Putus hubungan dengan Tuhan dan insan.

Ahli ‘izzah dan ahli dzillah

Ulul albab (ahli dzikir dan fikir) terdapat di berbagai tempat dalam al-Qur:an. Ungkapan tentang ulul albab itu dapat disimak antara lain pada QS Ali Imran 3:7-9 dan 3:190-195, Ra;du 13:19-24. Dalam QS Ra’du 13:19-24, terungkap bahwa ulul albab itu adalah pelaku amal dzikir dan fikir, pelaku amla shaleh dan sosial. Mengadakan, menjaga, memelihara hubungan dengan Tuhan Allah swt dan insan sebaik-baiknya. Melakukan hubungan hablum minallah wa hablum minannaas (QS Ali Imran 3:112). Setia memenuhi, menjalankan risalah, seruan, janji Allh. Takut putusnya hubungan dengan Allah. Takut turunnya amarah allah. Mengharapkan keridhaan Allah. Mendirikan shalat.

Implikasi (konversi, proyeksi, jabaran, tafsiran) operasionalnya, bahwa ulul albab itu memikirkan keadan sosial-ekonomi-budaya bersama (QS Hujurat 49:13 menyebutnya: lita’arafu). Banyak beramal shaleh dan kebajikan. Beramal sosial. Berbuat amal usaha nyata di berbagai bidang untuk peningkatan taraf, mrtabat, mutu dan tingkat kehidupan sosial-ekonomi-budaya bersama (diri sendiri, keluarga, tetangga, bangsa, ummat, alam, lingkungan) menurut kadar kemampuan. Memanfa’atkan sebagian rezeki, penghasilan, pendapatan, kekayaan, kepintaran, keahlian, kesempatan, kemampuan, kekuatan, kekuasaan untuk kepentingan bersama. Menabur, menebar jasa. Menyebarkan beragai keajikan dan kebaikan bagi rahmatan lil ‘alamin (QS Anbiyaa 21:107). Membalas kejahatan dengan kebaikan (QS Qashash 28:77 menyebutnya : ahsin kama ahsanallahu ilaika).

Ulul albab itu merupakan ahli husna (penerima kebaikan, kemenangan, kesuksesan, kemajuan), ahli syurga (mendapat tempat yang baik), ahli ‘izzah (pelaku amal dzikir dan fikir, pelaku mal shaleh dan sosial) (Prof H Bahrum Rangkuti : “Al-Qur:an, Sejarah dan Kebudayaan”, Bulan Bintang, Jakarta, 1977, hal 20-25).

Sebaliknya dari ahli ‘izzah adalah ahli dzillah (pelaku amal buruk), komunitas buih, Ungkapan ahli dzillah ini dapat disimak antara lain dalam QS Ra’du 13:25, Ibrahim 14:18, Ali Imran 3:112, Baqarah 2:61. Putus hubungan dengan Tuhan dan insan.

Pemicu putus hubungan dengan Tuhan dan insan ini adalah pola hidup tamak, rakus, serakah (pola hidup yang cenderung memperturutkan hawa nafsu tnpa kendali) pola hidup kikir, pelit, kedekut (pola hidup yang cenderung mengikuti gejolak, gejala egoisme tnpa batas, yang monopoli, cenderung makan tebu dengan akar-akarnya, menguasai dari hulu sampai ke hilir), pola hidup angkuh, pongah, congkak, pamer (pola hidup mbisius, yng begitu terpesona dengan kemegahan diri sendiri).

1

Advertisements
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: