Kesahihan mushaf

Kesahihan mushaf

“Sesungguhnya telah Kami turunkan peringatan (Qur:an) dan sesungguhnya kami memeliharanya. Demikian terjemahan firman Allah dalam QS Hijr 15:9. Bagaimana caranya untuk menentukan/membuktikan kesahihan suatu naskah mushaf Qur:an? Antara lain dengan membandingkannya dengan beberapa naskah lain, terutama dengan naskah mushaf Qur:an standar. Bisa pula dengan membandingkannya dengan hapalan beberapa penghapal (hafidz) Qur:an, terutama dengan hapalan hafidz terpercaya. Pada masa komputer dewasa ini, bisa pula dengan menggunakan jasa komputer. Dr Rasyad Khlifah Ph.D, telah bersusah payah menggunakan jasa komputer untuk memahami makna “Yang di atasnya ada 19” (QS Hasyar 59:30).

Rasyad Khalifah adalah seorang sarjana Bio-kimia Mesir yang kemudian bermarkas di kota Thowand-Oaks, Amerika Serikat, dan seorang tokoh yang mengingkari sebagian ayat-ayat alQur:an dan mengingkari Sunnah Rasul secara total, hingga akhirnya mengingkari shalat, bahkan sampai mengakui dirinya sebagai “Rasulullah”. Demikian diungkapkan Dr Yusuf Qardhawi, dalam “Fatwa-Fatwa Kontemporer”, jilid II, tahun 1996, hal 327 dan 224. Sebelum itu, atas nama pemerintah Arab Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Baz, direktur Jenderal Urusan Riset, Fatwa, da’wah dan Bimbingan Islam Saudi Arabia menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin agar brhati-hati terhadap gerakan yang dilakukan oleh Rasyad Khalaifah. Demikian dalam Majalah ADDA’WAH, Riyadh, No.903, Syawal 1403Agustus 1983.

Rasyad Khalifah antara lain menemukan, bahwa dalam naskah mushaf Qur:an yang shahi terdapat :

kalimat BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM sebanyak 6 X19 =114 (113 sebelum awal masing-masing surah, selain surah Anfal, dan 1 dalam surah Naml).
kata ISM sebanyak 1 X 19 = 19.
kata ALLAH sebanyak 142 X 19 = 2689.
kata ARRAHMAN sebanyak 3 X 19 = 57.
kata ARRAHIM sebanyak 16 X 19 = 114. (Makna RAHIM dalam surah Baqrah 2:225 ditulis dengan HALIM).
huruf ALIF + LAM + MIM :
pada surah Baqarah sebanyak 521 X 19 = 26676.
pada surah Ali Imran sebanyak 298 X 19 = 5662.
pada surah ‘Ankabut sebanyak 88 X 19 = 1672
pada surah Ruum sebanyak 66 X 19 =1254.
pada surah Luqman sebanyak 43 X 19 = 817.
pada surah Sajadah sebanyak 30 X 19 = 570.
huruf ALIF + LAM + RA :
pada surah Yunus sebanyak 131 X 19 = 2489.
pada surah Hud sebanyak 131 X 19 = 2489.
pada surah Yusuf sebanyak 125 X 19 = 2375.
pada surah Ibrahim sebanayak 63 X 19 = 1197.
pada surah Hijr sebanyak 48 X 19 = 912.
huruf ALIF + LAM + MIM + RA dalam surah Ra’d sebanyak 79 X 19 = 1501. (Fami Basya menemukan sebanyak 78 X 19 = 1482).
huruf ALIF + LAM + MIM + SHAD dalam surah A’raf sebanyak 280 X 19 = 5320.
huruf HA + MIM dalam surah Mukmin + Fushshilat + Syuura + Zukhruf + Dukhan + Jatsiyah + Ahqaf sebanyak 114 X 19 = 2166. (Fahmi Basya menemukan sebanyak 113 X 19 = 2147).
huruf NUN pada surah NUN (Qalam) sebanyak 7 X 19 = 133.
huruf QAF pada surah QAF sebanyak 3 X 19 = 57. (Makna QAUM dalam surah QAF 50:13 ditulis dengan IKHWAN).
huruf YA + SIN pada surah YA SIN sebanyak 15 X 19 = 285.
huruf ‘AIN + SIN +QAF pada surah Syuura sebanyak 11 X 19 = 209.
huruf SHAD pada surah SHAD + KAF HHA YA ‘AIN SHAD (Maryam) + ALIF LAM MIM SHAD (A’raf) sebanyak 8 X 19 = 152 (huruf SIN dalam kata BASTHATHUN pada surah A’raf 7:69 ditulis dengan SHAD).
huruf KAF+HHA+YA+’AIN+SHAD pada surah Maryam sebanyak 42 X 19 + 798.
huruf THA+HA pada suah THA HA sebanyak 18 X 19 = 342.
Huruf ALIF dalam kata SHALAT dan ZAKAT ditulis dengan huruf WAW.
penempatan setiap kata, memakai perhitungan matematis. (setiap kata menurut Fahmi Basya dapat ditulis dalam bujur sangkar yang terdiri dari 19 kotak, dan titik yang dilewatinya berturut-turut dari kiri ke kanan adalah 12, 5, 10, 1, 2, 4, 8, 16, 13, 7, 14, 5, 18, 17, 15, 11, 3, 6, dan kembali lagi ke 12, 5, 10 dan seterusnya).

Demikian antara lain dalam “AL-QUR:AN THE ULTIMATE MIRACLE” (Penemuan Ilmiah Tetang Kandungan Qur:an) karangan Dr Rasyad Khalifah Ph.D, terjemahan Achmad Rais, terbitan Bina Ilmu, Surabaya, 1991.

H Syamsir Yasin SH dalam Lembaran Dakwah USWATUN HASANAH, No.380, 2 Febuari 1996 dengan judul “MELACAK MU’JIZAT ALQUR:AN DENGAN KOMPUTER”, mengemukakan perlu diacungkan jempol kepada Dr Rasyad Khalifah, sarjana kimia Mesir yang kemudian bermukim di Amerika Serikat atas jasa otak-atik komputerisasinya (MELACAK MU’JIZAT ALQUR:AN DENGAN KOMPUTER). Salah satu temuan Rasyad adalah bahwa angka 19 adalah pembagi yang unik. E Khairi AR, dalam Majalah MEDIA PEMBINAAN, Kanwil Depag Jabar, No.1/XXI, April 1994, menyebutkan bahwa HASIL KOMPUTERISASI ALQUR:AN (mengenai keunikan dan keajaiban AlQur:an) oleh Dr Khalifah Ph.D dalam bukunya “ALQUR:AN THE ULTIMATE MIRACLE” (1984), secara lebar “MENJAWAB TUDUHAN ORANG KAFIR MODERN TERHADAP ALQUR:AN CIPTAA MUHAMMAD”. Menurut Rsyad, AlQur:an disusun melalui sebuah kunci kelipatan 19. angka 19 adalah angka yang invisible number (Primer Number). (Simak juga Majalah SUARA MASJID, 1982).

Agus Salim Hasan, dalam AlMuslimun No.190, Januari 1986, dengan judul “FAHMI BASYA MELANTUR TANPA ARAH”, menyebutkan bahwa Otak-atik angka 19 (MENGUNGKAPK KEAJAIBAN ALAM & ALQUR:AN) disebarkan oleh Fahmi Basya dalam Risalah Rabbi-ku “ONE MILLION PHENOMENA” (Good News for Modern Men) tentang Matematika, Fisika, Astronomi, Biologi, Arkheologi, Geologi. (Simak juga ringkasannya antara lain dalam SABILI, No.21, Th.IX, 18 April 2002, hal 34, “Mukjizat Abadi Yang Tak Terhingga”, oleh Hepi Andi).

Dalam “Gerakan Keagamaan dan Gerakan Pemikiran”, oleh WAMY, 1995 (Babiyyah – Bahaiyah), disebutkan bahwa angka 19 mempunyai arti penting bagi BABISME. 1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: