Politik aliran adalah modal bangsa

Politik aliran adalah modal bangsa

KOMPAS, Sabtu, 8 Mei 2004, “Fokus”, menggugat, menghujat “Politik Aliran”, dan mendorong sekularisasi politik serta mengedepankan asionalitas dalam budaya demokrasi Indonesia, membebaskan partai dari sentimen keagamaan, memisahkan politik dari agama.

Sembilan tahun yang lalu, SUARA MUHAMMADIYAH, Yogyakarta, No.23, 15 Desember 1995, hal 13-19, “Laporan Utama” juga menggugat, menghujat “Politik Aliran”. “Politik Aliran” dipandang sebagai langkah mundur. Kenyataan menunjukkan bahwa “gerakan politik yang ada di Negara kita punya muatan dan nuansa aliran yang kental, dan itu tidak bisa dipungkiri. Akar sejarahnya memang demikianb”, kata Dr Amir Santoso. “Sejak munculnya pergerakan nasional awal abad ini, secara kasar kita mengenal tiga dieologi politik :Islam, Marxisme/Sosialisme dan Nasionalisme”, kta Dr Ahmad Syafi’i Ma’arif.

“Politik Aliran”, sekretarianisme, pluralistis, kebhinekaan ideologi seyogianya diterima sebagai modal bangsa seperti yang dirumuskan oleh Orde Lama dalam Manipol, serta dikelola sesuai dengan tuntunan QS 49:13, yaitu untuk lita’arafu”, saling mengenali, saling memperhatikan, saling melengkapi. 1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: