Tauhid, Bid’ah, Ceramah

Tauhid, Bid’ah, Ceramah

Tauhid berarti mengesakan Allah. Tak ada ayang berkuasa secara mutlak selain Allah. ‘Tak ada daya dan kekuatan kecuali dengan idzin kehendak Allah”. Semuanya bergerak, berproses menurut rancangan, kehendak Allah. Allah merupakan Causa Prima, Penggerak Mutlak. Hanya dengan idzin, kehendak Allah, semuanya bisa bergerak, berproses. Bila Allah sudah merancang, menghendaki, menetapkan sesuatu bergerak, berproses, maka berlangsunglah proses pergerakan itu. “Kun fa yakun”. Allahlah yang menggerakkan, menggeneretkan sesuatu bergerak, berproses. Tanpa generet dari Allah, semuanya tak bisa bergerak, berproses. Yang berpaham seperti ini disebut “Jabariyah”, tak termasuk ke dalam kelompok Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sedangkan menolak paham ini berarti menolak kemutlakan kemahakuasaan Allah, meyakini ada yang berkuasa secara mutlak selain Allah. Muncullah dilematis dalam hal ini.

Bid’ah adalah segala sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Islam. termasuk ke dalamnya adalah yang haram, yaitu yang jelas-jelas dilarang oleh Islam. Kemudian yang makruh, yaitu yang tak disukai oleh Islam. Selanjutnya yang syubhat, yaitu yang tak jelas-jelas dilarang oleh Islam. Semua bid’ah adalah dhalalah (sesat), dan semua dhalalah di neraka. “Menegakkan syari’at Islam” bisa dikategorikan termasuk ke dalam bid’ah, karena tak ada nash yang sharih (tegas) yang menyuruh, yang memerintahkannya. “Menegakkan daulah Islamiyah, khilafah Islamiyah” juga bisa dikategorikan termasuk ke dalam bid’ah. Disebutkan bahwa bila penegakkan syari’at Islam itu adalah wajib, maka tak demikian halnya dengan sarananya, yaitu pendirian daulah, yang bisa wajib, atau sunat, atau mubah, atau makruh, atau haram, tergantung pada sikonnya. Alasan untuk membenarkan pendirian ini dirujukkan pada analisa Ibnul Qaiyim dalam “Madarijus Salikin”. “Ormas, parpol, pemilu, parlemen” dan yang semacam dengan itu pun termasuk ke dalam kategori bid’ah, yang tak ada sunnahnya. “Melakukan aktivitas seperti aktivitas yang dilakukan oleh orang kafir” dikategorikan juga sebagai bid’ah, karena Islam melarang “tasyabbuh”. Untuk menyelamatkan diri dari label bid’ah, digunakan rumusan “pada dasarnya setiap bentuk mu’amalah atau adat itu dibolehkan”, dengan merujuk pada ayat QS 2:29. rumusan (ta’rif) bid’ah di kalangan fiqih adalah seala sesuatu yang diada-adakan, yang dikarang-karang, yang tak ada acuan, rujukannya.

Ceramah, khutbah, taklim merupakan sarana untuk mendidik, membimbing, menuntun umat ke jalan takwa. Entah sejak kapan mulainya, kini pada setiap bulan Ramadhan marak ceramah agama Islam. Ada yang namanya kuliah tarwih sesudah shalat tarwih berjama’ah di masjid-masjid. Bahkan ceramah-ceramah agama yang dicapuri, dilumuri dengan sendagurau, banyolan, lawakan, kwis berhadiah, tanya jawab pada semua tayangan televisi sepanjang malam Ramadhan. Padahal tak ada ceramah, khutbah, taklim yang terkait, yang dinisbahkan pada aktivitas Ramadhan yang dilakukan Rasulullah. Ramadhan adalah waktu untuk melakukan ibadah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah, untuk mengamalkan, menerapkan apa-apa yang diperoleh dari ceramah, khutbah, taklim sebelum Ramadhan. Islam mengajrkan pada waktu Ramadhan untuk beribadah, beri’tikaf di masjid. Bukan malah berkumpul bersama-sama artis, selebritis mengisi tayangan televisi dengan tema “Himkah Ramadhan”, yang didisain dengan campuran sendagurau, banyolan, lawakan, kwis berhadiah. Dikemukan bahwa efektifitas daya guna tayangan semacam ini luar bisa, jangkauan dakwahnya luas, merata ke seluruh nusantara, bahkan sampai ke sekitarnya. Namun Islam mengajarkan agar menggunakan Ramadhan untuk memperbanyak amal ibadah, untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk memperbanyak tawa, bukan untuk mendekatkan diri kepada dunia. Islam mengajarkan agar sedikit tertawa dan banyak menangis, karena apa jahannam itu sangat panast (Simaklah antara lain ayat QS 9:81-82).

(BKS0411100445)
1

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: