Pertarungan antara penganut Tauhid dan penganut syirik

Pertarungan antara penganut Tauhid dan penganut syirik

Watak dasar manusia normal adalah cinta pada materi duniawi. Mengingini pasangan, anak-keturunan, harta kekayaan, kendaraan dan perusahaan. Pokoknya menginginkan kesenangan duniawi (simak antara lain QS 3:14). Itu adalah wajar.

Islam mengajak manusia meningkatkan wataknya agar supaya lebin cinta kepada Allah dan RasulNya dari pada cinta pada anak-keluarga, harta-kekayaan, perusahaan, tempat kediaman (simak antara lain QS 9:24), 2:165).

Demi cintanya kepada Allah dan RasulNya, orang beriman siap memutuskan hubungan dengan anak-keluarga, dengan harta-kekayaan, bahkan siap berseberangan, bertentangan dengan semua itu, sampai-sampai siap berperang, bertempur, berbunuh-bunuhan dengan anak-keluarga sekalipun.. Siap menerima stigma, label apapun, baik namanya radikal, fundamentalis maupun teroris sekalipun. Humanis seorang Mukmin berdasarkan cinta pada Allah dan RasulNya, bukan pada cinta manusia semata. Bagi seorang Mukmin, cinta pada Allah dan Rasulnya melebihi cintanya pada keluarga, pada bangsa, pada negara, pada tanah air. Orang yang membunuh dan yang mati terbunuh demi cintanya pada Allah dan RasulNya akan masuk surga. Sedangkan orang yang membunuh dan yang mati terbunuh bukan demi cintanya pada Allah dan RasulNya akan masuk neraka.

Kecintaan pada Allah dan RasulNya memisahkan orang beriman, orang yang mentauhidkan Allah dengan orang kafir, orang yang mensekutukan Allah. Antara orang beriman dan orang musyrik tak dapat berada dalam satu kubu, dalam satu wilayah akidah. Yang satu adalah musuh bagi yang lainnya. Jihad, pertarungan berlangsung sepanjang masa antara orang beriman, orang yang mentauhidkan Allah, dengan orang kafir, orang yang mensekutukan Allah.

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS 4:101). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim” (QS 9:23).
1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: