Pelajaran berharga dari tertembaknya Ersa Siregar

Pelajaran berharga dari tertembaknya Ersa Siregar

Tertembaknya wartawan RCTI, Ersa Siregar dalam kontak senjata antara TNI dan GAM pada 29 Desember 2003 menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Seyogianya demi kepentingan bangsa, rakyat, manusia, maka kepentingan tanah air, negara, penguasa harus dikorbankan. Satu nyawa anak manusia tak dapat diganti dengan apa pun.

Penulis novel “Surabaya”, Idrus merenung “Pembunuhan manusia adalah satu perbuatan kejahatan, siapapun juga melakukannya. Penindasan manusia juga satu perbuatan kejahatan dari siapapun juga melakukannya. Dan jiwa satu manusia lebih berharga dari jiwa negara sekalipun” (HB Jassin : “Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Essay”, Gunung Agung, Djakarta, 1954:220).

Allah berfirman “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain (seagai qishash), atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi (anarkis, makar, onar), maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (QS 5:32).

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: