Menyia-nyiakan kesempatan

Menyia-nyiakan kesempatan

Dengan retorikanya yang memukau, mempsona, Ir Soekarno berhasil menarik simpati tokoh-tokoh Islam dalam sidang BPUUPKI 1 Juni 1945 untuk menerima ide-gagasannya tentang Dasar Negara Indonesia Merdeka yang disebutnya Pancasila atau Trisila atau Ekasila. Setelah melalui proses penyempurnaan, ide Pancasila itu disepakati seperti tertuang dalam Piagam Jakarta yang antara lain menyebutkan “dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemluk-pemeluknya”. namun sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, kesempatan dalam Piagam Jkarta itu disia-siakan dengan menerima pencoretan tujuh kata tersebut. Pencoretan itu merupakan awal kekalahan politik Islam berhadapan dengan golongan nasionalis sekuler.

Selama revolusi fisik, berlansung pertarungan antara serdadu Pancasila dan pejuang mujahid Hizbullah. Dengan Dekrit 5 Juli 1959, dinyatakan bahwa Piagam Jakarta sebagai bagian integral yang menjiwai UUD-45, namun umat Islam tampaknya tidak tanggap dan tidak sigap mempergunakan kesempatan itu. Menjelang Pemilu 1999 muncul harapan agar “eksprimentasi Islam Politik Jilid III” berhasil sukses, tidak menemui kegagalan, tidak terjerembab pada yang sama pada masa lalu (REPUBLIKA, Rabu, 9 Juni 1999, hal 14 : M Alfan Alfian M). 1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: