Islam ya Islam

Islam ya Islam

Paramadina (2001) menerbitkan karya Budhy Munawar-Rachman “Islam Pluralis” (Wacana Kesetaraan Kaum Beriman). Buku setebal xxii+457 halaman itu mengangkat “Spiritualitas Sebagai Pertemuan Esoteis Agama-Agama”, “Islam Dan Wanaca Fiflsafat Kontemporer” (antara lain “Pergulatan Mencari Islam : Refleksi Kritik Ahmad Wahib dalam terang Soren Kierkegard”, “Islam Transformatif Dalam Wacana Neo-Modernisme”, Penafsiran Liberal”.

Sehubungan dengan “Pergulatan Mencari Islam”, dalam Harian Umum PELITA, B Purwanto (Yogya, 13 Ramadhan 1403H) mempertanyakan apakah “Almarhum Ahmad Wahib Menghina Islam?”. Sebenarnya Ahmad Wahib (Catatan Harian Ahmad Wahib pertama kali diterbitkan LP3ES tahun 1981) tak perlu bersusah payah mencari Islam. Islam ya Islam. Islam sendiri tak mengenal terminologi Islam Hamka, Islam Natsir, Iswlam Nurcholish Madjid, Islam Paramadina, Islam Arab, Islam Indonesia, Islam Modernis, Islam Tradisional, Islam Rasional, Islam Liberal, Islam Sekuler, Islam Sinkretis, Islam Pluralis, Islam Sosialis, Islam Nasionalis.

Logika (yang menurut ilmu) Khalik tidak sama dengan logika (yang menurut ilmu) Makhluk. Islam menurut logika (pengertian) Allah tidaklah sama dengan Islam menurut logika (pengertian) siapapun. Siapapun tak mampu menjangkau memahami pengertian Islam menurut pemahaman Allah. “Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS 2:216). Terimalah Islam menurut yang dipahami. “Janganlah masuk ke dalam golongan orang-orang yang ragu-ragu” (QS 10:94). Semuanya sesuai dengan persepsi (ilmu) Allah, dan bukan sesuai dengan persepsi (ilmu) siapapun. Semuanya dipulangkan bahwa “Allahlah yang paling tahu akan makna firmanNya” (Allahu a’lamu bi muradihi).

Sesuai dengan persepsinya (ilmunya), maka yang disebut dengan umat Islam bisa saja oleh yang satu adalah himpunan orang yang menyatakan dirinya sebagai pemeluk agama Islam. Atau oleh yang satu lagi adalah himpunan orang yang sudah menjalankan ritus keagamaan dan upacara-upacara ibadat. Atau oleh yang satu lagi adalah himpunan orang yang memiliki pengetahuan yang memadai atau lebih dari itu tentang ajaran Islam. Atau oleh yang satu lagi adalah himpunan orang yang berusaha mengatur perilakunya di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Atau oleh yang satu lagi adalah himpunan orang Islam yang terlihat secara ideologis dengan ajaran Islam (Dr Jalaluddin Rakhmat MSc : “Islam di Indonesia : Masalah Definisi”, PANJI MASYARAKAT, NO.498, 21 MARET 1986, HAL 17-19).

Henry D Aiken dalam karyanya “The Age of Ideology” (Mentor Book, 1957) antara lain berbicara tentang “The Advent of Existentialism : Soren Kierkegaard (1813-1855). Majalah Hukum Islam ALMUSLIMUN (No.198, Th XVII, September 1986, hal 13) membicarakan Soren Aabye Kierkegaard yang lebih suka diserang (dikritik, dikecam) daripada dipuji. Kierkegaard sendiri tak henti-hentinya mengeritik keadaan-keadaan kebudayaan Eropah yang bercorak optimisme (Prof Dr TSG Mulia, et al : “Ensiklopedia Indonesia”, hal 786).

Qur:an menyeru agar “masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan” (QS 2:208), bahwa “sesunggunya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam” (Q 3:19), bahwa “aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah” (QS 10:104), “untukmu agamamu, dan untukku agamaku” (QS 109:6), bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS 2:120), agar “Tegas terhadap orang-orang kafir” (QS 48:29), “tetap istiqamah” (Qs 46:13).

Rasulullah memuji para ghuraba, yang berbuat amal shaleh di tengah-tengah yang berbuat amal fasid. Dalam terminologi masa kini, ghurba dapat dipadankan dengan e3kslusif dengan makna seperti di atas, yaitu tegas, istiqamah menegakkan kebaikan walaupun sendirian, “itdak hirau siapa yang menghina atau menentang mereka” (“AlLukluk walMarjan”, hadits No.1250), bahkan “jika tidak ada jama’ah dan pimpinan, menyendirilah walaupun harus menggigit urat pohon” (idem, hadits No.1212). 1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: