaan hukum Aallah di dalam kehidupan berbangsa
> dan bernegara. Hal ini jelas merupakan pengingkaran
> terhadap rahmat Aallah dan kasih sayang Allah yang
> diturunkan kepada bangsa Indonesia sebagaimana diakui
> dan dicantumkan di dalam Pembukaan UUD-1945. Sebagai
> akibatnya, terjadilah krisis nasional : malapetaka
> politik (berupa perseteruan eksekutif-legislatif,
> fitnah, teror, adu domba seperti yang terjadi di
> Sampang-Madura), bencana ekonomi (kemelaratan sosial,
> nasib rakyat miskin yang terabaikan, ribuan pengungsi
> di Aceh, Maluku, dll, yang terancam kelaparan),
> tragedi kemanusiaan (perang agama di Maluku,
> pertikaian etnis di Sampit-Kalimantan Tengah, amuk
> massa, pembakaran sarana pendidikan, perkantoran,
> pasar, tempat ibadah, saling bunuh di antara warga dan
> tentara Aceh) serta berbagai kerusakan di hampir semua
> segi kehidupan, yang kesemuanya itu berujung pada
> konflik horizontal di antara sesama warga negara.
> Akhirnya, rakyat membenci pemerintahnya, sebaliknya
> pemerintah membenci rakyatnya, sehingga ancaman
> terjadinya disintegarasi bangsa semakin nyata.
>
> 3 Cara berpikir sinkretik dan perilaku munafik, yang
> selama ini digunakan Pemerintah dalam menyelesaikan
> konflik dan pertentangan warga bangsa, terbukti gagal
> menciptakan suasana kehidupan bersama yang damai,
> harmonis, jujur dan bertanggungjawab. Oleh karena itu,
> harus ada keberanian untuk mengubah orientasi
> berpikir, bersikap dan bertindak secara mendasar, yang
> menjamin keselamatan manusia secara sosial demi
> tercapainya masyarakat adil, makmur dan diridhai
> Aallah swt. Untuk mencapai maksud diatas, Majelis
> Mujahidin berkeyakinan, tidak ada cara lain kecuali
> memberlakukan syariat Islam secara kaffah (utuh) dalam
> kehidupan berbangsa dan bernegara yang realisasinya
> sebagai berikut :
>
> a Seluruh umat Islam, di orpol atau ormas manapun
> mereka berada, baik sebagai anggota MPR, DPR, menteri,
> pegawai negeri sipil/militer, rakyat biasa, mahasiswa
> dan lain-lainnya harus mempunyai komitmen yang jelas
> terhadap keislamannya, yaitu wajib taat kepada Allah
> dengan melaksanakan syariat-Nya secara utuh.
>
> b Sumber dari segala hukum dan kebijakan nasional
> harus berdasarkan alQur:an dan Sunnah Rasulullah saw.
>
> c Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hubungan
> antara muslim dan nonmuslim telah ditentukan di dalam
> syariat Islam, antara lain memberikan kebebasan
> beribadah kepada mereka yang beragama selain Islam.
>
> 4 Sistem pengelolaan dan pembangunan negara Indonesia
> yang tidak berdasarkan syariah dan tidak pula mengacu
> kepada ajaran moral Islam yang dianut oleh mayoritas
> penduduk negeri ini, telah membawa dampak sosial yang
> sangat parah dan merusak sendi-sendi tatanan hidup
> bermasyarakat. Akibatnya, potensi bangsa menjadi
> terkuras sia-sia akibat berbagai konflik dan
> pertentangan kepentingan. Sebagai contoh : penerapan
> hukum positif sekuler yang menghalalkan segala yang
> diharamkan Islam serta sistem peradilan dan ekonomi
> yang menyengsarakan masyarakat golongan lemah,
> menyebabkan terjadinya berbagai tindak kezaliman,
> permusuhan dan pertentangan yang berkepanjangan.
>
> 5 Reformasi total yang dapat menjamin kesejaahteraan
> dan perbaikan situasi dalam negeri hanyalah dengan
> penegakkan syariat Islam, bukan sekedar mengganti
> figur-figur yang mengelola lembaga-lembaga negara
> seperti presiden, menteri atau pejabat negara lainnya,
> melainkan harus adaperubahan sistem bernegara. Sistem
> yang buruk dan dilaksanakan oleh pejabat yang juga
> buruk, pasti tidaka akan membawa kebaikan bagi rakyat.
> Reformasi total hanya bisa membawa maslahat bagi
> rakyat Indonesia, bila seluruh landasan keyakinan,
> tujuan hidup dan tatanan segala aspek kehidupan
> berbangsa dan bernegara didasarkan kepada syariat
> Islam secara menyeluruh.
>
> 6 Komposisi masyarakat Indonesia yang majemuk, namun
> mayoritasnya beragama Islam harus diberikan hak
> konstitusionalnya untuk menjalankan syariat Islam.
> Sebab, syariat Islam yang hendak ditegakkan oleh umat
> Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan
> memberikan pengayoman kepada nonmuslim sebagaimaana
> yang diatur dalam syariat Islam itu sendiri, karena
> sesungguhnya Islam adalah rahmatan lil’alamin.
>
> 7 Demokrasi sekuler yang dianggap sebagai sebagai
> model sistem yang paling baik di dunia dan ingin
> ditegakkan di Indonesia, ternyata tidak mampu
> memberikan ketenangan, rasa keadilan dan rasa aman
> kepada manusia dari segala bentuk teror dan ancaman
> hidup, baik pribadi maupun masyarakat. Atas nama
> demokrasi, bahkan keruntuhan moral dibiarkan
> merajalela sehingga melahirkan berbagai kebobrokan
> sosial dan menyebarkan penyakit kejiwaan. Munculnya
> berbagai macam ketegangan akibat manipulasi politik
> maupun perselingkuhan moral di kalangan elit penguasa
> dalam mengelola negara dan menjalankan roda
> kekuasaannya, semua itu terjadi karena demokrasi
> sekuler memang tidak mengenal kontrol yang didasarkan
> pada ajaran agama.
>
> 8 Kekhawatiran akan terjadinya disintegarasi bangsa,
> diskriminasi rasial dan agama, apabila syariat Islam
> menjadi hukum positif dalam kehidpan berbangsa dan
> bernegara, adalah kekhawatiran yang tidak berdasar,
> bertentangan dengan nas alQur:an, Sunnah Rasulullah
> maupun fakta sejarah. Kekhawatiran demikian hanyalah
> opini buatan Zionis dan imperialisme Barat, karena
> mereka ingin melestarikan penjajahannya di senatero
> dunia. Padahal zionis dan imperialis Barat telah
> menebarkan teror maut dimana-mana, seperti teror
> Amerika di Irak, Rusia di Chechnya, dan Israel di
> Palestina.
>
> 9 Syariat Islam datang sebagai satu-satunya jalan
> yang memberikan penjelasan kepada manusia sebagaimana
> disampaikan para Rasul dan Nabi Allah untuk
> membersihkan manusia dari pengaruh jahat hawa nafsunya
> dan memberikan petunjuk tentang tujuan hidup
> manusiadengan meletakkan tatanan kehidupan individu,
> keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dalam fitrah
> yang digariskan oleh Allah demi terwujudnya
> kebahagiaan di dunia dan akhirat. Hal seperti ini
> tidak dapat dilakukan oleh ajaran apa pun di luar
> syariat Islam, termasuk ajaran demokrasi dan
> sekularisme.
>
> 10 Oleh karena itu, Majelis Mujahidin menyerukan
> kepada segenap alim ulama, intelektual muslim serta
> tokoh-tokoh Islam khususnya, dimana pun mereka berada
> dan pada posisi apa pun mereka berperanserta, supaya
> menyadari, bahwa kelalaian maupun ketidakpedulian
> mereka terhadap tathbiqus-syari’ah (penegakkan syariat
> Islam) telah mengundang murka allah, sehingga
> menimbulkan malapetaka dan bencana di negeri ini,
> sejak awal kemerdekaan hingga sekarang, dana akan
> terus demikian apabila faakta dan kenyataan yang ada
> sekarang ini tidak dijadikan sebagai ibrah dan
> kemudian mengikuti jalan Islam serta melakukan
> taubatan nasuha. Dan untuk itu, Anda harus
> bertanggungjawab kepada Allah dan kepada umat Islam
> bangsa Indonesia dengan secepat-cepatnya berjuang
> menegakkan syariat Islam di bumi Indonesia ini.
>
> Berdasarkan alasan-alasan ersebut diatas, maka
> Majelis Mujahidin menghimbau pemerintah supaya
> memerintah negeri ini dengan pemerintahan yang bersih,
> jujur, adil dan bermartabat sesuai dengan syariat
> Islam. Kemudian membuat kebijakan pemerintah serta
> aturan-aturan hukum dengan merujuk kepada alQur:an dan
> Sunnah Nabi Muhammad saw. Apabila tidak demikian, maka
> sesungguhnya Allah swt mengancam : tidak akan meberi
> rahmat, pertolongan dan jalan keluar dari segala
> kesulitan hidup, kepada pemimpin atau pemerintah yang
> menentang syariah-Nya. Wallahu a’lam bisshawab.
>
> Ya Allah, Engkau menyaksikan, kami telah
> menyampaikan.
> (Fauzan alAnshari : “Saya Teroris ?”, 2002:68-74.
> Simak juga SABILI, No.6, Th.VIII, 6 September 2000,
> hal 42-45, Wawancara dengan Abu Bakar Baasyir, No.17,
> Th.IX, 21 Februari 2002 2002, hal 6-7, Rosail KH Abu
> Bakar Baasyir : “Seruan Majelis Mujahidin”, No.19,
> Th.IX, 21 Maret 2002, hal 5-6, Rosail Drs Fauzan
> alAnshori,MM : “Seruan Dari Majelis Mujahidn
> Indonesia”, No.16, Th.VIII, 31 Januari 2001, hal 6-7,
> Rosail UmarAbduh : “”awaban Kepada Fauzan alAnshari””
> No.02, Th.X, 8 Agustus 2002, hal 8-9, Komentar Fauzan
> alAnshari : “Vonis Agus Dwikarna Pasca Goci”).

(0301050144) 1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: