Mental Budak

Mental Budak

Mental budak, mental inlander, mental anak jajahan tercermin dari sikap yang mempercayai tenaga ahli asing dari pada mempercayai tenaga ahli bangsa sendiri.

Suatu perusahaan diyakini akan menjadi baik kinerjanya kalau pimpinannya orang asing, meskipun yang bekerja semua orang Indonesia. Mental demikian meyakini bahwa mustahil berprestasi besar tanpa pengawasan orang asing. Demikian disimak dari analisa Kwik Kian Gie (KOMPAS, Senin, 3 Februari 1997, hal 15).

Dalam olahraga sepakbola misalnya, dipercayai bila ke dalam tim kesebelasannya dipasangkan satu dua pemain sepakbola asing, maka tim kesebelannya itu akan memiliki kwalitas bermain yang tinggi.

Dalam penilaian berhasil tidaknya suatu pemilu dipercayakan kepada pemantau pemilu asing. Bila pemantau pemilu asing menyatakan pemilu berjalan lancar, sukses, demokratis, maka pernyataan itulah yang diterima sebagai kebenaran.

(BKS0409300630)

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: