Kondisi Ummat Islam di mana-mana

Kondisi Ummat Islam di mana-mana

Bertahun-tahun, berpuluh tahun, bahkan beratus tahun nasib umat islam sedunia sangat mengenaskan, sangat memperihatinkan. Umat Islam di bosnia mengalami pemabantaian massal secara sadis dan brutal dari pasukan Salib Serbia. Puluhan ribu umat Islam di Bosnia dibantai dengan biadab, ratusan ribu orang ditangkap tanpa kejelasan beritanya. Ratusan masjid besar dibombardir dan ratusan masjid lainnya tak bisa digunakan lagi. ribuan Muslimah diperkosa pasukan Serbia, dan ratusan diantaranya hamil tanpa pertanggungjawaban pasukan Serbia. Ribuan anak-anak muslim Bosnia menjadi cacat seumur hidup serta menjadi yatim piatu (SABILI, No.01/Th.V, 20 Agustus – 5 Sepember 1992, hal 25, Tragedi Bosnia).

Sungguh sangat menyedihkan, Bosnia terpaksa bertekuk lutut ke bawah kuasa PBB yang dikendalikan Amerika Serikat untuk mementuk negara Bosnia yang terdiri dari Bosnia, Kroatia dan Serbia. dikhawatirkan Bosnia akan mengalami nasib seperti Asia tengah. prosentasi jumlah penduduk di Asia Tengah (Turkministan, Uzbekistan, Azerbeijan, kazakstan, Tajikistan, Kirgiz) disusun berdasarkan kepentingan jangka panjang, sehingga hilang lenyap mayoritas muslim pada daerah-daerah tersebut (SABILI, No.12/Th.IV, Rajab 1412H).

Seperti Bosnia, Cheznia terpaksa mengikuti gencatan senjata dengan pasukan Alexander Lebbed dari Rusia. Umat Islam di Filipina Selatan tak henti-hentinya berkuah darah akibat penindasan pasukan Salib. Akhirnya Misuari bersama pasukannya terpaksa memilih jalan damai, berjabat tangan dengan Fidel Ramos pada pertengahan Agustus 1996, dan perjanjian damai ditanda-tangani 2 September 1996 untuk penyerahan pasukan Moro bergabung dengan pasukan nasional Filipina (Siaran Berita Televisi).

Umat Islam Eritria menyabung nyawa di Ethiopia, akibat diinjak-injaknya hak negara bagian mereka. Umat Islam di palestina tak putus-putusnya mendapat tekanan dari Zionis. Saban hari Palestina ditimpa roket yang dilontarkan Israel. Arafat mengancam Israel untuk mengaktifkan gerakan Intifadhah. Umat Islam di Miyanmar, Kamboja, Vietnam, Thailand ditimpa oleh penderitaan berkepanjangan. Mayat umat Islam Patani pada bergelimpangan akibat pembantaian pasukan Thailand. Ikhwanul Muslimin di Mesir, Jama’at Islam di Pakistan, dan Masyumi di Indonesia mengalami nasib yang hampir sama dari penguasa.

Afghanistan dan Irak diluluhlantakkan oleh Amerika Serikat dan Sekutunya. Kondisi politik, ekonomi, sosial, budayanya hancur berantakan. Juga Sudan dan Somalia. bahkan Libia dan Iran kembali masuk perangkap kendali Amerika Serikat.Tak satu pun negara di dunia yang benar-benar bebas dari kendali Amerika Serikat. Politiknya, ekonominya, sosialnya, budayanya, semuanya dibawah kendali Amerika Serikat. Ada yang secara langsung. Ada pula yang secara tak langsung.

Diintrodusir bahwa dikotomi negara sekuler dan neara agama (teokratis) sebenarnya hanya teoritis, tak ada dalam realitas politik. Istilah negara Islam dipahami secara amat sangat berbeda oleh partai masyumi dan oleh Jamaat Islami Pakistan. Masisng-masing punya persepsi sendiri. Akhirnya diterima gagasan negara integralistik. Namun persepsi bisa saja berbeda, meskipun sudah berasas tunggal (TEKAD, Suplemen REPUBLIKA, Senin, 3 Oktober, 1994, hal 8, GALERI).

Bani israil pada jaaman dulu ditimpa siksaan yang seberat-beratnya dari penguasa Mesir (Fir’aun). Anak-anak mereka yang laki-laki disembelihi penguasa. Itu adalah bala (cobaan, ujian) yang besar dari Allah kepada Bani Israil (sebelum kedatangan Nabi Musa as).

Rasulullah pernah menceritakan penderitan orang-orang dahulu, adakalanya seorang ditanam hidup-hidup, dan digergaji dari atas kepalanya, sehingga terbelah menjadi dua, dan adakalanya pula dikupas kulitnya dengan sisir besi yang mengenai daging dan tulang.

Allah telah menetapkan batas jangka waktu usia setiap umat, setiap tipe generasi, setiap regim penguasa. Allah telah menetapkan sunnah, ketentuannya tenang akibat yang harus dirasakan oleh orang yang mendustakan Rasul Allah. ketentuan, ketetapan Sllah (Hukum Alam/Sosial) itu berlaku sepanjang masa.

Tiap jenis buah memerlukan masa matang masing-masing. Umat Islam pernah merasakan sempitnya dadanya menghadapi olok-olok orang-orang musyrik (yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah). Allah memperingatkan Rasulullah agar supaya tidak bersedih hati terhadap sikap orang kafir, dan tidak bersempit dada atas tipuan dan perdayaan mereka. Allah mempergilirkan masa (kejadian) di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran, dan agar terpisah orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang kafir, serta agar sebagiannya gugur sebagai syuhada.

Di mana-mana umat Islam bisa saja : 1. Ditimpa kehinaan (dzillah). hilangnya kemuliaan (‘izzah). Hilangnya pedoman, pegangan (i’tisham). tidak lagi diperhitungkan lawan. Tidak lagi memiliki kekuatan, meskipun jumlahnya mayoritas. Sudah menjadi generasi buih, generasi sampah. 2. Mendapatkan kemurkaan, kemarahan (ghadhab) dari Allah, siksaan, ‘azab (mushibah), bencana, malapetaka. 3. ditimpa kemiskinan (maskanah), kemelaratan, kelaparan, kesengsaraan.

Kehinaan, musibah, kesengsaraan yang diderita umat Islam di mana-mana bisa disebabkan oleh karena : a. Lepas dari islam. putus hubungan dengan Allah. tidak lagi berpegang pada aturan Allah. Tidak lagi menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Menyerahkan dirinya kepada kemauan nafsu duniawi (Hubbud-dunya wa karahatil-maut). Cinta dunia, panjang angan-angan. b. Kufur akan ayat-ayat Allah. tidak lagi mengindahkan firman Allah. c. Mendiskreditkan ajaran Rasul. Tidak lagi mengindahkan sabda Rasul. d. Durhaka. Melanggar aturan Allah. Berbuat maksiat. e. Melampaui batas (ya’tadun). Tidak mengindahkan batas antara yang halal dan yang haram, antara yang makruf dan yang munkar, antara yang khair dengan syar, antara yang thaib dengan yang khabits. f. putus hubungan dengan ikhwan. hilangnya kesetiakawanan. Hilangnya kesatuan dan peresatuan. Pudarnya rasa ukhuwah islamiyah. Padahal, firman Allah menyebutkan bahwa orang mukmin itu bersaudara. Sabda Rasulullah menyebutkan agar berteman dengan sesama mukmin. Kesetiakawanan sesama muslim bagaikan satu badan, satu tubuh, satu bangunan.

Intinya, bahwa bila dalam suatu komunitas sudah tidak ada lagi aktivitas amar makruf nahi munkar, maka komunitas itu akan disiksa Allah di dunia ini. Bisa siksaan fisik. Dan bisa pula siksaan psikis. Rasulullah mengingatkan : “Demi Tuhan yang menguasai nyawaku, hendaklah kalian menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat kejahatan, atau Allah akan menurunkan siksaNya kepadamu, kemudian bila kamu berdo’a kepadaNya tidaklah Allah mengabulkan do’amu” (HR Tirmidzi dari Hudzaifah, dalam “Riadhus Shalihin, pasal “Menganjurkan Kebaikan dan Mencegah Munkar”).

Bagaimanakah wajah sejarah, seandainya kelompok al-Asy’ats ibnu Qais al-Kindi terhalang membunuh Khalifah Utsman ibnu ‘Affan. Seandainya pasukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan terhalang mengajak pasukan ‘Ali bin abi Thalib melakukan gencatan senjata? Seandainya kelompok al-Asy’ats ibnu Qais al-Kindi terhalang memisahkan diri (khawarij) dari pasukan ‘Ali bin abi Thalib? Seandainya pemerintahan natsir terhalang melumpuhkan DI? Seandainya pemerintahan Soekarno terhalang melumpuhkan PRRI?

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: