Palestina perlu belajar dari Israel

Palestina perlu belajar dari Israel

> Palestina perlu belajar dari Zionis Israel
>
> Palestina khususnya, Arab umumnya, bagamanapun perlu
> belajar dari realitas sejarah dari Perlu merenungkan
> keberhasilan perjuangan zionis Israel. Apa kekuatan
> ajaran Theodore Herzl , sehingga ia mampu membangun
> gerakan zionisme, mampu menarik simpati dan dukungan
> moril dan materil dari Inggeris dan Amerika, mampu
> melahirkan negara Yahudi Israel di bumi Palestina ?
> Bandingkan dengan lawatan diplomasi Arafat melobi para
> pemimpin negara-negara dunia.
>
> Theoder Herzl, seorang miskin yang seluruh uang hasil
> pencahariannya dari “die Neue Freie Presse”,
> digunakannya untuk Zionisme. Bahkan nasib dirinya
> sendiri tak dipedulikannya, tenaga dan kepandaaaiannya
> dikorbannya untuk membela bangsanya yang terlantar di
> segenap penjuru dunia. Selama delapan tahun lamanya,
> tiap saat ia pergi ke segenap sudut Eropa,
> menganjurkan dan memperkokoh barisan gerakan Zionisme.
> Bandingkan dengan Jamaluddin alAfghanistan dengan Pan
> Islamnya (PANJI ISLAM, No.16, 5 Juni 1938, hal
> 366/2568, “Asal oesoelnya Gerakan Zionisme”, oleh
> Alfia Yoesoef Halim). Theodore Herzl dengan
> Zionismenya berhasil mendirikan negara Israel.
>
> Bagaimana proses terjadinya masyarakat Yahudi yang
> tadinya terpencar dan tak terkoordinir bisa menjadi
> terkoordinir di bawah satu komando, saling mengadakan
> kontak bersama ? Berjuang menuntut persamaan hak
> politik, mempropagandakan gagasan nasionalisme dengan
> gencar. Apa basis sosialnya ? Sukses mendirikan negara
> Yahudi, dengan hanya sekitar 2 juta orang Yahudi yang
> kelahiran asli. Bagaimana proses terjadinya bangsa
> yang telah bercerai-berai selama dua ribu tahun dapat
> dipersatukan kembali anak cucunya menjadi satu
> kebangsaan, satu negara Israel ? Bagaimana proses
> tumbunya id Yahudi ? Bandingkan dengan Cina dan Minang
> misalnya. Apakah terdapat ide Cina, ide Minang ?
> (Beberapa puluh tahun yang lalu pernah muncul Gerakan
> Minang Merdeka di daerah Pasaman Sumatera Barat). Jika
> ya, apa basis sosialnya ? Dan bagaimana pertumbuhan
> serta perkembangannya ?
>
> Rabbi Judah al-Kalai (1798-1878) dan kawan-kawan
> aktif membuat pamflet, menulis artikel dan brosur
> untuk menyebar-luaskan misinya. Bahkan melakukan
> perjaalanan ke Eropa Barat, dan kemudian menetap di
> Palestina, untuk meyakinkan Yahudi maupun non-Yahudi
> akan kebenaran misinya. Ia berusaha mengajak
> masyarakat untuk bergabung ke dalam misi nasionalis
> dan program pemukiman kembali bangsa Yahudi di Israel.
> Propaganda nasionalis Yahudi menggunakan bahasa Ibrani
> sebagai bahasa persatuannya. Bandingkan dengban
> aktivitaS Jamaluddin alAfghani dan Muhammad Abduh yang
> membawakan ide persatuan Pan-Islam. Sampai berapa jauh
> terwujud ide Pan-Islam Jamaaluddin tersebut ?
> bagaimana pertumbuhan dan perkembangan dari ide
> Pan-Islam Jamal tersebut ?
>
> Zevi Hirch Kalischer, sarjana Yahudi Jerman asal
> Polandia menolak kedudukan dalam masyarakatnya. Ia
> menjelaskan kasus/situasi dengan bahasa Yahudi serta
> tradisinya. Ia pernah mengusulkan untuk membeli
> seluruh wilayah Paalestina atau paling tidak kota
> Yerusalem, sebagai langkah awal pembebasan bangsa
> Yahudi. A berupaya menafsirkan setiap kasus, membentuk
> publik opini untuk menuntut pemukiman Yahudi.
>
> Moses Hess, seorang filosof dan revolusioner sosial
> Yahudi, seorang tokoh sosialis dengan pola pikir
> Hgelian menjadi seorang nasionalis Yahudi. Ia
> meresapkan ke dalam kehidupan bangsa Yahudi teori
> zionisnya yang berdasarkan pada konsep semangat
> nasional. Pemikiran Hess diungkapkan seperti
> kebangsaan, kebangkitan nasional, bangsa genius,
> digunakan jadi dasar gerakan ideologinya. Bagaimana
> prosesnya menyatukan orang-orang yang punya latar
> belakang berbeda, bermacam-macam ? Bandingkan dengan
> Golkar yang mampu menghimpun, menyatukan berbagai
> kalangan yang berbeda latar belakangnya satu sama
> lain.
>
> Ide untuk memulihkan kembali tanah air bangsa Yahudi
> muncul saat minat untuk mengkaji kitab perjanjian lama
> berkembang untuk mempelajari sejarah Yahudi. Secara
> serempak masyarakat Yahudi mengemb angkan setiap
> gagasan untuk membangun suatu persemakmuran bangsa
> Yahudi di mana saja.
>
> Morderai M Noasch, konsul Amerika di Tunis pada
> taahun 1825 mengeluarkan imbauan kepada masyarakat
> Yahudi di Eropa untuk mendirikan sebuah negara Yahudi.
> Pada mulanya masyarakat Yahudi tidak terpengaruh oleh
> setiap gagasan yang muncul tersebut. Berkat kegigihan
> tokohnya yang saling dukung-mendukung, mereka berhasil
> membentuk satu kelompok yang saling berhubungan. Pada
> tahun 1880-an mereka berhasil memunculkan sebuah
> gerakan yang diberi nama Hibbat Zion. Pada kalangan
> Islam tak bisa dipersatukan dengan semangat bahwa
> Islam itu yads’lu wa-la yu’la ‘alaihi?
> (Catatan dari : “Zionisme dan Akar Nasionalisme
> Israel”, oleh Kurdi Latief Ash, dalam ALMUSLIMUN,
> No.293, Agustus 1994, hal 60-63, “Tsaqafah”).

(0301052101) 1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: